Lintasoheo.com | Konut – Kehadiran kembali PT Aneka Tambang (Antam) UBPN Konawe Utara di Blok Mandiodo serta Blok Tapunopaka–Tapuemea mendapat sambutan positif dari masyarakat. Aktivitas tambang yang akan kembali berjalan diyakini mampu menghidupkan kembali roda perekonomian, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ketua Karang Taruna Citra Bahari Desa Tapuemea, Kecamatan Molawe, Sardiyansah. mengungkapkan bahwa berhentinya aktivitas tambang selama ini memberikan dampak signifikan terhadap melemahnya ekonomi masyarakat. Banyak warung, pedagang lokal, hingga penyedia jasa transportasi kehilangan penghasilan karena berhentinya perputaran ekonomi yang selama ini ditopang oleh keberadaan tambang.

“Selama tambang berhenti, UMKM di desa kami sangat terdampak. Dengan hadirnya kembali PT Antam, kami yakin UMKM akan hidup kembali dan perekonomian masyarakat bisa berjalan lancar,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Lebih lanjut, Sardiyansah menekankan pentingnya komitmen PT Antam untuk tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga memperhatikan keterlibatan masyarakat lokal. Hal ini mencakup pemberdayaan pengusaha lokal, penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, serta dukungan nyata bagi UMKM agar dapat masuk ke dalam rantai usaha perusahaan.
“Harapan kami dan semua anggota karang taruna Desa Tapuemea, PT Antam benar-benar menjadi mitra masyarakat. Jika UMKM diberdayakan, tenaga kerja lokal diserap, dan pengusaha lokal dilibatkan, maka manfaat kehadiran Antam akan dirasakan secara merata,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pemuda Desa Tapuemea siap memberikan dukungan penuh terhadap operasional PT Antam UBPN Konut, sepanjang perusahaan tetap mengedepankan prinsip legalitas, keberlanjutan, serta kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya dukungan masyarakat dan Karang Taruna, kami berharap PT Antam UBPN Konut dapat menghidupkan kembali roda perekonomian, memperkuat UMKM, serta menjadi motor penggerak pembangunan di Konawe Utara,” tutup Sardiyansah.



Tim yang terdiri dari jajaran Forkopimda, Asisten/Staf Ahli, serta OPD terkait ini menyambangi dua perusahaan besar, yakni PT Sultra Sarana Bumi (SSB) dan PT Antam yang berlokasi di Desa Tapunopaka, Kecamatan Lasolo Kepulauan.
Selain menyampaikan kewajiban pajak, Tim Pengelola PAD juga memberikan arahan terkait aturan perekrutan tenaga kerja. Setiap calon pekerja diwajibkan memiliki kartu putih dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta ber-KTP Konawe Utara. Pemda juga mendorong perusahaan agar menempatkan dana jaminan reklamasi di bank daerah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Semua yang hari ini kita sosialisasikan bukanlah pungutan liar. Semuanya sudah sesuai aturan dan menjadi kewajiban perusahaan agar dapat bersama-sama pemerintah daerah membawa kemaslahatan bagi masyarakat Konawe Utara,” tegasnya.
Lebih lanjut, perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar program CSR tidak tumpang tindih dengan program Pemda.

“Penetapan status siaga darurat ini penting agar langkah penanganan bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan mendapat dukungan lintas sektor. Kita tidak boleh menunggu situasi semakin parah baru bertindak,” ujarnya.
Penetapan status siaga darurat selama 14 hari ke depan dengan opsi perpanjangan sesuai perkembangan di lapangan.
Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menyampaikan bahwa program GPM merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi gejolak harga bahan pokok.
Pada pelaksanaan GPM kali ini, sejumlah kebutuhan pokok tersedia dengan harga di bawah pasaran, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, tepung terigu, cabai, bawang merah, hingga aneka sayuran segar. Kehadiran program ini pun disambut antusias oleh masyarakat Lasolo yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah.



