LintasOheo.com | Buton Selatan — Warga Desa Lawele, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, digemparkan oleh peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang nenek bernama Hajrah (60). Korban ditemukan tewas setelah ditelan seekor ular piton sepanjang tujuh meter saat sedang berkebun, Jumat (4/7/2025).

Berdasarkan keterangan keluarga, sejak pagi korban pergi seorang diri ke kebun untuk memanen hasil kebun seperti biasanya. Hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.

Kepala Desa Lawele, La Ode Amir, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara menyebar ke area kebun. Sekitar pukul 17.00 WITA, warga menemukan seekor ular piton besar dengan perut membuncit yang mencurigakan.

“Kami curiga melihat ular itu diam dan perutnya sangat besar. Warga langsung berinisiatif menangkap dan membelah ular tersebut. Ternyata benar, di dalam perutnya ada jasad nenek Hajrah,” ujar La Ode Amir kepada wartawan.

Kapolsek Sampolawa, IPTU Basrun, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan situasi dan membantu proses evakuasi bersama warga.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung ke lokasi. Korban sudah ditemukan di dalam perut ular dan berhasil dievakuasi oleh warga. Ini murni kecelakaan alam, dan keluarga korban sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas,” ungkap IPTU Basrun.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Kapolsek mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan tidak sendirian saat beraktivitas di kebun atau hutan, mengingat kawasan tersebut masih menjadi habitat ular liar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan jika memungkinkan, jangan pergi ke kebun seorang diri, terutama di wilayah yang jarang dilalui orang,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Lawele, serta menjadi peringatan akan bahaya satwa liar yang mengancam keselamatan manusia.

 

 

 

LintasOheo.com | Konut — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) melalui Sekretariat Daerah (Sekda) secara resmi turun langsung ke lapangan untuk meninjau jalannya proses Pemeriksaan Setempat (PS) yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri (PN) Unaaha, pada Kamis, 3 Juli 2025.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses hukum perkara perdata Nomor 7/PDT.G/2025/PN.UNH yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Unaaha. Perkara ini berkaitan dengan sengketa lahan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara.

Dalam perkara tersebut, Sdr. Basmanto bertindak sebagai penggugat dengan PT Bumi Nikel Nusantara (BNN) sebagai tergugat, atas dugaan keterkaitan dengan objek sengketa berupa sebidang tanah yang kini berada di kawasan strategis tambang nikel.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor: 100/308/2025 yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Utara, Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd., Pemkab Konut memastikan kehadiran dan keterlibatan aktif unsur teknis dalam proses pemeriksaan, di antaranya:

Kepala Dinas PUPR
Kepala Dinas Perhubungan
Kepala Dinas DPMPTSP
Kepala Bagian Hukum Setda Konut.

Tim dari Pengadilan Negeri Unaaha melakukan verifikasi lapangan bersama para pihak yang bersengketa, termasuk penggugat, tergugat, serta unsur pemerintah daerah.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan berharap penyelesaian sengketa ini dapat memberikan keadilan bagi semua pihak.

“Kami mendukung proses hukum yang objektif dan transparan, serta mengharapkan hasil terbaik bagi kepentingan masyarakat Konawe Utara,” ujar Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi sengketa diduga berada di kawasan hutan produksi terbatas, yang dulunya berstatus kawasan lindung pada tahun 2007.

Menurutnya, lahan tersebut masih menjadi bagian dari hak Negara dan patut dipertanyakan jika terdapat klaim kepemilikan pribadi.

“Sebagai mantan Camat Molawe, saya mengetahui bahwa wilayah tersebut adalah Kawasan Negara. Jadi jika sekarang dipersoalkan sebagai milik pribadi, perlu dicermati secara hukum apa dasar penguasaan dan alas haknya,” ujarnya.

Objek sengketa yang tengah diperiksa diketahui berkaitan dengan SK Bupati Konawe Utara Nomor 199 Tahun 2022.

Sekda menegaskan bahwa pihak pemerintah akan mengikuti proses hukum sepenuhnya dan menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan untuk menilai apakah unsur hukum dan kepemilikan lahan terpenuhi oleh penggugat.

“Apa yang menjadi keinginan penggugat akan dikaji oleh hakim. Apakah unsur-unsurnya terpenuhi atau tidak. Pemerintah siap menerima hasil putusan yang objektif dan berkeadilan,” tegasnya.

Keterlibatan aktif OPD teknis dalam pemeriksaan ini mencerminkan komitmen Pemda Konawe Utara untuk menyelesaikan persoalan lahan secara terbuka dan berdasarkan hukum.

Proses pemeriksaan berjalan dengan lancar dan kondusif, disertai pengawalan dari aparat keamanan guna memastikan kegiatan berlangsung tertib.

 

 

LintasOheo.com | Konut — Pemda Konawe Utara bersama Seluruh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara, memperingati Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025. Momentum ini menjadi wujud penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Konawe Utara diisi dengan berbagai kegiatan seperti apel bersama, bakti sosial, bhakti religi, serta turnamen olahraga yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan sinergitas yang solid antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Hadir dalam acara peringati hari Bhayangkara yang ke-79.Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si.Prokopimda Staf Ahli, Asisten, para Kepala OPD, Kabag,serta seluruh jajaran ASN Pemda Konut.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH.menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polri atas peran strategisnya dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurut Bupati Konut. H Ikbar, Polri semakin matang di usia ke-79. Polri diharapkan dapat terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban penegakan hukum di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Polri juga harus menjadi sahabat masyarakat yang selalu siap mendengar, memahami, dan memberikan solusi. Selain itu, Polri harus dapat terus meningkatkan pelayanan publik dengan cepat, tepat, Presisi, humanis, dan berkeadilan.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saya meyakini bahwa sinergi dan kolaborasi antara Polri dan semua stakeholder pemerintah, baik pusat maupun sampai ke tingkat desa serta seluruh elemen masyarakat perlu untuk terus diperkuat,” jelas Ikbar.

Polri, tidak bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai undang-undang, tetapi perlu melakukan kolaborasi dan sinergi lebih erat dengan semua pihak. Bupati pun memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Utara siap untuk terus berkolaborasi serta bersinergi dengan Polri dalam rangka menjaga stabilitas nasional di bidang keamanan maupun politik.

“Selamat Dirgahayu Bhayangkara ke-79. Semoga Polri semakin profesional, presisi, dan terus menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang terpercaya,” ujar Bupati Ikbar.

Dengan semangat Bhayangkara ke-79, diharapkan Polres Konawe Utara semakin solid dan presisi dalam mengawal keamanan dan ketertiban di wilayah Bumi Oheo.

 

 

 

LintasOheo.Com | Sultra – Dalam rangka menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan 65 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

‎
‎Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Kadin Provinsi Sultra, Anton Timbang melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi,
‎
‎Anton Timbang mengungkapkan, bahwa program MBG merupakan inisiatif pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 6 Januari 2025, dengan tujuan utama mengurangi malnutrisi dan stunting, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
‎
‎Lebih lanjut, Anton Timbang menambahkan, program ini menargetkan untuk memberikan makanan bergizi gratis kepada seluruh anak di Indonesia.
‎
‎Upaya Badan Gizi Nasional (BGN) dalam membangun 30.000 titik dapur SPPG merupakan langkah besar yang perlu mendapat dukungan luas.
‎
‎Di bawah kepemimpinan Anton Timbang, Kadin Provinsi Sultra siap menyukseskan program MBG dengan menargetkan membangun 65 titik SPPG.
‎
‎”Program MBG menjadi bagian dari upaya nasional mengatasi stunting dan gizi buruk, yang masih menjadi tantangan di Sulawesi Tenggara. Namun lebih dari itu, kami mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal agar program ini memberi efek berantai bagi ekonomi daerah,” ujar Ketum Kadin Sultra, Anton Timbang.
‎
‎Saat ini, lanjutnya, Kadin Sultra telah mengajukan 22 lokasi SPPG ke Badan Gizi Nasional. Alhasil, 11 lokasi SPPG telah disetujui oleh BGN dan masuk dalam tahapan proses persiapan SPGG/dapur MBG.

Lintasoheo.com| Konawe – Proses pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di Kelurahan Parauna, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menuai gelombang protes keras dari masyarakat.

Sejumlah warga melaporkan ke Dinas Koperasi dan UMKM karena merasa tidak dilibatkan dalam proses yang seharusnya bersifat transparan dan demokratis.

Camat Anggaberi, Latif Surangga, S.H., membenarkan bahwa pihaknya menerima instruksi dari Dinas Koperasi dan UMKM untuk melakukan mediasi. “Kami diminta memediasi masyarakat yang keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam pembentukan pengurus koperasi,” ujarnya.

Dalam proses mediasi tersebut, dikatakan telah ada kesepakatan bahwa jika akta notaris belum terbit, maka akan dilakukan pemilihan ulang. Namun setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, diketahui bahwa akta notaris sudah terbit. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Koperasi dan UMKM menginstruksikan agar susunan pengurus tetap dilanjutkan.

“Kalau nanti ada pergantian anggota, maka dilakukan melalui musyawarah luar biasa,” tegas Camat Latif.

Persoalan makin memanas setelah muncul dugaan bahwa pengurus koperasi diisi oleh keluarga dari tokoh-tokoh lingkungan seperti LPM dan kepala lingkungan. Warga mencurigai adanya konflik kepentingan. Menurut peraturan yang disampaikan Dinas Koperasi, yang tidak diperbolehkan menjadi pengurus adalah perangkat kelurahan, namun anak dari perangkat masih diperbolehkan.

“Saat ini Lurahnya masih pelaksana tugas dan belum ada SK definitif. Kami masih menunggu klarifikasi dari kelurahan dan laporan dari warga,” tambah Camat.

Keluhan lain yang mengemuka adalah soal undangan pemilihan yang dinilai tidak merata. Dari total 800 warga Parauna, hanya 45 undangan yang dikirimkan secara tertulis, sementara lainnya hanya mengandalkan informasi lisan. Ini menimbulkan ketimpangan partisipasi masyarakat dalam menentukan pengurus koperasi.

“Memang ada keterbatasan dari perangkat kelurahan, hanya 45 undangan yang disebar tertulis. Selebihnya, disampaikan lisan lewat RT dan RW, tapi faktanya banyak yang tak mengetahui proses pemilihan ini,” jelas Camat.

Kini masyarakat menanti itikad baik dari pemerintah kelurahan dan pengurus koperasi untuk menjawab kegelisahan mereka. Tuntutan utama warga jelas, pemilihan ulang secara terbuka dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, salah satu masyarakat keluhkan pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Parauna yang menurutnya tidak transparan.

“Kami sangat menyesalkan, kenapa masyarakat tidak dilibatkan sejak awal. Ini bukan koperasi pribadi, ini menyangkut kepentingan bersama,” tegas Abel, salah satu warga Parauna yang ikut melayangkan protes.

Abel bersama sejumlah warga telah melayangkan surat keberatan ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe pada 2 Juni 2024. Mereka kemudian bertemu langsung dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM untuk menyampaikan keluhan.

Menurut Abel, Kepala Dinas merespons cepat dengan mengonfirmasi langsung ke Camat Anggaberi mengenai legalitas pembentukan pengurus Kopdes Merah Putih. Hasilnya, terungkap bahwa pengurus koperasi sudah terbentuk tanpa partisipasi publik yang memadai.

“Setelah dicek, Kadis meminta pihak kecamatan untuk segera melakukan pengurusan ulang, karena memang banyak warga yang tidak dilibatkan,” jelas Abel.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Anggaberi kemudian menggelar pertemuan pada 4 Juni 2024. Pertemuan tersebut menghadirkan Camat Anggaberi, Plt Lurah Parauna, perangkat kelurahan, serta perwakilan masyarakat yang menyuarakan keberatan.

Dalam pertemuan itu disepakati secara tegas bahwa pemilihan ulang pengurus Kopdes Merah Putih harus segera dilakukan demi keadilan dan transparansi.

Abel menyoroti kejanggalan dalam proses awal pembentukan pengurus yang sebelumnya dilaksanakan, termasuk penunjukan langsung Ketua Pengawas tanpa melalui mekanisme yang sah.

Padahal, menurut Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025, Halaman 8 Nomor 2 poin 4, jabatan Ketua Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih seharusnya dipegang oleh Kepala Desa/Lurah sebagai ex-officio pengawas koperasi.

“Seharusnya Ketua Pengawas itu Lurah. Baru setelah itu dilakukan pemilihan untuk anggota pengawas lainnya. Tapi ini malah ditunjuk langsung, melanggar aturan,” imbuhnya.

Ironisnya, meski keputusan telah dibuat, hingga kini pemilihan ulang belum juga digelar. Justru, setelah pertemuan 4 Juni, terjadi rapat tertutup antara perangkat kelurahan dan pengurus lama, yang hanya menyampaikan rencana pemilihan ulang tanpa tindak lanjut nyata.

“Ini terkesan diulur-ulur. Kami sudah beri waktu, sudah ikut prosedur, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Ada apa ini? Jangan sampai kami anggap ini permainan untuk kepentingan segelintir orang,” sindir salah satu tokoh masyarakat setempat.

Lintasoheo.com | Konut — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Utara (Konut) bergerak cepat membersihkan tumpahan solar yang terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya dari wilayah Awila Puncak hingga Desa Banggarema,Rabu(18/6/2025).

Tumpahan solar yang diduga berasal dari kendaraan angkutan mengalami kebocoran tangki tersebut menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan menyebabkan kendaraan roda dua dan empat hilang kendali.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konut menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pada pagi hari dan langsung mengerahkan dua unit armada beserta personel untuk melakukan pembersihan.

“Kami prioritaskan keselamatan pengguna jalan. Penanganan dilakukan dengan penyemprotan air tekanan tinggi untuk mengurangi licinnya permukaan jalan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada para pengemudi kendaraan angkutan agar rutin memeriksa kondisi tangki dan sistem bahan bakar guna mencegah kejadian serupa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat insiden ini, namun lalu lintas sempat tersendat selama proses pembersihan berlangsung. Dinas Damkar dan Penyelamatan Konut memastikan seluruh ruas yang terdampak kini dalam kondisi aman dan dapat dilalui kembali.

 

Lintasoheo.com | Konut – PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi dengan menyelenggarakan kegiatan praktek lapangan tentang good mining practice bagi siswa SMK Pertambangan Nur Watukila. Sebanyak 15 siswa bersama guru pendamping mendapatkan pembelajaran langsung tentang prinsip-prinsip pertambangan berkelanjutan dari tim profesional ANTAM di Site Tapunopaka.

Para peserta mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Muh. Abil Irwandi menyatakan, “Kami sangat senang bisa belajar langsung tentang geologi dan teknik penambangan yang baik dari para ahli ANTAM.” Senada dengan itu, Qhais Wiryata Umar menambahkan, “Pembelajaran tentang pertambangan nikel menjadi sangat mudah dipahami berkat metode pengajaran yang jelas dari pembimbing ANTAM.”

Annaway Usman Kamil, S.Si selaku guru pendamping menyampaikan apresiasi, “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan belajar langsung di lokasi tambang ANTAM. Praktek semacam ini sangat penting untuk melengkapi pembelajaran di kelas.” Beliau juga menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat berlanjut hingga tingkat magang industri.

Hingga Juni 2025, ANTAM telah membuka kesempatan bagi 23 peserta dari berbagai institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara untuk mengikuti program magang, penelitian tugas akhir, dan PKL. Nasrullah, Operation Senior Manager PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara, menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM pertambangan yang kompeten dan berwawasan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memahami prinsip-prinsip pertambangan yang bertanggung jawab,” ujar Nasrullah. Ke depan, ANTAM akan terus memperkuat program pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan untuk mendukung pengembangan SDM di sekitar wilayah operasi pertambangan di Kabupaten Konawe Utara pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Tenggara pada umumnya.

Lintasoheo.com| Konut– Bupati Konawe Utara secara resmi mengukuhkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta melantik Pengurus TP PKK Kabupaten Konawe Utara periode 2025–2030. Prosesi ini digelar dengan khidmat di Aula Anawai Ngguluri, Lantai 1 Kantor Bupati Konawe Utara, pada Jumat (13/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya peran TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama di tingkat keluarga. Ia juga berharap kepengurusan baru mampu menjawab tantangan pembangunan sosial dan ekonomi melalui gerakan yang konkret dan terukur.

“TP PKK adalah ujung tombak pembangunan berbasis keluarga. Saya berharap pengurus yang baru dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Konawe Utara,” ujar Bupati.

Ketua TP PKK yang baru dilantik, dalam sambutannya, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat 10 program pokok PKK, dengan penekanan pada peningkatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam gerakan PKK.

“Kami siap bekerja dengan semangat kolaboratif dan inovatif. Fokus kami adalah memperkuat peran kader di tingkat desa dan kecamatan agar program-program PKK dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Utara.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, serta para kader PKK dari seluruh kecamatan se-Konawe Utara.

KENDARI, Lintas Oheo. Com- Kantor Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berbagi 500 Kg daging qurban kepada masyarakat kurang mampu, Sabtu (6/6/2025).

Ratusan kilo daging tersebut, diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua Umum KADIN Sultra, Anton Timbang, di Kantor KADIN, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.

Ketua Umum KADIN Sultra, Anton Timbang menuturkan, hari ini KADIN melaksanakan kegiatan berbagi daging qurban, dengan total sebanyak 500 Kilogram.

“Jadi tadi kita sudah menyerahkan secara simbolis sekitar 300 kilo daging, kepada masyarakat kurang mampu, khususnya yang memiliki kupon,” terangnya.

Sisanya lanjut dia, masih akan disalurkan kepada yang belum menerima, utamanya yang tidak memiliki kupon, dan ikut antri itu tetap kita berikan daging.

“Kita liat ini masih banyak daging yang terisa, namun kita pastikan yang belum tercover bisa diberikan, meski kuponnya tidak ada,” tuturnya.

Pada kesempatan itu juga, pihaknya mengaku sangat bersyukur, KADIN bisa berbagi kepada masayarakat kurang mampu, sebagaimana kita memaknai Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi.

“Ini merupakan agenda rutin KADIN Sultra setiap tahunnya, berbagai daging qurban dimomen Idul Adha, kepada masyarakat kurang mampu,” terangnya.

Kita berharap dengan kegiatan ini, bisa bermanfaat untuk masyarakat kurang mampu, penerima daging qurban.

“Semoga tahun depan dimomen yang sama, KADIN Sultra bisa berbagi daging qurban lebih dari yang kita salurkan hari ini, sehingga bisa menjangkau lebih banyak masayarakat kurang mampu,” harapnya menutup.

Lintasoheo.com | Konut – Diserahkan oleh Eksternal Relation PT. Bumi Sentosa Jaya Joko Sulistyo Widodo diterima langsung oleh Kepala Desa Boedingi (Aksar) Kades Boenaga (Hardin).

Rijal KTT PT. BSJ
Bantuan ini sebagai komitmen perusahan melalui Program Pengembangan Masyarakat terhadap daerah lingkar tambang dan baik Kepedulian perushaan terkait perayaan hati besar Idhul adha, tahun ini PT Bumi Sentosa Jaya bersama kontraktor PT Jaga Aman Sejahtera (Jatra) dan PT. Tambang Indonesia Raya (TIR) melakukan kegiatan PPM dengan bantuan sapi qurban di desa boedingi dan desa boenaga dng total 5 ekor sapi untuk 2 desa tersebut. semoga dengan kegiatan ini selalu mengingatkan kita makna dari idhul adha yaitu mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan nilai berbagi sekaligus Terdapat perintah untuk menyembelih hewan qurban dan melaksanakan ibadah haji yang wajib dilaksanakan bagi Anda yang memiliki kemampuan dari segi finansial maupun fisik.

Joko Sulistyo
program ini merupakan bagian dri program PPM perushaan melalui bantuan hewan kurban dengan pembelian hewan kurban di masyarkat sekitar .semoga melalui program ini dapt bermanfaat untuk masyarkat terutama nilai spiritual dlm mendekatkan diri kpd Allah SWT dng menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangannya
serta pengembangan ekonomi maayarkat di sektor peternakan sapi dpt termovasi dan terus berkembang..
Total sapi yg diadakan PT BSJ kontraktor sebanyak 5 ekor di tahun 2025.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.