Lintasoheo.com | Konut – Seorang wanita asal Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut) dilaporkan hilang. Remaja bernama Nur Fadilah (17) tersebut diketahui telah meninggalkan rumah sejak Minggu, 3 Mei 2026, dan hingga kini keberadaannya masih misterius.

​Pihak keluarga yang merasa khawatir kini telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Mako Polres Konut. Laporan resmi ini teregistrasi dengan Nomor Laporan Orang Hilang: LKOH/02/V/SPKT Res Konut/2026.

​

Berdasarkan data yang dihimpun, Nur Fadilah meninggalkan kediamannya pada hari Minggu dan sejak saat itu pihak keluarga kehilangan kontak sama sekali. Upaya pencarian ke rumah kerabat maupun teman-teman sekolah telah dilakukan, namun belum memberikan titik terang.

​”Kami sangat berharap Nur Fadilah bisa segera ditemukan. Laporan ke Polres Konawe Utara sudah kami buat dengan harapan pihak kepolisian dan masyarakat bisa membantu menemukan anak kami,” ungkap perwakilan keluarga.

​Identitas Lengkap Korban:
​Nama Lengkap: Nur Fadilah
​Tempat, Tanggal Lahir: Teteasa, 17 Agustus 2008
​Usia: 17 Tahun
​Jenis Kelamin: Wanita
​Pekerjaan: Pelajar
​Agama: Islam
​Alamat: Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Konawe Utara.

​

Pihak keluarga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Konawe Utara dan sekitarnya, apabila melihat atau memiliki informasi mengenai keberadaan remaja dengan ciri-ciri di atas, diharapkan segera menghubungi:

​Polres Konawe Utara atau kantor polisi terdekat.
​Nomor Kontak Keluarga: Kontak watshap: (081270625414)

​Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama keluarga masih terus melakukan koordinasi di lapangan guna melacak jejak terakhir korban. Kepedulian dan bantuan informasi dari masyarakat sangat diharapkan agar Nur Fadilah dapat segera kembali pulang ke rumah dalam keadaan selamat.

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Bakti Sosial Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Konawe Utara yang dilaksanakan di Puskesmas Asera, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional dengan mengusung tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”.

Dalam kegiatan ini, Bupati Konawe Utara menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat. Sebanyak 110 paket bantuan disalurkan kepada ibu dan anak, yang terdiri dari beras, telur, dan susu sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Bupati Konut,H.Ikbar,SH.,MH saat menyampaikan sambutanya.

Bupati H. Ikbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IBI Kabupaten Konawe Utara atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut. Menurutnya, peran bidan sangat strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam pencegahan stunting serta pemenuhan gizi sejak dini.

Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau wilayah-wilayah lain di Kabupaten Konawe Utara agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Konawe Utara, kepala OPD terkait, Ketua IBI Kabupaten Konawe Utara, Camat dan Lurah Asera, serta sejumlah Kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Konawe Utara.

Lintasoheo.com | Alenggo — Di jantung Desa Alenggo, sebuah inisiatif luar biasa tumbuh dan menghadirkan harapan baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat. Bertepatan dengan Hari Inovasi Indonesia, 1 November 2025, Binaan UMKM Teras Pangan Alenggo resmi terbentuk atas inisiasi PT Makmur Lestari Primatama (MLP).

Inilah awal perjalanan ketika singkong dan pisang—yang sebelumnya dipandang sebagai hasil kebun biasa—bertransformasi menjadi pilar penopang ekonomi desa.

Teras Pangan Alenggo bukan sekadar kelompok usaha, melainkan rumah inovasi kuliner berbahan baku hasil bumi desa. Dapur kreasi ini berfokus mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Saat ini, mereka telah menghasilkan tujuh varian produk unggulan yang menjadi duta rasa Desa Alenggo.

Produk Olahan Singkong:

1. Keripik Singkong Original

2. Keripik Singkong Pedas

3. Keripik Singkong Balado

Produk Olahan Pisang:

1. Keripik Pisang Original

2. Keripik Pisang Manis

3. Keripik Pisang Cokelat

4. Keripik Pisang Balado

Keunggulan produk ini tak hanya diakui di tingkat lokal. Salah satu momen membanggakan adalah ketika produk Teras Pangan Alenggo dipamerkan pada Pertemuan TP PKK di Wanggudu, Konawe Utara, sebagai bagian dari produk unggulan TP PKK Kecamatan Langgikima.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha, Teras Pangan Alenggo menjalin kerja sama strategis dengan Kopa Mart PPA serta berbagai tempat usaha lokal di Desa Alenggo. Langkah ini membuka akses pasar sekaligus memperkuat perputaran ekonomi desa.

Superintendent External PT MLP, Arifin Lahay, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya pada bidang pendapatan riil dan kemandirian ekonomi.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Alenggo,” ujarnya.

Dukungan penuh datang dari berbagai pihak. Ketua TP PKK Desa Alenggo, Nurul Hidayah, menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat mendukung dan bangga. Semoga ke depan pemerintah desa dan perusahaan dapat terus mendukung kegiatan UMKM ini agar semakin berkembang,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Alenggo (BPD), Irvan Hamzah, menilai Teras Pangan Alenggo sebagai langkah strategis dalam membangun ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT MLP atas dukungan terhadap terbentuknya UMKM binaan tersebut.

Irvan berharap Teras Pangan Alenggo dapat terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi lokal.

Kisah Teras Pangan Alenggo menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat lokal mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi, mengubah hasil bumi sederhana menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Program ini sangat membanggakan dan menjadi langkah nyata membangun perekonomian Desa Alenggo. Bahan bakunya berasal dari desa sendiri, sehingga tercipta simbiosis mutualisme antara pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya.

Irvan berharap Teras Pangan Alenggo dapat terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Semoga ke depan UMKM ini mampu memutar roda ekonomi Desa Alenggo dengan memberdayakan masyarakat setempat. Kami juga berharap PT MLP semakin maju dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Lintasoheo.com | Konut – Dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia Tahun 2025, PT Makmur Lestari Primatama (MLP) dan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) melalui Program Kolaborasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Bidang Pendidikan sukses melaksanakan sosialisasi edukatif HIV/AIDS bertema “Berani Tahu, Berani Peduli” di SMAN 1 Langgikima, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 66 siswa-siswi yang dipilih sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman komprehensif mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS sejak dini, sekaligus memutus rantai penyebaran HIV serta menghapus stigma negatif di masyarakat.

Perwakilan PT MLP, Arifin Lahay, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Ini adalah langkah konkret PT MLP untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan yang benar. Kami ingin memastikan siswa-siswi memiliki pemahaman kuat mengenai pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Perwakilan PT PPA, Ishak Mursidin, menekankan pentingnya pembinaan karakter dan pergaulan yang sehat bagi masa depan remaja.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu siswa-siswi menjauhi pergaulan bebas. Di tahun 2025 ini, mari kita berkomitmen bersama: Stop Stigma, Stop AIDS,” tegasnya.

Paparan Medis dan Edukasi Humanis

Hadir sebagai pemateri utama, dr. Arlis menyampaikan materi secara interaktif mengenai bahaya HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Ia menekankan pentingnya metode pencegahan ABCDE sebagai panduan utama:

1. Abstinence – Tidak melakukan seks bebas.

2. Be Faithful – Setia kepada pasangan yang sah.

3. Condom – Menggunakan kondom bagi pasangan sah.

4. Drug No – Menjauhi narkoba, terutama penggunaan jarum suntik.

5. Education – Mengakses informasi dan edukasi yang benar.

Selain aspek medis, dr. Arlis menegaskan pentingnya empati dan dukungan moral kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Penderita HIV adalah teman kita. Mari kita berikan dukungan moral dan hentikan segala bentuk diskriminasi,” tambahnya.
Kegiatan Interaktif dan Penghargaan Bagi Peserta

Sosialisasi dikemas dalam beberapa pos kegiatan, mulai dari Pos Penyuluhan dengan konten visual kreatif seperti poster dan video, hingga Pos Konsultasi Dokter untuk sesi tanya jawab langsung. Untuk menambah motivasi, PT MLP dan PT PPA juga memberikan penghargaan (reward) bagi siswa paling aktif, antusias, dan kelompok paling kreatif.

Kepala Sekolah SMAN 1 Langgikima, Amrin, S.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi kedua perusahaan dalam mendukung pengembangan sekolah.

“Kami berterima kasih kepada PT MLP dan PT PPA atas seluruh dukungan yang selalu diberikan kepada sekolah kami. Sosialisasi ini sangat krusial bagi siswa. Kami berharap program pendidikan seperti ini dapat terus berkelanjutan ke depannya,” ujar Amrin.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, cerdas, dan bebas HIV/AIDS.

Lintasoheo.com | Konut – warga Kecamatan Asera, Masrin resmi melaporkan seorang pria bernama Supratman ke Polres Konawe Utara (Konut) atas dugaan tindak pidana pemerasan, Selasa (9/12/2025). Laporan tersebut diajukan melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum R.P.G & Rekan, yakni Adv. Ramis Pomalingo, S.H., dan Adv. Jumrin, S.H.

Kuasa hukum Masrin, Ramis Pomalingo, S.H., menjelaskan bahwa perkara ini berawal dari kesalahpahaman antara kliennya dan Supratman pada 28 November 2025. Saat itu, Supratman menuduh Masrin memiliki hubungan terlarang dengan istrinya.

Masrin membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya hanya berteman baik dengan istri Supratman sejak sebelum pasangan itu menikah.

Awal Kejadian di Penginapan

Masalah bermula ketika istri Supratman, yang disamarkan dengan nama Bunga, menghubungi Masrin dan meminta bantuan untuk dibawakan makanan ke sebuah penginapan di Konut karena sedang bertengkar dengan suaminya. Di lokasi, Bunga ditemani sahabatnya berinisial NB.

Tak lama berselang, Supratman datang dalam keadaan emosi dan mengamuk di dalam kamar. Ia bahkan disebut sempat mengayunkan kepalan tangan ke wajah Masrin. Meski istrinya telah menjelaskan bahwa tidak terjadi apa-apa, Supratman langsung menjatuhkan talak cerai pada saat itu juga.

Diduga Memaksa Denda Adat dan Meminta Rp60 Juta

Pasca kejadian, Supratman disebut memaksa Masrin untuk menjalani sanksi adat (Peohala). Dalam kondisi tertekan, Masrin menyanggupi. Namun, saat proses denda adat hendak dilaksanakan, Supratman justru meminta uang sebesar Rp60 juta.

“Karena klien kami tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, Supratman mengancam akan melaporkannya kepada atasannya, yakni Kasat Pol PP. Selain itu, Terlapor juga menyebarkan opini di media sosial seolah-olah terjadi perzinahan antara Masrin dan istrinya,” ujar Ramis.

Dipolisikan Atas Dugaan Pemerasan

Advokat Jumrin, S.H., menambahkan bahwa laporan ini diajukan dengan dasar Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan.

“Pasal tersebut menjelaskan bahwa barang siapa memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang, membuat utang, atau menghapus piutang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dapat dipidana hingga 9 tahun penjara,” jelas Jumrin.

Pihak kuasa hukum berharap penyidik Polres Konut menindaklanjuti laporan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Lintasoheo.com | Kendari – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong percepatan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR). Regulasi ini dianggap mendesak untuk memastikan pengelolaan CSR, khususnya di sektor pertambangan, berjalan lebih transparan, terarah, dan bebas dari manipulasi.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kadin Sultra, Supriadi, saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Raperda TJSLP yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Selasa (18/11/2025).

“Kadin dan secara pribadi mendukung penuh langkah pemerintah dan DPRD Sultra dalam membentuk produk hukum terkait Raperda CSR,” ujarnya.

Pengawasan CSR Masih Lemah

Supriadi menilai, selama ini pengaturan mengenai pelaksanaan CSR belum efektif karena pengelolaannya berada sepenuhnya di tangan perusahaan, hanya berpedoman pada UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tanpa mekanisme pengawasan eksternal yang jelas.

Ketiadaan kontrol tersebut membuka peluang manipulasi laporan CSR, padahal laporan tersebut merupakan salah satu syarat penting dalam proses penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“CSR ini kan dikelola perusahaan sendiri. Lalu siapa yang mengawasi? Tidak ada. Nah, Perda inilah yang akan menjadi instrumen pengawasan sekaligus memastikan transparansi pengelolaan CSR benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Tidak Ada Standar Nominal CSR

Ia juga menyoroti belum adanya ketentuan baku mengenai besaran biaya CSR yang wajib dialokasikan perusahaan. Padahal setiap investasi yang masuk ke daerah harus memperhatikan aspek sosial-lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Hal itu, kata Supriadi, sejalan dengan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun realitasnya, di banyak wilayah tambang, keberadaan perusahaan belum sepenuhnya memberi dampak kesejahteraan.

“Ke depan, ketika Perda ini lahir, tata kelola CSR harus benar-benar terarah. Penyalurannya bukan tunai, tapi berbentuk program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Usulan Kadin untuk Raperda TJSLP

Supriadi mengusulkan sejumlah poin penting yang perlu dicantumkan dalam Raperda, di antaranya:

Penetapan nominal atau persentase standar CSR yang wajib dialokasikan perusahaan.

Kewajiban mengunggah laporan pertanggungjawaban CSR ke sistem OSS, sebagai bukti transparansi.

Penerapan sanksi tegas bagi perusahaan yang tidak patuh, mulai dari teguran, sanksi administrasi, hingga pencabutan izin.

Ia menegaskan, apabila perusahaan mengajukan RKAB tanpa melampirkan laporan CSR, pemerintah daerah harus menolak permohonan rekomendasinya.

“Kalau sudah berulang kali tidak patuh, harus ada opsi pencabutan izin. Untuk apa datang berinvestasi di daerah kita kalau mengelola CSR saja tidak bisa dan pembangunan masyarakat tidak berjalan?” pungkasnya.

Lintasoheo com | Konut – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir, kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove dilaksanakan di Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, pada 15 November 2025.

Kegiatan ini melibatkan jajaran perusahaan, pemerintah setempat, serta masyarakat pesisir sebagai langkah konkret mengatasi dampak abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem mangrove.

Penanaman Mangrove sebagai Simbol Kepedulian Lingkungan

Rijal, selaku Kepala Teknik Tambang (KTT), menyampaikan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan pesisir yang semakin rentan terhadap degradasi.

“Program ini diharapkan menjadi simbol kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga ekosistem mangrove sebagai upaya menghadapi tantangan degradasi lingkungan pesisir akibat abrasi,” ujarnya.

Dukung Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, Rifki Dilema, Kepala Divisi Health Safety Environment (HSE), menjelaskan bahwa manfaat penanaman mangrove sangat luas, baik secara ekologis maupun sosial ekonomi.

“Program penanaman 1.000 pohon mangrove bertujuan melindungi pantai dari abrasi, meningkatkan keanekaragaman hayati, menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim, serta menopang ekonomi masyarakat pesisir. Mangrove merupakan habitat penting bagi berbagai spesies ikan, udang, kepiting, hingga burung,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan pesisir sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

–

Lintasoheo.com | Konut — Komitmen kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali membuahkan hasil nyata di Sulawesi Tenggara.

Panen raya jagung Kuartal ke-IV di atas lahan seluas 126 hektare di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), menjadi tonggak keberhasilan sinergi tiga pihak: Polda Sultra, Pemerintah Daerah Konut, dan PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP).

Kegiatan panen yang berlangsung pada Jumat, 14 November 2025 pukul 10.02 Wita ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Gideon Arif Setyawan, S.I.K., M.H.

Lanjutan Program Ketahanan Pangan Polda Sultra

Panen Kuartal IV ini merupakan kelanjutan dari program penanaman jagung yang dicanangkan Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., pada 9 Agustus 2025. Program ini menjadi bagian dari langkah Polda Sultra dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait stabilitas pangan melalui pertanian terpadu dan kolaboratif.

Dalam sambutannya, Brigjen Gideon menegaskan bahwa panen ini merupakan bukti nyata efektivitas kerja sama lintas lembaga.

“Polda Sultra berkomitmen penuh menyukseskan program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan. Panen ini adalah hasil dari kolaborasi perdana yang langsung menunjukkan dampak positif,” ujarnya.

Wakapolda turut mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk Pemda Konut, PT AKP, dan kelompok tani yang telah bekerja keras mengawal proses penanaman hingga panen.

Semangat Gotong Royong untuk Kedaulatan Pangan

Sebelumnya, saat memimpin penanaman jagung Kuartal III di lokasi yang sama, Kapolda Sultra menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Kolaborasi kita antara Pemda dan TNI–Polri merupakan bukti bahwa keberhasilan lahir dari kerja sama dan semangat gotong royong untuk ketahanan pangan. Ketahanan pangan mantap, situasi kamtibmas hebat,” tegas Kapolda.

Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari skema pemberdayaan masyarakat oleh PT AKP bagi warga lingkar tambang melalui pemanfaatan lahan produktif seluas total 126 hektare.

Selaras dengan Program Nasional Presiden

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, sebelumnya juga menyatakan bahwa sinergi lintas pihak ini sejalan dengan upaya mendukung program Asta Cita Presiden H. Prabowo Subianto, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Polda Sultra, Pemda Konut, dan PT AKP juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan sarana pertanian kepada kelompok tani, antara lain:

1 unit mesin pengering jagung

1 unit mesin pencacah

8 unit alat tanam

Benih jagung dan Pupuk

Bantuan tersebut diberikan pada kegiatan penanaman Kuartal III dan dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas petani Desa Tambakua.

Hadir dalam Kegiatan Panen Raya

Panen raya ini turut dihadiri oleh:

Wakil Bupati Konut, H. Abu Haera

Kapolres Konut, AKBP Rico Fernanda

GM PT AKP, Mr. Lee Soung Yen

Ketua DPRD Konut, Herman Sewani

Jajaran Forkopimda Konut

Tokoh masyarakat dan kelompok tani setempat.

Lintasoheo com | Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Konawe Utara, Senin (10/11/2025).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, mewakili Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Konawe Utara, Herman Sewani, Staf Ahli TP-PKK Hj. Sarlina Abuhaera, unsur Forkopimda Konut, para Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Konawe Utara.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Abuhaera membacakan sambutan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak datang begitu saja, melainkan merupakan hasil dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pahlawan.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang yang dilandasi semangat pengorbanan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan tiga teladan utama yang dapat diwarisi dari para pahlawan bangsa, yaitu:

1. Kesabaran para pahlawan.

2. Semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

3. Pandangan jauh ke depan demi kemajuan generasi penerus.

Wakil Bupati menegaskan bahwa perjuangan di era modern tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi melalui ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian.

“Semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tutur Abuhaera.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaitkan semangat perjuangan pahlawan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup penguatan ketahanan nasional, kemajuan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Menutup amanatnya, Wakil Bupati Abuhaera mengajak seluruh masyarakat Konawe Utara untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai pengingat agar api perjuangan tidak pernah padam.

“Kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tetap menyala. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak nyata bagi bangsa,” pungkasnya.

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.