Lintasoheo.com | Konut – Ratusan umat Hindu di Desa Laumoso, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara menggelar pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (18/3/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.50 WITA tersebut diikuti kurang lebih 150 peserta, terdiri dari warga yang menggunakan kendaraan roda dua, satu unit mobil sound system, serta peserta yang berjalan kaki.

Pawai ogoh-ogoh mengambil rute start dari Balai Desa Laumoso, melintasi Jalan Trans Sulawesi, depan Mapolsek Wiwirano, menuju Lorong 2 Kolosua, dan kembali finis di Balai Desa Laumoso.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapolsek Wiwirano Ipda German Sero Saputra Rante, SH, MH, memberikan imbauan kamtibmas kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan selama menggunakan jalan umum agar kegiatan berjalan lancar.

“Diharapkan seluruh peserta tetap tertib di jalan, menjaga keselamatan dan menghormati pengguna jalan lainnya, sehingga kegiatan ini berlangsung aman dan kondusif,” ujar Kapolsek dalam arahannya.

Pawai ogoh-ogoh ini diselenggarakan oleh Karang Taruna bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Laumoso sebagai bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Wiwirano yang dipimpin langsung oleh Kapolsek turut melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap terkendali.

Pawai berakhir sekitar pukul 18.40 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tradisi rutin masyarakat Hindu setempat yang dilaksanakan setiap tahun sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.

Lintasoheo.com | Konut – Insiden kecelakaan maut kembali terjadi di jalur perlintasan Trans Sulawesi. Sebuah mobil Mitsubishi Light Truck hancur setelah dihantam mundur oleh Dump Truck Hino yang gagal menanjak di Desa Tangguluri, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Selasa (17/3/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA tersebut merenggut nyawa Nasruddin (44), pengemudi Mitsubishi Light Truck berwarna kuning dengan nomor polisi B 9367 TQA. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Konawe Utara akibat luka parah pada bagian wajah dan patah tulang tangan.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan dari Sat Lantas Polres Konawe Utara, kecelakaan bermula saat Mobil Hino Dump Truck R10 (DD 8440 KE) yang dikemudikan oleh Mustamin (55) melaju dari arah selatan menuju utara (Desa Tangguluri ke arah Kelurahan Wanggudu).

Saat melewati jalanan menanjak dan menikung di Desa Tangguluri, truk besar tersebut diduga kehilangan tenaga. Naas, kendaraan tersebut justru meluncur mundur secara tiba-tiba dan menghantam bagian depan Mitsubishi Light Truck milik korban yang berada tepat di belakangnya.

“Mobil tersebut tidak dapat menanjak kemudian secara tiba-tiba berjalan mundur dan menabrak mobil di belakangnya. Truk terus berjalan mundur hingga menghantam pagar dan rumah warga,” tulis laporan resmi kepolisian.

Olah TKP dan Evakuasi
Warga yang berada di lokasi kejadian segera melakukan evakuasi terhadap Nasruddin yang terjepit di kabin kemudi. Namun, kondisi luka yang sangat berat membuat nyawa pria asal Desa Landiwo tersebut tidak tertolong sebelum sampai di rumah sakit.
Pihak Sat Lantas Polres Konawe Utara yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP.

Hasil pemeriksaan menunjukkan:
* Terdapat bekas seretan kendaraan dan ceceran darah di aspal.
* Pecahan kendaraan berserakan di titik tabrakan.
* Kondisi jalanan di lokasi memang dikenal rawan karena kontur yang menanjak dan menikung.

Status Barang Bukti
Hingga berita ini diturunkan, Mobil Hino Dump Truck (R10) telah diamankan di Mako Polres Konawe Utara untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, unit Mitsubishi Light Truck (R6) masih berada di lokasi kejadian menunggu proses evakuasi lanjutan.

Dua orang saksi, yakni Alfian Gufri Albar (36) dan Susila (51), telah dimintai keterangan oleh pihak penyidik untuk memperjelas penyebab pasti gagalnya sistem pengereman atau tenaga pada truk Hino tersebut.

Lintasoheo.com | Konsel – Dugaan keterlibatan oknum Babinsa inisial B dalam kasus pengeroyokan disertai pembakaran sepeda motor terhadap seorang pria berinisial P di Desa Watumelewe, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, disebut tidak benar.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa kedatangan oknum Babinsa di lokasi kejadian perkara (TKP) justru untuk meredam situasi setelah menerima laporan adanya keributan dan dugaan pengeroyokan di desa tersebut.

Sumber yang diperoleh media ini menjelaskan, saat oknum Babinsa tiba di lokasi, korban pengeroyokan sudah lebih dahulu diamankan di rumah Kepala Desa Watumelewe guna menghindari situasi yang semakin memanas.

“Babinsa datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Saat tiba, korban sudah berada di rumah kepala desa untuk diamankan,” ungkap sumber kepada media ini, Minggu (15/3/2026).

Sebelumnya, salah satu media online memberitakan bahwa dalam peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi pada 9 Februari 2026 sekitar pukul 11.00 Wita di Desa Watumelewe, disebutkan adanya keterlibatan oknum Babinsa dalam aksi pengeroyokan terhadap korban .

Berdasarkan hasil penelusuran media ini, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita malam, bermula ketika korban datang berkunjung ke rumah seorang perempuan berinisial B, yang disebut sebagai kekasihnya, setelah mendapat panggilan untuk bertemu.

Namun, kedatangan korban di rumah tersebut bukan di panggil justru korban memaksa datang secara dia diam melalui melalui pintu belakang rumah dan langsung menuju kamar tidur perempuan tersebut.

Aksi korban kemudian diketahui oleh orang tua perempuan tersebut. Saat itulah terjadi keributan yang diduga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban setelah ia ditarik keluar dari dalam rumah.

Merasa tidak terima karena ada pria yang tidak dikenal masuk ke dalam rumahnya melalui pintu belakang dan langsung menuju kamar anaknya, pemilik rumah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Konawe Selatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian dari Polres Konawe Selatan bergerak cepat mengamankan pihak yang diduga terlibat guna kepentingan penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian itu.

 

Lintasoheo.com | Konut – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, PT Bumi Sentosa Jaya (BSJ) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan membagikan total 286 paket parcel lebaran untuk masyarakat di dua desa sekitar wilayah operasional perusahaan.(12 Maret 2024).
​
​Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan pemerintah desa masing-masing:
Desa Boenaga 196 Paket.
Desa Boedingi 90 Paket.

Pernyataan Manajemen PT. BSJ
​Rijal, selaku Kepala Teknik Tambang (KTT), menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata empati perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

​”Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu masyarakat dalam menyambut dan merayakan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

​Senada dengan hal tersebut, Joko Sulistyo selaku Humas PT. BSJ, menegaskan bahwa pemberian bantuan ini adalah bagian dari agenda tahunan perusahaan.

​”Kegiatan rutin ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam implementasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat lingkar tambang dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H,” tambah Joko.

​Harapan Perusahaan
​Melalui program PPM ini, PT. Bumi Sentosa Jaya berharap hubungan harmonis antara perusahaan dan warga desa lingkar tambang terus terjaga, serta kehadiran perusahaan dapat memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan sosial masyarakat.

Lintasoheo.com | Konut – Menjelang fajar kemenangan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT Makmur Lestari Primatama (MLP) kembali menunjukkan kepeduliannya melalui aksi sosial. Perusahaan pertambangan nikel ini menyalurkan bantuan parcel lebaran bagi masyarakat yang berada di wilayah lingkar tambang pada Jumat (06/03).

​Prosesi penyerahan bantuan yang sarat akan suasana kekeluargaan ini dipusatkan di Kantor Desa Molore Pantai.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Luki, perwakilan manajemen PT Makmur Lestari Primatama, kepada jajaran Pemerintah Desa dan perwakilan warga untuk kemudian didistribusikan secara merata.

​Wujud Komitmen Sosial Perusahaan ​Program ini merupakan bagian dari implementasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada pilar sosial budaya.

Penyaluran bantuan ini menjangkau warga di lima desa sekitar wilayah operasional, yakni:
​Desa Lameruru
​Desa Ngapa Inia
​Desa Molore
​Desa Molore Pantai
​Desa Alenggo

​Luki menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya perusahaan untuk memperkuat tali silaturahmi dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.

​”Momentum Ramadan dan Idulfitri adalah saat yang tepat bagi kami untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan berharap bingkisan parcel ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dalam menyambut hari raya,” ujar Luki.

​Apresiasi dari Pemerintah Desa
​Kehadiran program ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Molore Pantai. Ariffudin, Sekretaris Desa Molore Pantai, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian berkelanjutan yang diberikan oleh PT MLP.

​”Kami mewakili pemerintah desa dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT MLP. Kepedulian ini sangat berarti bagi warga kami, terutama dalam suasana menyambut lebaran. Kami mendoakan semoga PT MLP semakin jaya dan sukses dalam operasionalnya,” ungkap Ariffudin.

​Senada dengan pemerintah desa, Serianti, salah seorang warga penerima manfaat, menyatakan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia berharap program kebaikan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

​PT Makmur Lestari Primatama berkomitmen untuk menjadikan industri pertambangan sebagai penggerak kesejahteraan sosial di Kabupaten Konawe Utara. Melalui berbagai program CSR dan PPM, perusahaan berupaya memberikan kontribusi positif yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah tambang.

PT Makmur Lestari Primatama (MLP)
Konawe Utara, Sulawesi Tenggara
​Tips Pengiriman ke Redaksi Media:
​Sertakan Foto: Lampirkan 2-3 foto resolusi tinggi yang menunjukkan momen penyerahan simbolis antara pihak perusahaan dan warga.

​Laporan:Darwis

Lintasoheo.comKonut – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melalui Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) melaksanakan Audit Kinerja Tahap II Tahun 2025 dengan fokus pada aspek pelaksanaan dan pengendalian di lingkungan Polres Konawe Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sanika Satyawada Polres Konawe Utara, Senin (10/11/2025).

Audit kinerja tersebut diawali dengan sambutan Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., dan Pengendali Teknis Tim 2 Itwasda Polda Sultra Kombes Pol. Santiaji Kartasasmita, S.I.K.. Hadir pula Wakapolres Kompol Sumarso, S.Sos., para pejabat utama, serta para Kapolsek jajaran.

Kegiatan audit ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 10 hingga 12 November 2025, dengan tujuan memastikan efektivitas pelaksanaan tugas dan pengendalian kegiatan di lingkungan Polres Konawe Utara sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku di tubuh Polri.

Adapun susunan Tim Audit Kinerja Tahap II Itwasda Polda Sultra yang bertugas di Polres Konawe Utara, yakni:

1. Kompol Urva Lomansyah, S.Si., S.I.K., M.H. – Ketua Tim 2 Bidang Opsnal.

2. AKP Zaruna, S.H. – Bidang SDM.

3. AKP Muh. Ali Akbar, S.H. – Bidang Logistik.

4. AKP Sainal Alimin, S.E., M.M. – Bidang Garkeu.

5. Ipda Eko Bambang Susilo, S.H. – Bidang Garkeu.

6. Bripol Furqaan – Anggota Pemeriksa.

Dalam sambutannya, Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda mengucapkan selamat datang kepada tim Itwasda Polda Sultra yang dipimpin oleh Kombes Pol. Santiaji Kartasasmita, serta menegaskan kesiapan jajarannya dalam menghadapi audit kinerja tahap II tersebut.

“Meskipun jumlah personel Polres Konawe Utara yang membawahi empat Polsek dari tiga belas kecamatan masih terbatas, namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Konawe Utara,” ujar AKBP Rico Fernanda.

Sementara itu, Kombes Pol. Santiaji Kartasasmita dalam arahannya menjelaskan bahwa audit kinerja tahap II ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan audit tahap I yang menitikberatkan pada aspek perencanaan dan pengorganisasian.

“Kami dari tim audit tidak hanya berperan sebagai pemeriksa, tetapi juga sebagai konsultan. Dari hasil evaluasi tahap pertama, masih ditemukan sejumlah temuan klasik yang perlu segera diperbaiki, terutama terkait belum adanya rencana kegiatan yang terstruktur,” jelas Kombes Santiaji.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil audit dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kinerja bagi seluruh satuan kerja di jajaran Polres Konawe Utara, sehingga pelaksanaan tugas Polri semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Lintasoheo.com | Kendari – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe Utara, Hj. Wisra Wastawati Ikbar, S.Tr.Keb, menghadiri ajang Pemilihan Putri Citra Indonesia dan Putra Putri Batik Tenun Sultra & Kebaya Nasional Tahun 2025 yang digelar di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Minggu (28/9/2025).

Acara bergengsi ini resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari, dan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Staf Ahli TP PKK Sultra Ratna Lada, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sultra, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sultra Munana Asrun Lio, serta Ketua Argadia Citra Indonesia Provinsi Sultra, Dessy Indah Rachmat.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Wisra Wastawati Ikbar juga dipercaya menyerahkan piala dan penghargaan kepada salah satu peserta yang berhasil meraih juara. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan penuh terhadap para generasi muda Sultra yang berprestasi sekaligus menjaga eksistensi budaya bangsa.

Menariknya, Ketua Dekranasda Konawe Utara tampil anggun dengan balutan kain tenun khas Konasara berwarna pink. Pilihan busana tersebut sekaligus memperkenalkan identitas serta kebanggaan daerah Konawe Utara di panggung provinsi.

Tidak hadir sendiri, Wisra Wastawati didampingi sejumlah pengurus Dekranasda Konawe Utara. Mereka bersama-sama memberikan semangat bagi peserta ajang ini yang tidak hanya mengedepankan sisi kecantikan dan ketampanan, tetapi juga kecerdasan, bakat, serta kecintaan terhadap budaya batik, tenun, dan kebaya nasional.

“Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan kekayaan kain khas daerah ke tingkat nasional,” ujarnya usai acara.

Dengan kehadiran Ketua Dekranasda Konawe Utara, diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan perajin lokal, serta mendorong promosi kain tenun khas Konasara agar lebih dikenal luas.

Lintasoheo.com | Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah. Dalam rangka itu, Wakil Bupati Konawe Utara memimpin langsung rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola PAD, yang digelar di ruang kerjanya, senin (29/9/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh OPD yang memiliki peran strategis dalam pemungutan PAD, mulai dari sektor pajak daerah, retribusi, hingga pemanfaatan potensi sumber daya daerah lainnya. Kehadiran para pimpinan OPD diharapkan dapat menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi guna meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam pengelolaan PAD.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa PAD merupakan salah satu instrumen penting untuk membiayai pembangunan daerah tanpa bergantung sepenuhnya pada dana transfer dari pusat. Oleh karena itu, setiap OPD dituntut untuk lebih kreatif, inovatif, serta berkomitmen dalam menggali potensi daerah yang ada.

“Optimalisasi PAD harus dilakukan secara terukur dan transparan. Semua potensi yang ada harus bisa dimanfaatkan dengan baik, tentu dengan tetap mengedepankan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Wakil Bupati.

Selain itu, rapat juga membahas kendala-kendala yang selama ini dihadapi dalam pemungutan PAD, seperti rendahnya kepatuhan wajib pajak, keterbatasan sistem pemungutan, hingga perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai solusi pun diusulkan, mulai dari digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi, peningkatan pengawasan, hingga sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menargetkan, melalui langkah-langkah strategis yang disepakati dalam rapat tersebut, penerimaan PAD tahun berjalan dapat meningkat signifikan dan mampu menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, Pemkab Konawe Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan PAD yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.

Lintasoheo.com | Konut – PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 kembali menunjukkan komitmennya dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya di sektor pendidikan. Jumat (27/09/2025), perusahaan merealisasikan bantuan pembangunan pagar pengaman untuk SDN 06 Landawe.

Pagar sekolah ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan anggaran yang selama ini menjadi kendala. Keberadaan pagar dinilai penting untuk menjaga kebersihan, kerapian, sekaligus mencegah masuknya hewan ternak ke lingkungan belajar-mengajar.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT KES SK 321, Yuris Wirawan, S.T., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pendidikan di wilayah operasional.

“Kami berharap bantuan ini membawa manfaat besar bagi sekolah. Ke depan, PT KES SK 321 akan terus berkontribusi melalui program-program PPM Pendidikan lanjutan,” ujarnya.

Apresiasi datang dari pihak sekolah. Kepala SDN 06 Landawe, Made Medana, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan perusahaan.

“Alhamdulillah, permintaan pembuatan pagar sekolah kami sudah terealisasi. Terima kasih kepada manajemen PT KES SK 321 yang merespons cepat kebutuhan kami,” ungkapnya.

Ia juga berharap perhatian serupa dapat terus berlanjut, sekaligus menginspirasi perusahaan lain di lingkar tambang untuk turut mendukung dunia pendidikan.

Realisasi pembangunan pagar ini berawal dari kunjungan tim eksternal PT KES SK 321 ke SDN 06 Landawe. Dari hasil diskusi bersama pihak sekolah, disepakati bahwa pembangunan pagar menjadi prioritas utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan kondusif.

Lintasoheo.com | Kendari – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, memimpin langsung Rapat Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Abrasi dan Gelombang Pasang Kabupaten Konawe Utara yang digelar di Hotel Claro Kendari, Jumat (26/9/2025).

Rapat tersebut menjadi tindak lanjut atas fenomena abrasi pantai yang melanda Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, pada 15 September 2025 lalu. Kejadian ini menimbulkan kerusakan di wilayah pesisir, mengancam infrastruktur, dan mengganggu aktivitas warga.

Dalam arahannya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa pemerintah daerah harus sigap merespons kondisi darurat yang berpotensi meluas.

“Penetapan status siaga darurat ini penting agar langkah penanganan bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan mendapat dukungan lintas sektor. Kita tidak boleh menunggu situasi semakin parah baru bertindak,” ujarnya.

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para kepala OPD terkait, unsur TNI-Polri, BPBD, serta perwakilan lembaga kemanusiaan. Selain membahas dampak abrasi di Desa Laimeo, forum ini juga memetakan potensi ancaman gelombang pasang di sejumlah titik pesisir Konawe Utara.

Beberapa keputusan penting yang dihasilkan antara lain:

Penetapan status siaga darurat selama 14 hari ke depan dengan opsi perpanjangan sesuai perkembangan di lapangan.

Penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat pesisir untuk kesiapsiagaan bencana.

Penyediaan bantuan darurat berupa logistik, kebutuhan dasar, serta hunian sementara bagi warga terdampak.

Rencana rehabilitasi jangka menengah seperti pembangunan tanggul penahan ombak dan relokasi permukiman di zona rawan abrasi.

Bupati Ikbar juga menginstruksikan BPBD dan OPD teknis lainnya untuk segera menurunkan tim ke lapangan guna melakukan asesmen cepat.
“Kita harus pastikan masyarakat di pesisir merasa terlindungi dan mendapat bantuan segera. Pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman,” tambahnya.

Dengan penetapan status siaga darurat ini, pemerintah berharap penanganan bencana abrasi dan gelombang pasang di Konawe Utara bisa lebih terstruktur, sekaligus menjadi langkah antisipasi agar dampaknya tidak semakin meluas.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.