Lintasoheo.com | Papua – Dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan membelot dan bergabung dengan kelompok bersenjata di Papua. Keduanya diketahui telah meninggalkan satuannya sejak tahun 2021.

Prajurit pertama, Prada Yotam Bugiangge, merupakan anggota Yonif 756/WMS Kompi C Senggi. Ia dilaporkan bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tahun 2021.

Sementara itu, prajurit kedua, Pratu Lukius Y. Matuan, sebelumnya tergabung dalam Yonif 400 Raider. Ia diketahui membelot dan bergabung dengan kelompok bersenjata pimpinan Sabinus Waker, yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua pada tahun yang sama.

Kedua prajurit tersebut kemudian dinyatakan desersi dan masuk dalam daftar pencarian TNI. Tindakan mereka dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap disiplin dan sumpah prajurit, sekaligus menjadi pengingat penting akan tantangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar, membenarkan bahwa kedua prajurit tersebut telah dinyatakan desersi dan tidak lagi berstatus sebagai anggota aktif TNI.

“Mereka telah meninggalkan kesatuan tanpa izin dan bergabung dengan kelompok bersenjata. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap disiplin militer dan sumpah prajurit,” tegas Mayjen Nugraha.

Ia menegaskan, TNI tetap berkomitmen menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah Papua.

“Kami akan terus melakukan pendekatan teritorial dan penegakan hukum bersama aparat terkait untuk memastikan situasi di Papua tetap kondusif,” ujarnya.

Langkah pembelotan kedua prajurit ini menjadi perhatian serius, mengingat keduanya sebelumnya merupakan bagian dari pasukan elit yang memiliki disiplin tinggi. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat penting akan kompleksitas tantangan keamanan di wilayah Papua.

Lintasoheo.com | Jakarta – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara kembali mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jumat (19/9/2025). Kedatangan mereka untuk menekan aparat penegak hukum agar segera memproses laporan dugaan tindak pidana kehutanan oleh PT. Bumi Sentosa Jaya (BSJ) di Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, menyebut kasus tersebut telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra sejak 13 Desember 2024. Namun, hingga kini laporan itu mandek tanpa kejelasan.

“Kehadiran kami di Kejagung RI hari ini merupakan upaya pressure terhadap laporan kami yang tidak diproses di Kejati Sultra sejak Desember 2024 lalu,” kata Hendro yang akrab disapa Egis.

Ia menjelaskan, laporan itu memuat dugaan perambahan Kawasan Hutan Lindung oleh PT. BSJ dengan luas bukaan mencapai 87,36 hektare tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Temuan tersebut, kata dia, juga pernah diungkap dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Berdasarkan temuan BPK RI, bukaan Kawasan Hutan Lindung oleh PT. BSJ seluas 87,36 hektare merupakan aktivitas pertambangan,” terangnya.

Egis menilai, kasus PT. BSJ seharusnya ditindak tegas sebagaimana penindakan yang dilakukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) terhadap PT. TMS di Pulau Kabaena.

“Kalau kasus PT. TMS ditindak, maka PT. BSJ juga seharusnya diperlakukan sama. Jangan sampai ada diskriminasi,” tegasnya.

Di hadapan perwakilan Kejagung, Ampuh Sultra mendesak agar Kejagung segera turun ke lokasi PT. BSJ untuk melakukan investigasi serta penindakan.

Lebih jauh, Egis membeberkan adanya dugaan keterlibatan nama besar di balik perusahaan tambang tersebut. Hasil penelusuran Ampuh mendapati ada nama bos Lamborghini Indonesia yang masuk dalam jajaran direksi PT. BSJ.

“Kami menduga, keberadaan nama besar itu menjadi salah satu alasan kasus PT. BSJ belum disentuh aparat penegak hukum,” tutupnya

 

Lintasoheo.com |Malang,- Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), IMI (Institut Molekul Indonesia) dan RAHO Club (Reverse Aging dan Homeostasis) berkolaborasi melakukan penelitian inovatif uji pre klinis kombinasi Gelembung nano NO (Nitric Oxide), Mg (Magnesium), dan Gelembung Nano Hidrogen (GNH) sebagai potensi terapi baru dalam dunia medis. Langkah awal eksplorasi manfaat kombinasi NO, Mg, dan GNH terhadap kesehatan sel dan regenerasi jaringan sebagai terobosan Terapi Komplementer Teknologi Nano. Kombinasi NO, Mg, dan GNH. RAHO Club yang mensponsori seluruh biaya penelitian.

GNH hasil penelitian IMI, antioksidan mengurangi stres oksidatif yang menjadi penyebab berbagai penyakit kronis. Selain itu GNH memperbaiki fungsi endotel, meningkatkan metabolisme energi mitokondria serta untuk kesehatan kardiovaskular.

Mg, mineral esensial yang berperan dalam lebih dari 300 reaksi enzimatik dalam tubuh, termasuk menjaga kesehatan otot dan saraf, jantung, serta tekanan darah. Selain itu, Mg berperan dalam produksi energi (ATP), pembentukan tulang dan gigi, serta regulasi kadar gula darah untuk mencegah diabetes.

Sedangkan NO, masyarakat awam mengenal sebagai zat berbahaya dalam bentuk polusi udara. Salah satu gas beracun (radikal bebas) dalam asap rokok yang dihasilkan selama proses pembakaran tembakau dan dari asap kendaraan bermotor yang terbentuk selama proses pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan pada suhu tinggi. Namun tubuh manusia mampu menghasilkan NO yang justru banyak manfaat.

Dalam tubuh, molekul gas NO diproduksi secara alami oleh sel endotel (lapisan pembuluh darah) dalam tubuh dan berperan penting dalam berbagai fungsi fisiologis seperti peran pentingnya dalam vasodilatasi dan peningkatan aliran darah, sehingga dapat membantu pengobatan penyakit kardiovaskular. Namun banyak faktor dapat menghambat produksinya seperti penuaan, penyakit, stres oksidatif dan gaya hidup yang salah.

Uji pre klinis ini, NO diberikan dalam bentuk gelembung berukuran nano. Fungsinya mempermudah masuknya NO ke dalam sistem tubuh karena ukurannya yang super kecil. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran perlunya dilakukan penelitian gelembung nano NO dan manfaatnya dalam tubuh.

Penelitian uji pre-klinis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan keamanan kombinasi NO, Mg, dan GNH dalam mendukung terapi berbagai penyakit, dimulai dengan melakukan uji toksisitas akut terhadap sediaan uji kombinasi NO, Mg, dan GNH dalam larutan infus. Uji toksisitas akut ini diperlukan untuk menilai efek langsung dan rentang dosis yang aman,

Penelitian di LPPT UGM (Universitas Gajah Mada) dan Laboratorium Riset FK UNSOED dimulai 29 Mei 2024 sampai dengan 21 Agustus 2024. Tim peneliti menggunakan model hewan tikus jenis Sprague dawley untuk mengamati efek kombinasi tersebut terhadap berbagai parameter biologis.

Ketua tim penelitian, Dr. dr. Dody Novrial, M.Si.Med, Sp.PA., mengungkapkan “Hasil uji pre klinis khususnya uji toksisitas akut yang sudah dilakukan sebagai tahapan awal pengembangan bahan obat berdasarkan peraturan BPOM RI ini, mengindikasikan sediaan larutan gelembung nano NO, Mg dan GNH yang aman dengan parameter utama keamanan di LD50 dan dapat dilanjutkan pada penelitian selanjutnya dengan penyesuaian dosis”. LD50 atau Lethal Dose 50% merupakan jumlah zat yang bisa membunuh setengah dari kelompok hewan uji dalam sebuah percobaan.

Setelah dilakukan uji toksisitas akut dengan hasil yang aman, penelitian yang beranggotakan Dr. dr. Nur Signa Aini Gumilas, M.Biotech, Dhadhang Wahyu Kurniawan, S.Si, M.Sc, Apt, Ph.D, dan Nor Sri Inayati, S.Si, M.Biotech ini, akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya yaitu uji toksisitas subkronik dengan penyesuain dosis.
Tujuan uji toksisitas subkronik untuk mengetahui kemungkinan adanya efek toksik setelah pemberian sediaan uji berulang dalam jangka waktu tertentu. Uji toksisitas subkronik ini dimulai 9 Desember tahun lalu dan direncanakan akan selesai pada Juli 2025.

Menjawab pertanyaan langkah lanjut penelitian, Dr Dody menjelaskan,
“Jika hasil uji pre-klinis menunjukkan keberhasilan, langkah berikutnya adalah uji klinis pada manusia untuk mengonfirmasi efektivitasnya lebih lanjut”, penjelasannya.

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi akademisi dan lembaga penelitian dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.
IMI berharap penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan terapi medis berbasis kombinasi NO, Mg, dan GNH yang lebih aman dan efektif dalam menangani berbagai penyakit di masa depan.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Oleh Soleh menyatakan, pihaknya siap berjihad ke Myanmar untuk membela Rohingya jika hal itu bisa dilakukan.

Hal itu untuk menepis anggapan bahwa warga Nahdlatul Ulama dan juga kader PKB kurang keras terkait krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

“Ada pihak lain yang menganggap bahwa NU kurang keras, PKB kurang keras. Kalau mau jihad ke sana ayo aja. Cuma persoalannya bisa nggak? Kan nggak bisa. Ini jalur lintas negara, lintas diplomatik, lintas aturan,” kata Oleh kepada Kompas.com, Jumat (8/9/2017).

Menurut Oleh, dalam menghadapi krisis kemanusiaan, hal yang harus diutamakan adalah nahi munkar bil maruf, yakni melawan kejahatan dengan kebaikan. Banyak cara dilakukan untuk membantu muslim Rohingya, salah satunya dengan memberikan bantuan semampunya.

Jakarta – Giring Ganesha alias Giring ‘Nidji’ mantap memutuskan terjun ke dunia politik melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Untuk merayakannya, Giring menggelar syukuran di kediamannya, Pondok Pinang, Jaksel.

Acara ini digelar di kediaman Giring, Jl Deplu Raya, Perumahan Pinang Residence, Pondok Pinang, Jaksel, Jumat (8/9/2017). Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka serta keluarga Giring dan kerabatnya. Acara syukuran ini digelar secara sederhana.

Dalam acara ini, istri Giring, Cynthia Riza, menceritakan awal mula sang suami terjun ke dunia politik. Ia mengatakan, Giring ingin terjun ke dunia politik karena terinspirasi Presiden Joko Widodo.

“Pagi-pagi langganan koran, baca, up to date soal politik. Kalau di rumah Ibu, di meja makan pasti diomongin politik. Sudah nggak asing lagi buat Mas Giring politik,” kata Cynthia.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.