Lintasoheo.Com, Konawe Utara – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyalurkan 500 paket bantuan dan 20 tenda pengungsi kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Santunan itu disalurkan langsung oleh Ketua F-PRB Sultra, Yudianto Mahardika, SH bersama pengurus F-PRB Sultra yang hadir dalam kegiatan itu. Terdapat 3 desa terdampak yang menerima santunan itu, antara lain, Desa Sambandete, Padalere Utama, dan Puuhialu.

Kedatangan tim F-PRB Sultra disambut langsung dari Pemerintah Daerah (Pemda) Konut oleh Bupati Konut, Ikbar,SH.,MH diwakili oleh Wakil Bupati Konut, Abu Haera, S.Sos.,M.Si, bersama Ketua F-PRB Konut, Jefri Ipnu,S.Pd dan Wakil Ketua F-PRB Konut, Sulaiman Tepamba, serta jaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Forkopimda Konut.

“Bantuan ini dari F-PRB Sultra kami berikan kepada saudara-saudara kita di Konawe Utara yang terdampak banjir. Semoga bermanfaat dan berkah,”ungkap Ketua F-PRB Sultra, Yudianto Mahardika dalam sambutannya di Sambandete, Kecamatan Oheo sebelum menyerahkan bantuan, Selasa 15 April 2025.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Sultra ini menyampaikan, sebanyak 500 paket sembako di berikan kepada masyarakat terdampak banjir serta tendang pengungsi bagi masyarakat yang kediamannya terkena banjir.

“Kami doakan semoga hujan cepat redah, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Tetap semangat, kami dari F-PRB Sultra akan selalu bersama masyarakat di Konawe Utara dan siap selalu membantu,”ujar Yudhi.

Menerima kedatangan tim F-PRB, Wabup Konut, Abu Haera mengucapkan rasa terimakasihnya atas perhatian dan kepedulian Ketua serta pengurus F-PRB Sultra yang telah menyalurkan bantuan bahan makan bagi masyarakat korban banjir.

Mantan Sekda Konut ini juga memberikan apresiasi besar kepemimpinan Yudianto Mahardika yang sukses membawa F-PRB aktif bergerak di kegiatan sosial kemanusiaan.

Menurutnya, Yudianto Mahardika merupakan sosok pemuda yang tepat untuk memimpin organisasi kemasyarakatan. Sebab selain energic juga memiliki sifat sosialisasi yang sangat tinggi.

“Terimakasih banyak kepada pak Yudianto Mahardika bersama anggota F-PRB Sultra yang telah hadir langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir. Ini merupakan semangat untuk masyarakat Konawe Utara khususnya. kehadiran F-PRB memberikan motivasi untuk terus bangkit menghadapi tantangan alam saat ini terjadi. Terimakasih banyak,”ucap Wakil Bupati Konut, Abu Haera saat menerima rombongan F-PRB Sultra.

Lintasoheo com | Konut – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, meninjau langsung lokasi banjir yang merendam ruas jalan Trans Sulawesi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Rabu (9/4/2025).

Dalam kunjungannya, Gubernur didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Konut, Danrem 143/Halu Oleo, unsur Forkopimda, Kapolres Konut, anggota DPRD Konut, serta perwakilan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan penanganan cepat terhadap dampak banjir, khususnya pada akses jalan nasional yang terdampak.

Gubernur menyampaikan bahwa penanganan jalan yang terputus akibat banjir merupakan prioritas utama mengingat fungsinya yang vital sebagai jalur logistik dan penghubung antarwilayah di Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah Provinsi akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat maupun jangka panjang. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, jadi tidak boleh dibiarkan terlalu lama terganggu,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 700 meter jalan yang terendam banjir. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana membangun jembatan bailey sebagai solusi sementara agar arus lalu lintas bisa kembali normal dalam waktu dekat.

“Pihak BPJN sudah siap membangun. Tinggal menunggu penyelesaian teknis administrasinya agar tidak melanggar aturan. Saya berharap proses pengerjaan bisa dimulai segera,” tegas Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berdialog langsung dengan warga terdampak banjir untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak mereka. Ia meminta BPJN dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses perbaikan serta memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa penanganan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Gubernur menyatakan bahwa bantuan logistik dan personel teknis akan segera dikirim ke lokasi untuk mendukung percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Lintasoheo.com | Konut – Banjir yang terjadi di wilayah hilir Sungai Lalindu, khususnya di Desa Padalere Utama dan Jalan Trans Sulawesi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masyarakat mendesak agar pemerintah segera meninjau ulang dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang beroperasi di wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

Desakan ini muncul akibat dugaan bahwa aktivitas pertambangan PT SCM telah berkontribusi terhadap perubahan tata air dan ekosistem yang memicu luapan sungai dan banjir bandang ke wilayah hilir Konut.

Warga mengkhawatirkan bahwa jika tidak ada penanganan dan pengawasan serius, dampak lingkungan akan semakin parah dan mengancam keselamatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menurut sejumlah masyarakat, keberadaan Amdal dan dokumen UKL/UPL bukan hanya formalitas, melainkan landasan utama yang mengatur tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk segera melakukan audit lingkungan secara menyeluruh dan terbuka, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

“Banjir ini bukan hanya karena curah hujan. Kita harus melihat aktivitas di hulu, apakah alih fungsi lahan, pembendungan air, dan penambangan sudah sesuai dengan kaidah lingkungan. Pemerintah harus turun tangan dan mengevaluasi Amdal PT SCM secara serius,” ujar Sulaiman Alpamba salah satu warga Konut. Minggu (06/04/2025).

Masyarakat juga meminta agar hasil evaluasi Amdal dan UKL/UPL tersebut disampaikan secara transparan kepada publik, guna menjamin akuntabilitas serta mencegah dampak lanjutan di masa depan.

Pemerintah Provinsi dan pusat diharapkan tidak tinggal diam dan segera bertindak untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan di Konawe Utara.

“Apabali kerusakan hutan kawasan dan lingkungan di kecamatan routa sebagai wilayah hulu, maka akan berdampak besar dan signifikan di wilayah hilir sungai Lalindu di Konawe Utara,” Pungkasnya.

Lintasoheo.com| Konut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara. menunjukkan kepedulian terhadap pengguna jalan Trans Sulawesi dengan membuat rakit penyeberangan secara gratis. Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat yang selama ini harus membayar mahal saat menyeberang menggunakan rakit milik swasta.

Selama ini, tarif penyeberangan dinilai sangat memberatkan. Untuk kendaraan roda dua, warga dikenakan biaya hingga Rp100.000, sementara kendaraan roda empat dibanderol mulai dari Rp500.000 hingga Rp700.000 sekali menyeberang.

Kepala BPBD Konut menyampaikan bahwa pembuatan rakit ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang terganggu aktivitasnya akibat kondisi infrastruktur jalan terdampak banjir.

“Kami ingin memastikan akses warga tetap lancar tanpa harus terbebani biaya tinggi,” ujarnya.

Diharapkan inisiatif ini dapat membantu memperlancar arus lalu lintas serta meringankan beban ekonomi masyarakat pengguna jalan antar provinsi yang berada diwilayah terdampak banjir jalan trans Sulawesi Desa Sambandete,Kecamatan Oheo,Kabupaten Konawe Utara.

Namun, niat baik tersebut tidak berjalan semulus yang diharapkan. Kehadiran rakit gratis buatan pemerintah mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat yang sebelumnya mengoperasikan rakit secara swadaya. Mereka merasa dirugikan dan menilai bahwa rakit milik pemerintah adalah “Rakit Ilegal”

Sekretaris BPBD Konut,Galib STP.,M,Ap

Sekretaris BPBD,Galib,STP.,M,Ap mengatakan,Penolakan ini sempat memicu ketegangan di lokasi penyeberangan. BPBD bersama aparat keamanan setempat pun telah turun tangan untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas.

Ia berharap semua pihak dapat mengedepankan kepentingan bersama, terutama demi kelancaran aktivitas masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada akses jalan Trans Sulawesi.

“Untuk meredam situasi dan memastikan rakit bantuan Pemda bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, aparat gabungan TNI dan Polri diharapkan mengawal operasional rakit agar berjalan tanpa hambatan,”ungkapnya

Dengan hadirnya dukungan dari unsur keamanan, pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan mengedepankan kepentingan bersama. Rakit ini dibangun sebagai solusi kemanusiaan, bukan untuk merugikan pihak manapun.

“Kita ingin semua pengguna jalan bisa menyeberang dengan aman dan tanpa biaya tinggi. Ini murni demi kepentingan rakyat,” tutup Galib,STP.,M,Ap

 

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara bersama Forkopimda meninjau kondisi banjir yang melanda Jalan Trans Sulawesi yang berada di Desa Sambadete, Kecamatan Oheo. Dalam kunjungannya, Bupati Konut menyampaikan bahwa status darurat siaga bencana disiagakan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat terhadap dampak banjir.

“Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, serta untuk memastikan keselamatan warga dan infrastruktur daerah tetap terjaga,”ucapnya.

Lanjut kata dia,Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang terdampak.

Dalam kunjungannya ,Bupati Konawe Utara (Konut),H.Ikbar.resmi menetapkan status darurat siaga bencana. Keputusan ini diambil setelah meninjau langsung kondisi banjir di Jalan Trans Sulawesi Desa Sambadete, Kecamatan Oheo.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyalurkan bantuan darurat serta mengerahkan tim gabungan untuk membantu warga terdampak. Bupati Konut juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari resiko yang lebih besar.

“Bersama Forkopimda segera meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyerahkan tim gabungan,membantu warga yang terdampak, saya menghimbau kepada Masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari resiko yang besar,” tutup Bupati,H.Ikbar.

Lintasoheo.com | Konut – Kuliah gratis yang digagas oleh mantan Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin. Keberhasilan Ulfaira sebagai Duta Student Exchange Tingkat Global di Malaysia menjadi bukti nyata bahwa program ini mampu mencetak mahasiswa berprestasi hingga ke tingkat internasional.

Meskipun Dr. Ruksamin telah menyerahkan kepemimpinan kepada Bupati terpilih H. Ikbar pada 4 Maret 2025, warisan program pendidikannya tetap memberikan manfaat bagi generasi muda Konawe Utara. Prestasi Ulfaira juga menjadi kebanggaan bagi Universitas Haluoleo Kendari dan Provinsi Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.dan hususnya Kelurahan Wanggudu.

Prestasi Ulfaira sebagai Duta Student Exchange di Malaysia adalah bukti nyata dari dampak positif program kuliah gratis yang dicanangkan oleh mantan Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan daerahnya, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa asal Konawe Utara mampu bersaing di tingkat global.

Ulfaira, Alumni SMAN.1 Asera Tahun 2022  anak ke lima (anak bungsu)dari hasil perkawinan pak Yoruddin dan Ibu Nara, dan melanjutkan pendidikan  ke Perguruan Tinggi Universitas Haluoleo jurusan manajemen FEB.

Dukungan pendidikan semacam ini sangat penting dalam menciptakan generasi muda yang kompetitif dan berwawasan internasional. Semoga program serupa terus berlanjut di bawah kepemimpinan yang baru, sehingga lebih banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk meraih pengalaman internasional.

Prestasi Ulfaira sebagai Emcee dalam Seminar Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Hotel Clarion semakin menegaskan bahwa mahasiswa asal Konawe Utara mampu bersaing di tingkat global. Kemampuannya menggunakan Bahasa Inggris, meskipun masih dalam tahap pasif, adalah langkah besar menuju peningkatan daya saing, yang sejalan dengan slogan “Konasara”—Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing.

6 Mahasiswa Universitas Haluoleo yang mengikuti kegiatan pertukaran Pelajar kunjungan Industri Internasional dan kelas Internasional

Keberanian dan kemampuannya ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Konawe Utara untuk terus mengembangkan diri dan tidak ragu mengambil kesempatan dalam skala internasional.

Konsistensi Pemda Konawe Utara dalam memberikan beasiswa sejak kepemimpinan Dr. Ir. H. Ruksamin menunjukkan komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kerja sama dengan berbagai universitas juga menjadi langkah strategis agar anak-anak Konawe Utara mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.

Program ini jelas telah membuahkan hasil, seperti yang dibuktikan oleh Ulfaira dan mahasiswa lainnya yang berhasil mengikuti program pertukaran pelajar serta berbagai kegiatan internasional. Semoga kepemimpinan yang baru tetap melanjutkan dan bahkan memperluas program ini agar semakin banyak mahasiswa yang bisa meraih kesempatan serupa.

Bupati terpilih, H. Ikbar,dan Wakil Bupati,H.Abuhaera berkomitmen untuk melanjutkan program beasiswa ini. Artinya, keberlanjutan investasi dalam pendidikan tetap terjaga, dan semakin banyak anak muda Konawe Utara yang bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

Jika program ini terus berkembang, mungkin bisa diperluas dengan tambahan fasilitas seperti pelatihan bahasa asing, program magang internasional, atau beasiswa khusus untuk bidang studi tertentu yang dibutuhkan daerah. Ini bisa semakin meningkatkan daya saing generasi muda Konawe Utara di tingkat nasional maupun global.

Adanya Mahasiswa dokter di China yang saat  sekarang masih menempuh kuliah, adalah bukti nyata bahwa program beasiswa ini akan menghasilkan dan mencetak tenaga profesional yang langsung bisa mengabdi untuk daerah. Ini tentu menjadi motivasi bagi generasi muda Konawe Utara lainnya untuk berani bermimpi besar dan menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Jika sudah ada tenaga propesional dari berbagai bidang strategis lainnya, seperti insinyur, ekonom, atau ahli teknologi, tentunya akan  kembali dan membangun daerahnya.

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, SH., MH, memimpin Safari Ramadhan perdana tingkat kecamatan yang digelar di Masjid Al Irsyad, Desa Basule, Kecamatan Lasolo, pada Rabu (5/3/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Konut, H. Abuhera, S.Sos., M.Si, Ketua TP PKK Konut, Hj. Wisra Wastawati, S.Tr. Keb, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Konut. Selain itu, Kepala OPD lingkup Pemda Konut, Camat Lasolo, serta para kepala desa se-Kecamatan Lasolo juga turut hadir dalam acara tersebut.

Safari Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Bupati Konut secara simbolis menyerahkan bantuan sebanyak 170 paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, ia juga memberikan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk pembangunan Masjid Nurul Fatima di Desa Muara Tinobu.

Dalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menegaskan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. “Melalui Safari Ramadhan ini, kita ingin semakin mendekatkan diri kepada masyarakat, serta berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan Safari Ramadhan ini ditutup dengan rangkaian acara buka puasa bersama, ceramah agama, serta sholat Isya dan Tarawih berjamaah yang berlangsung di Masjid Al Amin, Kelurahan Tinobu.

Dengan adanya Safari Ramadhan ini, diharapkan masyarakat dapat semakin merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan mereka, serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah bulan suci Ramadhan.

 

 

Lintasoheo,com | Jakarta – 24 Februari 2025 Mahkamah Agung Republik Indonesia telah mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh PT Karya Murni Sejati 27 dalam perkara hukum yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serta PT Antam Tbk.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 767 K/TUN/2024 yang disampaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 128/B/2024/PT.TUN.JKT tanggal 1 April 2024, yang sebelumnya membatalkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 201/G/2023/PTUN.JKT tanggal 13 November 2023.

Dalam putusan kasasi ini, Mahkamah Agung memutuskan sebagai berikut:
1. Mengabulkan permohonan kasasi dari PT Karya Murni Sejati 27.*
2. Membatalkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.1098/MENLHK/SETJEN/PLA.0/10/2022 yang mencabut izin pinjam pakai kawasan hutan untuk kegiatan operasi produksi nikel dan sarana penunjangnya seluas ±146,77 hektar atas nama PT Karya Murni Sejati 27 di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.*
3. Mewajibkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia untuk mencabut keputusan tersebut.*
4. Menghukum PT Antam Tbk dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membayar biaya perkara di semua tingkat pengadilan, termasuk biaya kasasi sebesar Rp 500.000,00.*

Putusan ini memberikan kepastian hukum bagi PT Karya Murni Sejati 27 dalam menjalankan aktivitas operasionalnya di wilayah yang telah ditetapkan sebelumnya. Keputusan ini juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur administrasi dalam penerbitan dan pencabutan izin usaha oleh instansi terkait.

IPPKH dan IUP adalah Izin Berantai*
Dalam konteks hukum pertambangan, IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) dan IUP (Izin Usaha Pertambangan) merupakan izin yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Dengan dikembalikannya IPPKH PT Karya Murni Sejati 27, secara hukum seharusnya IUP yang dimiliki oleh perusahaan juga tetap berlaku. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa IPPKH merupakan izin yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pertambangan di kawasan hutan, yang dalam hierarki perizinan bertumpu pada keberadaan IUP sebagai dasar utama operasional pertambangan.

Teguh Triesna Dewa, S.H., selaku kuasa hukum PT Karya Murni Sejati 27, menyambut baik putusan ini dan menyatakan, “Putusan ini menunjukkan bahwa hukum telah ditegakkan dengan adil. Kami berharap keputusan ini memberikan kepastian hukum bagi klien kami dan seluruh pelaku usaha yang bergerak di sektor ini. Dengan adanya putusan ini, jelas bahwa IUP yang dimiliki PT KMS 27 seharusnya tetap berlaku mengingat IPPKH adalah bagian dari rantai izin yang sah.”

Dengan adanya putusan ini, PT Karya Murni Sejati 27 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses hukum ini. Perusahaan berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Tentang PT Karya Murni Sejati 27

PT Karya Murni Sejati 27 adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel dengan komitmen terhadap tata kelola yang baik dan berkelanjutan. Perusahaan terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta berkontribusi pada pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

 

Lintasoheo.com | Konsel – Lanud Haluoleo Kendari berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan makan siang bergizi gratis di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Makan siang gratis ini merupakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Lanud Haluoleo dan Kadin Sultra menyalurkan makan siang gratis di dua Sekolah, yakni SD Negeri 06 Abeko dan SD Negeri 02 Lameuru, Kecamatan Ranomeeto Barat, Selasa (25/2/2025).

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Haluoleo Kolonel Pnb Lilik Eko Susanto, mengungkapkan saat ini, jumlah makanan yang di salurkan sebanyak 307 kotak.

“307 kotak makanan bergizi pada hari pertama dan akan berkelanjutan,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang mengatakan penyaluran makam bergizi yang dilakukan merupakan salah satu uji coba, untuk melihat bagaimana tehnik keberlangsungan program tersebut.

“Oleh karena itu, Lanud ini mempunyai lahan yang bisa dikembangkan untuk pembangunan kandang ayam potong, ayam petelur dan untuk penanaman sayur sehat agar kita tidak kekurangan bahan baku nantinya,” ucapnya.

Anton Timbang menyebutkan, jumlah penerima makan siang gratis secara berkelanjutan yakni sebanyak 3.647 siswa.

“Program pemerintah ini sangat luar biasa karena hal ini dapat mencerdaskan anak bangsa dan menjadi sebuah kebanggan bangsa kita,” tutupnya.

Lintasoheo.com | Konut – Apel Gabungan Perdana dipimpin oleh Wakil Bupati Abuhaera, mewakili Bupati Ikbar. di pelataran Kantor Bupati Konawe Utara pad Senin,(25/2/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Konawe Utara, Safruddin, beserta jajaran asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, kepala bagian, dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Daerah Konut.

Ikbar dan Abuhaera kini resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara untuk periode 2025-2030 setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025. Dengan kepemimpinan mereka, diharapkan dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi Kabupaten Konawe Utara.

Selanjutnya akan merealisasikan visi dan misi yang telah mereka janjikan saat kampanye. Janji politik yang mereka sampaikan di setiap titik kampanye akan menjadi landasan utama dalam menjalankan pemerintahan selama periode 2025-2030.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abuhaera menekankan pentingnya disiplin kerja dan pelayanan prima kepada masyarakat. Beliau mengajak seluruh ASN untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah yang telah dicanangkan.

Selain itu, Abuhaera juga mengingatkan agar seluruh pegawai menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan nama baik pemerintah daerah.

Apel ini menandai dimulainya masa kerja kepemimpinan baru di Kabupaten Konawe Utara, dengan harapan dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi daerah serta kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.