Lintas Oheo.com

Lintasoheo.com | Konut – Minat Masyarakat Konawe Utara (Konut) untuk mengabdikan diri sebagai Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pelamar pada tahap II yang mencapai 3.556 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. Pendaftaran telah ditutup pada 20 Januari 2025.

Saat ini, Panitia Seleksi Daerah (Panselda) sedang melakukan verifikasi administrasi bagi ribuan pendaftar tersebut. Proses verifikasi dijadwalkan berlangsung hingga 8 Februari 2025.

Tes PPPK tahap II direncanakan akan dilaksanakan pada April 2025. Pemkab Konut menyediakan kuota sebanyak 900 formasi untuk seleksi CPPPK tahun ini, dengan sisa formasi yang tidak terpenuhi pada tahap I sebanyak 34 posisi.

Sebelumnya, pada tahap I, jumlah pelamar mencapai 2.673 peserta yang bersaing untuk 900 kuota PPPK. Pelaksanaan tes berlangsung selama tiga hari, dari 14 hingga 16 Desember 2024, dengan total delapan sesi.

Bupati Konut, H. Ruksamin, mengimbau kepada seluruh pelamar yang memenuhi kriteria namun belum mendaftar atau tidak memenuhi syarat pada seleksi administrasi tahap I, serta Pegawai Harian Lepas (PHL) yang aktif bekerja di instansi Pemda Konut selama minimal dua tahun, untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Dengan tingginya minat masyarakat untuk menjadi bagian dari PPPK di Konut, diharapkan proses seleksi dapat berjalan lancar dan menghasilkan aparatur yang kompeten serta berdedikasi dalam melayani masyarakat,”tutup Ruksamin.

 

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Ruksamin, resmi melantik tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama Eselon IIb di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara. Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Aula Anawai Ngguluri, Kantor Bupati Konawe Utara, pada Jumat, 24 Januari 2025.

Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Adakah informasi lebih lanjut yang Anda butuhkan terkait acara tersebut?

Pengangkatan tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama Eselon IIb di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 75 Tahun 2025.

Keputusan tersebut menjadi landasan hukum untuk menempatkan para pejabat pada posisi strategis dalam pemerintahan, dengan harapan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional demi mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Konawe Utara. Apakah Anda memerlukan rincian nama pejabat atau jabatan yang dilantik.

Pelantikan tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama Eselon IIb di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelantikan tersebut, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam pelayanan dan tata kelola pemerintahan di Konawe Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin, menegaskan kepada para pejabat yang baru dilantik agar senantiasa mengutamakan pelayanan kepada masyarakat di atas kepentingan pribadi. Arahan ini diberikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bupati juga mengingatkan bahwa amanah jabatan yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan di Konawe Utara.

“Saya ingatkan bahwa amanah jabatan yang diberikan harus di jalankan dengan penuh tanggungjawab profesionalisme,integritas dan mampu memberikan dampak positif pembangunan di Konawe Utara,”tutup Bupati dua periode, Ruksamin.

 

Lintasoheo.com | Konut -Di Kritik Menggunakan Pasir Campur Tanah pihak Kontraktor Langsung Mengganti Material.

Pekerjaan proyek pembangunan trotoar menuju Bundaran CBD.proyek tersebut berindikasi ketidak sesuaian standar dalam Penggunaan material seperti pasir bercampur tanah jelas tidak memenuhi spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan untuk memastikan kualitas konstruksi.

Salah satu Warga Kelurahan Wanggudu mengkritik pekerjaan tersebut menggunakan pasir campur tanah.tapi kenyataannya setelah dikritik material tersebut diganti dengan yang lebih bagus sementara kata dia(Warga). Bagian yang terpasang masih menggunakan pasir campur tanah

“Awalnya pihak kontraktor menggunakan pasir campur tanah, tetapi setelah dikritik, mereka langsung mengganti material tersebut dengan pasir yang lebih bagus. Namun, bagian yang sudah terpasang masih menggunakan pasir campur tanah.” Ungkap warga.

Selain itu, fakta bahwa para pekerja tidak mengetahui sumber pasir yang digunakan menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan proyek, termasuk transparansi dalam pengadaan material dan tanggung jawab kontraktor. Kondisi ini bisa berpotensi menyebabkan kerusakan atau penurunan kualitas trotoar dalam waktu dekat.

“Bukti foto dan video masih kami simpan. Kontraktor seperti ini pandai bermain di lapangan, terutama saat pekerjaan mereka mendapat sorotan.”Cetus Warga.

Kurangnya pengawasan dari dinas terkait dalam proyek pembangunan trotoar menuju Bundaran CBD menjadi salah satu faktor utama yang disoroti oleh warga. Kritik dari salah satu warga Kelurahan Wanggudu menunjukkan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja dinas terkait, terutama dalam memastikan kualitas proyek infrastruktur yang menggunakan dana publik.

“Dinas PUPR tidak mengambil Langkah pengawasan yang baik.sehingga pihak kontraktor tidak bekerja asl-aslan.sebab material pasir digunakan bercampur tanah dan saya harap pasir tersebut dilakukan uji leb layak tidaknya untuk digunakan,”ucap salah satu warga kelurahan Wanggudu yang tidak mau disebutkan namanya.

Ia berharap Pemerintah atau pihak terkait harus segera melakukan audit terhadap proyek ini untuk memastikan standar material dan proses pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja.dan Menelusuri sumber material yang digunakan dan memastikan bahwa penyedia material memenuhi spesifikasi yang disyaratkan.

Lanjut kata dia, Pemkab harus bertindak cepat mengevaluasi kinerja Kontraktor.Jika terbukti ada pelanggaran, kontraktor harus diberi sanksi, termasuk kemungkinan penghentian proyek jika diperlukan.

“Proyek tersebut tidak transparansi sebab proyek sebesar itu tidak memasang papan proyek.artinya pihak kontraktor tidak transparan dalam mengerjakan pekerjaan itu,”tutupnya.

Terahir Ia mengajak kepada warga untuk melakukan Pengawasan Publik.dan melaporkan jika ada proyek infrastruktur yang terlihat tidak sesuai standar.

“Sebab proyek infrastruktur yang tidak sesuai standar akan berdampak buruk pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna. Penting agar pihak yang bertanggung jawab segera menangani permasalahan ini dengan serius,”tutupnya.

Sebelumnya media Lintasoheo.com Sudah berulang kali mengkomfirmasi pihak PPK PUPR tidak pernah ada jawaban.

Lintasoheo.com | Konut –  Terungkap sudah aksi tawuran antar kelompok pemuda yang menggegerkan Desa Panggulawu, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Hasil penyelidikan serta keberanian dan ketangguhan luar biasa, Tim Khusus Elang Oheo Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Konawe Utara berhasil menangkap para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan brutal ini, yang menyebabkan luka berat pada seorang anak berinisial RS, senin (13/1/25)

Peristiwa tawuran yang terjadi pada Selasa, 7 Januari 2025, sekitar pukul 23.00 WITA, melibatkan puluhan pemuda yang terpecah dalam beberapa kelompok. Dengan menggunakan senjata tajam seperti parang, pedang, busur, batu, hingga kayu, mereka saling serang dalam aksi tawuran yang membahayakan jiwa dan menimbulkan keresahan luar biasa di tengah masyarakat.

Dengan strategi cermat dan penggunaan metode ilmiah kriminal,
Kepolisian Resor (Polres) Konawe utara melalui Tim khusus elang oheo
tidak hanya berhasil mengungkap identitas para pelaku, tetapi juga membongkar motif di balik tawuran ini. Dari puluhan pemuda yang terlibat, 15 orang berhasil ditangkap dan diamankan di Polres konawe utara terdiri dari 12 anak di bawah umur dan 3 orang dewasa. Mereka kini menghadapi proses hukum yang serius atas perbuatan mereka.

Kapolres Konawe Utara, AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat. “Tidak ada tempat bagi kekerasan di Konawe Utara. Kami akan menindak tegas siapa saja yang meresahkan warga. Kami mengimbau kepada orang tua dan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga anak-anak dan remaja agar terhindar dari pergaulan negatif,” tegas Kapolres.

Bersama Personil Polsek Sawa, Tim Khusus Elang Oheo langsung terjun ke lapangan untuk mengungkap dan menangkap para pelaku. Berkat kerja keras dan kolaborasi yang solid, pelaku tawuran ini berhasil ditangani dengan cepat. Kapolsek Sawa menambahkan, pihaknya juga gencar memberikan penyuluhan kepada para pemuda di wilayahnya untuk mencegah terjadinya tawuran di masa depan.

Kapolres Konawe utara AKBP Rico Fernanda pada kegiatan jumat curhat yang lalu mengungkapkan “Anak-anak kita adalah masa depan, dan tugas kita untuk memberikan bimbingan, perhatian, dan arahan yang benar. Orang tua, guru, dan masyarakat harus bersatu untuk menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Mari kita cegah tawuran, hindari perpecahan, dan bangun Konawe Utara yang lebih damai.”

Pentingnya Keberadaan Tim Khusus Elang Oheo Tim Khusus Elang Oheo terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Konawe Utara. Dengan keahlian profesional dan metode penyelidikan yang canggih, mereka telah menunjukkan bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan atau pelaku kejahatan di wilayah ini.

Dengan kejadian ini, masyarakat diharap semakin peduli dan bertindak untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua. Kasus ini bukan hanya soal tawuran, tetapi juga mengingatkan kita semua untuk lebih peduli terhadap generasi muda dan kehidupan sosial yang ada di sekitar kita.

Lintasoheo.com | Kendari – Ketua Kadin Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, dan Kepala Bulog Sultra, Sitti Mardati Saing, menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis Rumah Pangan Kita (RPK) di Kantor Bulog Sultra, Senin (20/01/2025).

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang mengungkapkan, Kerja sama ini dilaksanakan untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin antara Kadin dan Bulog, yang selama ini telah berkolaborasi dalam kegiatan pasar murah dan penyediaan sembako.

“Melalui MoU ini, Kadin dan Bulog akan berperan aktif dalam pembinaan UMKM, meliputi pembinaan produk, pemasaran, dan permodalan, dengan tujuan untuk meningkatkan kelas UMKM,” ungkap Anton Timbang.

“Bulog akan menyediakan kebutuhan pangan untuk mendukung program pembinaan tersebut,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bulog Sultra, Sitti Mardati Saing, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap MoU ini akan meningkatkan ketahanan pangan daerah.

“Program ini diharapkan dapat membantu UMKM memasarkan hasil panen petani dan mendukung program makanan bergizi gratis bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai proyek percontohan (pilot project), tahap awal kerjasama ini akan dilaksanakan di Kota Kendari dengan melibatkan 50 UMKM RPK (Rumah Pangan Kita).

“Ke depannya, program ini akan dikembangkan ke wilayah lain di Sultra, mengingat Bulog memiliki 5 cabang dan 13 gudang yang dapat mendukung kegiatan ini,” ungkap Sitti Mardati Saing.

“Tiga komoditi utama yang akan difokuskan adalah beras, gula pasir, dan minyak goreng, dengan potensi pengembangan komoditi lain di masa mendatang,” pungkasnya.

Lintasoheo.com | Konut – Upacara dilaksanakan bersama PT. Bumi Sentosa Jaya, PT. Karya Alam Abadi dan PT. Jaga Aman Sejahtera. pada tgl (12/01/2025).

Dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Untuk Meningkatkan produktivitas”

Kegiatan yang dilakukan selama 1 bulan penuh yaitu dari tanggal 12 januari s/d 12 Februari 2025)
Yang dirangkaikan dengan kegiatan:
– Penanaman pohon bersama secara simbolis areal reklamasi.
– Inhouse Training,
– Drill ERT dan Drill Penanganan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan).
– Lomba-lomba Keselamatan pertambangan yang dibuka untuk karyawan dan mitra kerja.

Rifki Dilema sebagai Healty Safety Environment PT. BSJ mengatakan
Dengan momentum Bulan K3 tahun 2025 ini, kami mengajak kepada seluruh lapisan karyawan Sebagai tombak sumber daya manusia di perusahaan untuk lebih aware, disiplin, bertanggung jawab terhadap keselamatan pertambangan. Harapan kami dengan target kita di tahun 2025 “Zero Incident” dapat tercapai.

Lintasoheo.com | Konut – Kegiatan Jelajah Alam Bumi Oheo Bagian II, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara (Konut), resmi dibuka Wakil Bupati Konawe Utara. pada Sabtu, 4 Januari 2025. Acara ini merupakan ajang motor trail adventure yang menarik perhatian pecinta olahraga ekstrem dan eksplorasi alam.

Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos, M.Si, mewakili Bupati Konut, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si, IPU., ASEAN.Eng. Acara ini tidak hanya bertujuan mempromosikan keindahan alam Konawe Utara, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi dan menggali potensi wisata di kawasan tersebut.

Gelaran Jelajah Alam Bumi Oheo Bagian II turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Konut terpilih H. Ikbar, Ketua DPRD Konut Herman Sewani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asmadin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Marjoni, Wakapolres Konsel, serta Anggota DPRD Konut Risal. Kehadiran mereka menambah semarak acara yang menjadi kebanggaan Kabupaten Konawe Utara.

Acara ini diikuti oleh sekitar 400 peserta raider motor trail yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Partisipasi besar ini menunjukkan antusiasme komunitas pecinta motor trail dalam mengeksplorasi keindahan alam Bumi Oheo, sekaligus mempererat hubungan antar daerah melalui kegiatan petualangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos, M.Si, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengikuti Jelajah Alam Bumi Oheo Bagian II. Ia mengapresiasi dedikasi peserta yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan persiapan untuk turut serta dalam kegiatan ini.

“Kami selaku pemerintah daerah menyambut baik adanya kegiatan seperti ini,” ujar Abuhaera.

Ia, berharap agar panitia menyusun kalender kegiatan tahunan sehingga acara ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Ia menekankan bahwa upaya ini akan menjadi strategi efektif untuk mempromosikan Kabupaten Konawe Utara sebagai destinasi wisata alam yang menarik dan potensial.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini pula, salah satu cara untuk memperkenalkan daerah kita bahwa Konawe Utara masih bisa bersaing dengan daerah lain,” katanya.

Ketua Panitia Jelajah Alam Bumi Oheo Bagian II, Andi Irawan Labuku, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-18 Kabupaten Konawe Utara. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, terutama panitia, sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik.

Andi Irawan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari komitmen membangun olahraga balap, khususnya komunitas motor trail, sekaligus mempromosikan destinasi wisata unggulan di Konawe Utara yang dikenal dengan “Segitiga Berlian”, yaitu kawasan Wawolesea, Taipa, dan Labengki.

“Ini merupakan wadah bagi para rider untuk bersilaturahmi, mengedepankan persaudaraan sesama rider, serta ajang memupuk rasa kebersamaan dan saling tukar pengalaman di antara penghobi motor trail,” ujar Andi Irawan.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat komunitas pecinta trail sekaligus memperkenalkan keindahan alam Konawe Utara kepada masyarakat luas.

Ketua Panitia, Andi Irawan Labuku, berharap kegiatan Jelajah Alam Bumi Oheo Bagian II tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi para peserta dan masyarakat Konawe Utara. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menambah ilmu, mempererat tali persaudaraan, serta melahirkan rider-rider handal yang dapat membawa nama baik daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Selain itu, kata dia.menekankan bahwa acara ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan, serta masyarakat Konawe Utara secara umum.

“Dalam pelaksanaan latihan bersama Jelajah Alam Bumi Oheo Part II, kita juga akan menyaksikan tanjakan berhadiah, yang pastinya menambah keseruan acara. Saya yakin setiap sesi dalam kegiatan ini akan memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi kita semua,” tutupnya.

Panitia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar, baik untuk komunitas motor trail maupun pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal.

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ruksamin, memimpin upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Jumat (3/1/2025).

Upacara tersebut berlangsung di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Konut, dihadiri berbagai tokoh agama, pejabat daerah, dan ASN lingkup Kemenag Konut

Dalam upacara tersebut, Ruksamin membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Ia menegaskan bahwa peringatan HAB ke-79 ini menjadi momentum penting dalam mendukung Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Semangat Hari Amal Bhakti Tahun 2025 adalah komitmen bersama untuk memperkokoh Ideologi Pancasila, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, serta membangun harmoni dengan alam, budaya, dan antar umat beragama. Semua ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Dengan tema “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas”, peringatan HAB tahun ini menggaungkan misi besar dalam menciptakan keharmonisan umat beragama sebagai fondasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas.

“Indonesia Emas hanya dapat tercapai jika umat hidup rukun dan harmonis. Sebaliknya, tanpa kerukunan, cita-cita besar ini akan sulit diwujudkan,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan pesan Menteri Agama tentang pentingnya peran para pimpinan Kementerian Agama sebagai teladan dalam integritas dan kejujuran.

“Mari menjadi agen perubahan dan integritas, menjaga reputasi Kementerian Agama sebagai institusi yang dapat dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.(

Lintasoheo | Konut – Dalam rangka penguatan teritorial dan pembinaan pemberdayan wilayah pertahanan Konawe Utara, Kodim 1430/Konut

Serka Aswar Babinsa Koramil 1430-01/Lasolo, melaksanakan pemantauan wilayah dan melakasanakan Komsos kepada warga binaan salah satu warga pekerjaan sehari-harinya adalah pemanjat kelapa Bertempat di Kel Molawe, Kec Molawe, Kab Konut. Sabtu (04/1/2025)

Kegiatan Komsos ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi babinsa dengan Masyarakat guna mempererat hubungan kekeluargaan dengan warga Desa agar terciptanya suasana yang nyaman dan sejuk sehingga memperlancar tugas Babinsa di lapangan.

Babinsa Serka Aswar Koramil 01/Lasolo juga menyampaikan, agar masyarakat di desa binaannya jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, hal itu bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Bahkan, bisa berurusan dengan hukum.

“Melalui personel Babinsa Koramil 1430-01/Lasolo yang terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat, kita harapkan agar dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman. Sehingga dengan keberadaan Babinsa dapat mewujudkan situasi Kamtibmas yang selalu kondusif,” pungkas Serka Aswar

Lntasoheo.com|- Dalam rangka penguatan teritorial dan pembinaan pemberdayan wilayah pertahanan Konawe Utara, Kodim 1430/Konut.selain tugas menjaga keutuhan NKRI. juga melaksanakan kegiatan karya bakti dengan sasaran pembersihan sampah-sampah pesisir pantai Walet Kec. Sawa Kab. Konawe Utara,Sultra. Kegiatan Serka Asmadi (Babinsa 1430-01/Lasolo). Sabtu (04/1/2025))

Pantai Wale merupakan salah satu lokasi wisata pantai di Kabupaten Konawe Utara yang banyak dikunjungi wisatawan. Guna menjaga dan mempertahankan keindahan pesona Pantai tersebut, diperlukan peran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih rapi dan indah sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung.

Babinsa Koramil 01/Lasolo, Serka Asmadi di temui sela-sela kegiatan mengatakan, hal ini merupakan wujud kepedulian Koramil 1430-01/Lasolo terhadap masalah yang timbul, seperti sampah kayu, mengomel dan daun-daun kering terutama sampah plastik, serta bagian dari pelindung potensi pantai .

“Persoalan sampah menjadi perhatian serius, terutama ancaman sampah plastik yang berdampak buruk terhadap kontaminasi dan kerusakan lingkungan,” ucapnya.

Kata dia, Dengan kondisi lingkungan yang bersih, diharapkan para wisatawan akan nyaman dan senang mengunjungi pantai Wale dan tentunya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan banyaknya pengunjung di pantai ini.

Sementara Kades Tundungo, Bapak Bani Hasan mengatakan, kami sangat mengapresiasi Koramil 01/Lasolo, yang pagi ini membantu pengelola tempat wisata untuk membersihkan lokasi tempat wisata pantai Wale.

“Harapan saya kedepan mudah-mudahan Babinsa Koramil 1430-01/Lasolo terus aktif dalam hal kegiatan-kegiatan bakti sosial di Desa, tutupnya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.