Lintasoheo.com | Surabaya – Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakatnya dan mewujudkan visi Konawe Utara yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN.Eng, terus memperluas jejaring kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Bupati Konut tandatangani kerjasama dengan Unair Surabaya

Kali ini, Bupati Ruksamin bersama Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dengan Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya.

Kerjasama ini mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, pelatihan, penelitian, pengkajian, dan pengabdian masyarakat.

Acara penandatanganan PKS ini berlangsung di Gedung Baru Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya pada hari Rabu, 5 Juni 2024.

Pada Kesempatan itu, Bupati Ruksamin mengungkapkan rasa syukurnya serta ucapan terima kasih kepada Universitas Airlangga yang telah menerima Pemda Konawe Utara untuk menjalin kerjasama ini.

“Ini suatu kebahagiaan dan kehormatan yang luar biasa bagi kami bahwa Pemda Konawe Utara dapat diterima. Kerjasama ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Bupati Ruksamin juga menekankan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari implementasi visinya, Konasara (Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing).

Menurutnya, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencapai visi tersebut.

“Untuk menuju visi tersebut, maka kita harus meningkatkan SDM-nya dulu,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Konawe Utara adalah daerah yang kaya akan sumber daya alam, dan untuk mengelola kekayaan tersebut diperlukan SDM yang unggul.

Selanjutnya Ia mengatakan dalam mendukung peningkatan SDM di wilayahnya, bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Utara saat ini telah menggratiskan biaya SPP bagi seluruh mahasiswa asal Konawe Utara.

Kebijakan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Pemda dalam mendorong peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.

Sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti kerjasama ini, Bupati Ruksamin langsung menginstruksikan dinas terkait untuk memprogramkan 20 ASN asal Konawe Utara untuk melanjutkan pendidikan S2 di Unair.

“Untuk seleksinya kami serahkan kepada plihak universitas, kami hanya merekomendasikan, dan untuk biayanya ditanggung oleh Pemda” ucapnya dengan tegas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Mohammad Nasih, mengapresiasi inisiatif Bupati Ruksamin.

Ia menyatakan bahwa Universitas Airlangga sangat menyambut baik kerjasama ini dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh.

“Kami sangat menyambut baik kerjasama ini dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh. Universitas Airlangga siap berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Konawe Utara melalui program-program akademik dan penelitian yang unggul,” kata Prof. Nasih.

Dalam acara penandatanganan PKS tersebut, Bupati Ruksamin didampingi oleh para staf ahli, sejumlah kepala OPD, dan kabag lingkup Pemda Konawe Utara.

Sebagai ungkapan terima kasih, dikesempatan itu Bupati juga menyerahkan cendera mata kepada Direktur Pascasarjana Unair.

Lintasoheo.com | Konut – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe Utara, Melalui Bidang Pengembangan Budaya Baca, melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Literasi Minat Baca di Kecamatan Andowia Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan tanggal 4 Juni 2024 berlokasi di Aula Balai Kelurahan Andowia.

Kegiatan Sosialisasi tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan dari unsur BPD, LKD, Guru/Tenaga Kependidikan, PKK dan Karang Taruna.

Kegiatan Sosialisasi diselenggarakan dalam rangka meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong peningkatan Indeks Desa Mandiri

Kesuksesan program transformasi perpustakaan dapat dicapai melalui:

Peningkatan layanan informasi melalui koleksi bahan pustaka, komputer dan internet
Memfasilitasi kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat (pelibatan masyarakat).

Advokasi dan Kemitraan untuk membangun dukungan dan mendorong keberlanjutan program
Sosialisasi program ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan tentang transformasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial sekaligus untuk membangun komitmen bersama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe Utara.

Kegiatan sosialisasi program diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Sebagian besar peserta menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Konut pada Program Transformasi Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial ini.

 

Lintasoheo.com | Konut – Badan Keungan dan Aset Daerah(BKAD), Kabupaten Konawe Utara(Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra), Irwan. hadiri Rapat Koordinasi Forkopimda dalam hal penurunan status Tanggap Darurat Banjir ke Transisi Pemulihan. bertempat di Aula Anawai Ngguluri Lantai dua Kantor Bupati Konut pada Senin(27/05/2024.

Kehadirannya dalam mengikuti rapat tersebut, Badan Keuangan dan Aset Daerah salah satu Badan terkait dan Garda terdepan dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Konawe Utara

Rapat penurunan status tanggap darurat banjir ke masa transisi pemulihan,dipimpin langsung Bupati Konut, H.Ruksamin.

Rapat Koordinasi penurunan status tanggap darurat banjir tersebut di Pimpin Bupati Konawe Utara, H.Ruksamin.

Dalam rapat koordinasi tersebut. Bupati Konut, Ruksamin memutuskan mencabut dan menurunkan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan yang dimulai 27-3 juni 2024.

Penurunan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan diputuskan saat Pemkab kabupaten Konawe Utara Melakukan rapat Koordinasi bersama Forkopimda, PLT Sekda, Pimpinan OPD, Camat, dan F-PRB Konut

Hasil dari masukan BMKG, dilihat dari prakiraan cuaca beberapa hari kedepan curah hujan diprediksi Juni sampai Juli masih akan bertamba. dan selama status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan selama satu minggu dan terjadi banjir susulan maka akan diberlakukan kembali status tanggap darurat banjir.

Dari kejadian banjir yang terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut tercatat ada 48 KK 158 jiwa, jumlah yang mengungsi 6 KK 27 jiwa yang terjadi di 3 kecamatan dari 8 Desa terdampak.

Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 7 ruas jalan. di tiga Kecamatan 8 Desa yang terdampak.

Konut sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai tgl 29 April 2024. kemudian ditingkatkan menjadi status tanggap darurat banjir mulai 9-16 mei dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 26 Mei 2024. dan status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 27 mei – 3 juni 2024.

Status tanggap darurat diturunkan ke transisi pemulihan. Status tersebut diberlakukan satu minggu kedepan. dan penurunan status akan kembali berubah, apabila situasi hujan deras dan banjir kembali terjadi, Maka status tanggap darurat banjir akan kembali diberlakukan.

 

 

Lintasoheo.Com | Konut – Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST. M. Si., IPU ASEAN Eng., bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024 tingkat Kabupaten Konawe Utara.

Upacara dilaksanakan di halaman kantor Bupati Konawe Utara. Sabtu, 1 Juni 2024

Perintah Hari Lahir Pancasila yang bertemakan ” Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045″,
turut dihadiri Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera S. Sos., M. Si., Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara, Forkompinda, kepala OPD lingkup pemerintah setempat.

Sebagai Inspektur upacara, Bupati Konawe Utara membacakan teks pidato dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.

Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri dan berdaulat.

sebagai sebuah bangsa yang majemuk, Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya menjadi bintang yang memandu kehidupan bangsa agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara.

Keberadaan Pancasila merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia.
Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi nilainilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong

Keberagaman yang ada merupakan berkat yang dirajut dalam identitas nasional “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, saya mengajak komponen bangsa di mana pun berada untuk bahu membahu membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai meja statis, Pancasila terbukti mampu mempersatukan kita dalam menghadapi beragam gelombang tantangan dan ujian sejarah, sehingga sampai dengan saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar.

Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Konawe Utara kali ini di ikuti , ASN, TNI, Polri dan pelajar.

LintasOheo.com | Konut – Salah satu Warga Kecamatan Langgikima , Adrianus Selaku Ketua Aliansi Masyarakat Langgikima Menyoroti Proyek Pekerjaan Jembatan yang Tidak Layak Pakai. Papan Plat Jembatan Berlogo Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Konawe Utara.(BPBD Konut).

“Saya atas nama Adrianus sebagai ketua aliansi masyarakat Kecamatan Langgikima bersuara menyoroti proyek Jembatan yang baru saja selesai dibuat  tahun anggaran 2023. tetapi tidak layak pakai  untuk dilewati sampai seperti ini,”ungkapnya.

Dalam vidio yang berdurasi 3,20 menit. terlihat mobil yang akan melewati jembatan tersebut tidak bisa menyeberang mobil tersebut mundur untuk mencari jalan pintas.

“Proyek ini belum lama dikerjakan tetapi sudah hampir seperti ini bisa kita lihat eh seperti ini modelnya jadi di sini juga ada nampak lubang ini besar ya karena campuran tidak sesuai juga tidak sesuai dengan standar anggaran yang ada,”jelas Adrianus.

Olehnya itu sebagai ketua aliansi Kecamatan Langgikima menyoroti pekerjaan jembatan yang dikerjakan pihak Kontraktor yang mana pekerjaan tersebut tidak dikerjakan dengan spek standar anggaran yang ada.

Atas nama aliansi masyarakat Langgikama dirinya akan berkoordinasi dengan kontraktor yang telah mengerjakan jembatan itu untuk segera bertanggung jawab. Lanjut kata dia akan menyampaikan keluhan Masyarakat kepada DPRD, dan segera bergerak cepat untuk membuat surat keberatan kepada Pemda Konut,DPR,PU dan Dinas Terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD),”kesal Adrianus.

“Kami akan segera bergerak cepat membuat surat keberatan kepada Pemda, DPRD, PU, dan Dinas terkait BPBD Konut. harapan kami DPR segera bertindak untuk melakukan proses pemanggilan terhadap pihak kontraktor, untuk segera bertanggung jawab. Terima kasih selamat sore,”tutup Adrianus terdengar dalam Vidio yang beredar dari via Whadshap.

Diketahui Jembatan tersebut berada dititik koordinat dekat Kuburan umum jalan poros Kecamatan Langgikima.

 

 

LintasOheo.com | Konut – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara(Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra). Dalam rangka Peningkatan Layanan Kepada Masyarakat, Puskesmas Wanggudu Raya, Melaksanakan Re-Akreditasi, Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Wanggudu Raya, Senin(27/05/2024).

Re-Akreditasi ini dilaksanakan selama tiga hari oleh Komite Kesehatan Akreditasi Pratama (KKAP). pada tanggal 27 sampai 29 Mei 2024. Re-Akreditasi tersebut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Konut, Camat Asera, Aswar Amirudin, Forkopimcam, Kepala Desa/ Lurah, Ketua & Anggota BPD, Pimpinan SD/ SMP, Ketua TP-PKK, dan para kader.

Mengawali kegiatan Re-Akreditasi, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Konawe Utara, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), dalam sambutannya menyampaikan. Akreditasi adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh lembaga eksternal terhadap hasil penilaian kesesuaian proses dengan standar yang berlaku(digunakan).

“Akreditasi Puskesmas adalah suatu pengakuan terhadap hasil proses penilaian eksternal, oleh Komisioner Akreditasi terhadap puskesmas, apakah sesuai dengan standar yang ditetapkan,”jelas Kabid.

Mengapa perlu Akreditasi Puskesmas, pemberian pelayanan publik yang berkualitas dan mampu memberikan kepuasan bagi Masyarakat. Merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh Pemerintah. Puskesmas sebagai ujung tombak dan sekaligus sebagai tolak ukur pelayanan publik di bidang kesehatan.

“Re-Akreditasi merupakan proses penilaian ulang kualitas puskesmas melalui pembinaan dan perbaikan pelayanan kesehatan. Melalui Re-Akreditasi, kita berharap Puskesmas Wanggudu Raya bisa mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas dan mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat. merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah, Puskesmas sebagai ujung tombak dan sekaligus sebagai tolak ukur pelayanan publik di bidang kesehatan,”terangnya

Ditempat yang sama, camat asera dalam sambutannya mengatakan Re – Akreditasi yang dilaksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari Mini Loka Karya Lintas Sektoral (LINSEK) yang sudah kita laksanakan beberapa minggu yang Lalu, dengan tujuan membangun sinergitas serta menguatkan kembali komitmen kita sebagai langkah awal untuk meningkatkan mutu Pelayanan Kesehatan di Kec. Asera khususnya diwilayah kerja Puskesmas Wanggudu Raya.

Aswar menambahkan, mutu kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara. akan menjadi lebih baik apabila petugas kesehatan, Pemerintah Desa/ Kelurahan, dan stakeholder terkait, selalu bersinergi dan memiliki komitmen yang sama dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Melalui kesempatan ini, saya menitip pesan kepada petugas kesehatan Puskesmas wanggudu raya agar selalu bersikap profesional dan tidak mengedepankan status sosial pasien dalam memberikan pelayanan,” harap Aswar.

Dronesultra.co.id | Konut – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara(Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra), Nurjanah Efendy. hadiri Rapat Koordinasi Forkopimda dalam hal penurunan status Tanggap Darurat Banjir ke Transisi Pemulihan. bertempat di Aula Anawai Ngguluri Lantai dua Kantor Bupati Konut pada Senin(27/05/2024.

Kehadirannya dalam mengikuti rapat tersebut adalah Dinas yang dipimpinnya salah satu Dinas terkait dan Garda terdepan dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Konawe Utara

Rapat Koordinasi penurunan status tanggap darurat banjir tersebut di Pimpin Bupati Konawe Utara, H.Ruksamin.

Dalam rapat koordinasi tersebut. Bupati Konut, Ruksamin memutuskan mencabut dan menurunkan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan yang dimulai 27-3 juni 2024.

Penurunan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan diputuskan saat Pemkab kabupaten Konawe Utara Melakukan rapat Koordinasi bersama Forkopimda, PLT Sekda, Pimpinan OPD, Camat, dan F-PRB Konut

Hasil dari masukan BMKG, dilihat dari prakiraan cuaca beberapa hari kedepan curah hujan diprediksi Juni sampai Juli masih akan bertamba. dan selama status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan selama satu minggu dan terjadi banjir susulan maka akan diberlakukan kembali status tanggap darurat banjir.

Dari kejadian banjir yang terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut tercatat ada 48 KK 158 jiwa, jumlah yang mengungsi 6 KK 27 jiwa yang terjadi di 3 kecamatan dari 8 Desa terdampak.

Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 7 ruas jalan. di tiga Kecamatan 8 Desa yang terdampak.

Konut sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai tgl 29 April 2024. kemudian ditingkatkan menjadi status tanggap darurat banjir mulai 9-16 mei dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 26 Mei 2024. dan status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 27 mei – 3 juni 2024.

Status tanggap darurat diturunkan ke transisi pemulihan. Status tersebut diberlakukan satu minggu kedepan. dan penurunan status akan kembali berubah, apabila situasi hujan deras dan banjir kembali terjadi, Maka status tanggap darurat banjir akan kembali diberlakukan.

 

 

LintasOheo.com | Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara(Pemkab Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra). Bupati Konut, H.Ruksamin memutuskan, mencabut Status Tanggap Darurat Banjir dan berlakukan Transisi Pemulihan. bertempat di Aula Anawai Ngguluri Lantai dua Kantor Bupati Konut pada Senin(27/05/2024.

Dalam rapat koordinasi tersebut. Bupati Konut, Ruksamin memutuskan mencabut dan menurunkan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan yang dimulai 27-3 juni 2024.

Penurunan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan diputuskan saat Pemkab kabupaten Konawe Utara Melakukan rapat Koordinasi bersama Forkopimda, PLT Sekda, Pimpinan OPD, Camat, dan F-PRB Konut

Hasil dari masukan BMKG, dilihat dari prakiraan cuaca beberapa hari kedepan curah hujan diprediksi Juni sampai Juli masih akan bertamba. dan selama status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan selama satu minggu dan terjadi banjir susulan maka akan diberlakukan kembali status tanggap darurat banjir.

Dari kejadian banjir yang terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut tercatat ada 48 KK 158 jiwa, jumlah yang mengungsi 6 KK 27 jiwa yang terjadi di 3 kecamatan dari 8 Desa terdampak.

Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 7 ruas jalan. di tiga Kecamatan 8 Desa yang terdampak.

Konut sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai tgl 29 April 2024. kemudian ditingkatkan menjadi status tanggap darurat banjir mulai 9-16 mei dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 26 Mei 2024. dan status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 27 mei – 3 juni 2024.

Penurunan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan diberlakukan satu minggu kedepan. Status tanggap darurat banjir akan kembali berlaku  apabila situasi hujan deras dan banjir kembali terjadi.

 

LintasOheo.com | Konut – Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra). Djunaedi. menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda dalam hal Penurunan Status Tanggap Darurat Banjir ke Transisi Pemulihan. bertempat di Aula Anawai Ngguluri Lantai dua Kantor Bupati Konut pada Senin(27/05/2024.

Kehadirannya dalam rapat koordinasi itu sebagai Dinas terkait dalam penanggulangan bencana Pemerintahan Kabupaten Konawe Utara.

Dalam rapat koordinasi tersebut. Bupati Ruksamin memutuskan mencabut dan menurunkan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan yang dimulai 27-3 juni 2024.

Penurunan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan diputuskan saat Pememerintah kabupaten Konut. Melakukan rapat bersama Forkopimda, PLT Sekda, Pimpinan OPD, Camat, dan F-PRB.

Hasil dari masukan BMKG, dilihat dari prakiraan cuaca beberapa hari kedepan curah hujan diprediksi Juni sampai Juli masih akan bertamba. dan selama status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan selama satu minggu dan terjadi banjir susulan maka akan diberlakukan kembali status tanggap darurat banjir.

Dari kejadian banjir yang terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut tercatat ada 48 KK 158 jiwa, jumlah yang mengungsi 6 KK 27 jiwa yang terjadi di 3 kecamatan dari 8 Desa terdampak.

Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 7 ruas jalan. di tiga Kecamatan 8 Desa yang terdampak.

Konut sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai tgl 29 April 2024. kemudian ditingkatkan menjadi status tanggap darurat banjir mulai 9-16 mei dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 26 Mei 2024. dan status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 27 mei – 3 juni 2024.

Penurunan Status yang diberlakukan satu minggu kedepan bisa saja berubah apabila situasi hujan deras dan banjir kembali terjadi.

 

LintasOheo.com | Konut – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra). Djunaedi. menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda dalam hal Penurunan Status Tanggap Darurat Banjir ke Transisi Pemulihan. bertempat di Aula Anawai Ngguluri Lantai dua Kantor Bupati Konut pada Senin(27/05/2024

Dalam rapat koordinasi tersebut. Bupati Ruksamin memutuskan mencabut dan menurunkan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan yang dimulai 27-3 juni 2024.

Penurunan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan diputuskan saat Pememerintah kabupaten Konut. Melakukan rapat bersama Forkopimda, PLT Sekda, Pimpinan OPD, Camat, dan F-PRB.

Hasil dari masukan BMKG, dilihat dari prakiraan cuaca beberapa hari kedepan curah hujan diprediksi Juni sampai Juli masih akan bertamba. dan selama status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan selama satu minggu dan terjadi banjir susulan maka akan diberlakukan kembali status tanggap darurat banjir.

Dari kejadian banjir yang terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut tercatat ada 48 KK 158 jiwa, jumlah yang mengungsi 6 KK 27 jiwa yang terjadi di 3 kecamatan dari 8 Desa terdampak.

Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 7 ruas jalan. di tiga Kecamatan 8 Desa yang terdampak.

Konut sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai tgl 29 April 2024. kemudian ditingkatkan menjadi status tanggap darurat banjir mulai 9-16 mei dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 26 Mei 2024. dan status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 27 mei – 3 juni 2024.

Status pemulihan yang diberlakukan satu minggu kedepan bisa saja berubah apabila situasi hujan deras dan banjir kembali terjadi.

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.