Lintasoheo.com | Papua – Dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan membelot dan bergabung dengan kelompok bersenjata di Papua. Keduanya diketahui telah meninggalkan satuannya sejak tahun 2021.

Prajurit pertama, Prada Yotam Bugiangge, merupakan anggota Yonif 756/WMS Kompi C Senggi. Ia dilaporkan bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tahun 2021.

Sementara itu, prajurit kedua, Pratu Lukius Y. Matuan, sebelumnya tergabung dalam Yonif 400 Raider. Ia diketahui membelot dan bergabung dengan kelompok bersenjata pimpinan Sabinus Waker, yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua pada tahun yang sama.

Kedua prajurit tersebut kemudian dinyatakan desersi dan masuk dalam daftar pencarian TNI. Tindakan mereka dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap disiplin dan sumpah prajurit, sekaligus menjadi pengingat penting akan tantangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar, membenarkan bahwa kedua prajurit tersebut telah dinyatakan desersi dan tidak lagi berstatus sebagai anggota aktif TNI.

“Mereka telah meninggalkan kesatuan tanpa izin dan bergabung dengan kelompok bersenjata. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap disiplin militer dan sumpah prajurit,” tegas Mayjen Nugraha.

Ia menegaskan, TNI tetap berkomitmen menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah Papua.

“Kami akan terus melakukan pendekatan teritorial dan penegakan hukum bersama aparat terkait untuk memastikan situasi di Papua tetap kondusif,” ujarnya.

Langkah pembelotan kedua prajurit ini menjadi perhatian serius, mengingat keduanya sebelumnya merupakan bagian dari pasukan elit yang memiliki disiplin tinggi. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat penting akan kompleksitas tantangan keamanan di wilayah Papua.

Lintasoheo.com | Tambakua – Ucapan terima kasih disampaikan oleh Kepala Desa Tambakua, Juliadin, S.Ip., yang menilai bantuan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, bahkan sebelum aktivitas pertambangan dimulai.

“Kami dari Pemerintah Desa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT KES. Walaupun belum beroperasi di desa kami, PT KES telah menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan rumah ibadah yang lebih layak,” ujar Juliadin.

Bantuan ini menjadi bukti keseriusan PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya. Selain mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat lingkar tambang, langkah ini juga memperluas manfaat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), tidak hanya di sektor pendidikan,seperti pembangunan pagar SDN 06 Landawe sebelumnya,tetapi juga di bidang keagamaan.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Pura Pucak Sari, Putu Widiarta, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut.

“Kami mewakili umat Hindu di Desa Tambakua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT KES yang telah membantu pembangunan Pura di desa kami. Dengan adanya bantuan ini, kami dapat melanjutkan pembangunan yang sebelumnya sempat tertunda,” ungkap Putu.

 

Lintasoheo.com | Konut – PT Makmur Lestari Primatama (MLP) kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang kesehatan, perusahaan menggelar kegiatan penyuluhan stunting serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil (bumil) di Balai Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, pada Kamis (9/10/2025).

Kegiatan yang diikuti puluhan balita dan sejumlah ibu hamil ini merupakan bagian dari dukungan PT MLP terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, dengan fokus pada pencegahan sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.

Superintendent External PT MLP, Arifin Lahay, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah agenda rutin perusahaan dalam rangkaian PPM bidang kesehatan.

“Program ini kami laksanakan setiap tahun di lima desa lingkar tambang — Lameruru, Ngapania, Molore, Molore Pantai, dan Alenggo — sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Arifin.

Ia juga menambahkan bahwa PT MLP bekerja sama dengan Puskesmas Langgikima dan Puskesmas Langgikima Pesisir guna memastikan pelaksanaan kegiatan tepat sasaran serta sejalan dengan prioritas pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Konawe Utara.

Apresiasi dari Tenaga Kesehatan dan Masyarakat

Inisiatif sosial PT MLP ini mendapat sambutan positif dari tenaga kesehatan dan warga setempat. Merciana Mbena, A.Md, AK, bidan Desa Lameruru sekaligus perwakilan Puskesmas Langgikima Pesisir, menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan.

“Kami berterima kasih atas partisipasi PT MLP yang telah membantu upaya pencegahan stunting. Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk mewujudkan Desa Lameruru yang sehat. Maju dan jaya terus PT MLP,” ujarnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh warga. Andriani, S., salah satu ibu yang hadir dalam kegiatan Posyandu, mengaku terbantu dengan bantuan makanan tambahan yang diberikan.

“Bantuan dari PT MLP ini sangat membantu untuk tumbuh kembang anak kami,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diterima meliputi bubur, telur, susu bayi dan bumil, vitamin, serta buah-buahan.
“Semoga ke depan program seperti ini terus dilaksanakan dan lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Lameruru, Asni Rudin A. MA, juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian PT MLP terhadap masyarakat lingkar tambang.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT MLP yang telah berpartisipasi demi kesehatan dan kesejahteraan warga Desa Lameruru. Semoga PT MLP semakin sukses ke depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PT Makmur Lestari Primatama menegaskan peran aktifnya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan bebas stunting di wilayah lingkar tambang.

Kegiatan penandatanganan dokumen resmi dilakukan oleh Bupati Ikbar bersama Sekretaris Daerah, Dr. Safruddin

Lintasoheo.com | Konut — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara secara resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat paripurna yang digelar di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Konawe Utara, Kamis (9/10/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar.Wanggudu, 9 Oktober 2025

Kegiatan penandatanganan dokumen resmi dilakukan oleh Bupati Ikbar bersama Sekretaris Daerah, Dr. Safruddin, disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Made Tarabuana, unsur Forkopimda, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Konawe Utara.

Dalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menyampaikan bahwa penetapan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menyesuaikan arah kebijakan fiskal dengan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi ekonomi terkini.

“Perubahan APBD ini disusun berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran sebelumnya. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Ikbar.

Bupati Ikbar menegaskan bahwa total nilai Perubahan APBD 2025 ditetapkan sebesar Rp 1,45 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sektor ekonomi produktif, termasuk pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah.

Lebih lanjut, Bupati Ikbar mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk bekerja profesional dan bersinergi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Konawe Utara yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“APBD ini adalah amanah rakyat. Kita harus mengelolanya dengan penuh tanggung jawab, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Sinergi antara semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan,” tutupnya.

Dengan ditetapkannya Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis dapat menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mempercepat pelaksanaan program-program strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Made Tarabuana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah atas kinerja dan koordinasi yang baik dalam penyusunan serta penetapan Perubahan APBD.

“DPRD memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menyusun APBD yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kami berharap pelaksanaan anggaran tahun ini berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Konawe Utara,” ujar Made Tarabuana.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan antara pihak eksekutif dan legislatif untuk memastikan seluruh program pembangunan terlaksana sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata.

Lintasoheo.com | Konut — Situasi di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), sempat memanas menyusul munculnya keluhan sejumlah kepala desa terkait dugaan praktik pungutan dalam proses penerbitan rekomendasi pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).

Kepala desa menilai, pengurusan rekomendasi tersebut sering disertai permintaan biaya tambahan di luar ketentuan resmi. Padahal, dana ADD merupakan anggaran vital yang digunakan untuk membayar gaji aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pelaksanaan kegiatan pemerintahan rutin di desa.

“Kami bukan tidak mau patuh aturan, tapi setiap mau cair ADD, selalu saja ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Padahal dana itu untuk gaji aparat dan BPD,” ujar salah satu kepala desa yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (7/10/2025).

Menurut beberapa sumber lain, besaran pungutan yang disebutkan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per desa. “Kalau tidak setor, rekomendasi pencairan tidak keluar. Kalau mau cepat, harus ada uang pelicin,” kata sumber lainnya.

Menanggapi isu tersebut, Camat Asera Muh. Aswar Amiruddin, S.H., M.M. membantah keras tudingan adanya pungutan dana dalam proses rekomendasi ADD. Menurutnya, tudingan itu adalah fitnah yang menyesatkan.

“Rekomendasi kami tidak pernah diberikan kepada kepala desa yang tidak memiliki laporan pertanggungjawaban sesuai persentase pembangunan dan pemberdayaan di desa. Kalau ada yang menuduh saya mematok biaya, mana buktinya? Laporkan saja secara hukum,” tegas Aswar, Rabu (9/10/2025).

Dalam pesan yang diterima redaksi, Aswar kembali menegaskan:

“Selama ini kita urus rekomendasi pencairan, adakah saya pernah patok harga, apalagi sampai Rp1,5 juta,ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa penerbitan rekomendasi dilakukan murni berdasarkan hasil verifikasi laporan kegiatan desa. Jika laporan dan persyaratan belum lengkap, maka rekomendasi belum bisa diterbitkan.

“Tidak pernah ada media yang konfirmasi langsung ke saya. Saya mudah ditemui di Asera, jadi kalau ada berita sepihak seperti ini, saya anggap itu tidak profesional,” ujarnya kesal.

Sejumlah Kepala Desa Benarkan Tak Ada Pungutan

Beberapa kepala desa turut memperkuat bantahan Camat Asera.
Kepala Desa Amorome Utama, Jiman, S.Si., menegaskan tidak pernah ada permintaan dana dari pihak kecamatan.

“Kalau saya pribadi selama ini tidak pernah ada permintaan dana dari pak camat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tapuwatu (Ahmad Badwin), Kepala Desa Oheo Trans (Syarifudin), Kepala Desa Longeo (Supardin), dan Kepala Desa Kota Mulia (Hasbullah Tayyeb).

“Selama pak Aswar menjabat lebih dari tiga tahun, tidak pernah ada permintaan uang Rp1 juta sampai Rp3 juta dari camat,” ujar mereka serempak.

Hasil investigasi media juga menemukan bahwa pungutan Rp500 ribu yang disebutkan bukan dari camat, melainkan kesepakatan para kepala desa sendiri untuk biaya operasional kecamatan.

“Justru kepala desa yang membuat kesepakatan bersama Rp500 ribu untuk membantu biaya administrasi di kecamatan. Bukan untuk camat,” tegas Aswar.
Klarifikasi Dana Porseni: Hasil Kesepakatan Bersama

Isu lain yang muncul terkait dana pembinaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Asera.
Aswar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama 17 desa dan 2 kelurahan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Sebelum lomba, kami bersama para kepala desa sepakat iuran Rp3 juta per desa/kelurahan. Tapi ada tiga desa yang belum menyetor, jadi dana pembinaan belum bisa disalurkan sepenuhnya,” terang Aswar.

Ketiga desa tersebut yaitu Puuwanggudu (Rp2 juta), Tangguluri (Rp2 juta), dan Andedao (Rp3 juta).
Selain itu, bantuan dari KONI Konut sebesar Rp25 juta juga belum cair akibat perubahan anggaran tahun 2025.

“Kalau dibayarkan sebagian, bisa timbul kecemburuan sosial. Karena itu, kami menunggu semua iuran masuk dulu,” tambahnya.

Berdasarkan dokumen rapat pemantapan pelaksanaan Porseni 2025, yang ditandatangani Ketua Panitia Harian Hasbullah Tayyeb dan Camat Asera Muh. Aswar Amiruddin, disepakati:

Pembersihan dan pemasangan umbul-umbul paling lambat 6 Agustus 2025.

Kegiatan dimulai 8 Agustus 2025 pukul 14.00 WITA di Lapangan Asera.

Dana partisipasi berasal dari kontribusi Kepala Desa/Lurah, Kepala Puskesmas, dan Kepala Sekolah dengan besaran:

Desa/Lurah: Rp3.000.000

Puskesmas: Rp3.000.000 (realisasi Rp1.000.000)

Sekolah: Rp300.000

Dengan klarifikasi ini, Camat Asera berharap isu yang beredar tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Tudingan pungutan dalam proses rekomendasi ADD itu tidak berdasar. Kami tetap bekerja transparan dan sesuai regulasi,” tegas Aswar.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak menjaga komunikasi dan tanggung jawab bersama demi menciptakan situasi kondusif di Kecamatan Asera.

Lintasoheo.com | Konut – Setelah dilakukan pencarian intensif sejak kemarin, warga Kelurahan Wanggudu yang diterkam buaya akhirnya ditemukan pada Selasa (7/10/2025) pagi dalam keadaan tak bernyawa.

Korban ditemukan di wilayah Desa Puusuli, Kecamatan Asera, oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Konawe Utara, aparat TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Proses pencarian dimulai sejak Senin (6/10/2025) siang setelah korban dilaporkan hilang usai diterkam buaya saat mandi di sungai. Tim gabungan terus melakukan penyisiran menggunakan perahu hingga larut malam, namun hasil baru diperoleh pagi ini.

“Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA dalam kondisi sudah meninggal dunia di sekitar aliran sungai Desa Puusuli,” ujar salah satu anggota tim pencari.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga dan warga sekitar tampak terpukul atas peristiwa tragis tersebut.

 

Lintasoheo.com | Konut — Upaya pencarian terhadap warga Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, yang diterkam buaya saat mandi di sungai, hingga pukul 23.50 WITA, belum membuahkan hasil.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Konawe Utara, aparat kepolisian, TNI,Damkar serta masyarakat setempat telah bekerja keras melakukan pencarian sejak pukul 14.00 WITA. Dengan menggunakan sekitar 30 perahu, tim terus menyisir aliran sungai hingga larut malam, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.

Pihak keluarga dan warga sekitar terus berharap agar korban segera ditemukan. Sementara itu jika malam ini tidak ditemukan, maka pencarian akan kembali dilanjutkan esok hari dengan memperluas area penyisiran dan melibatkan lebih banyak unsur gabungan.

Tim sudah berusaha semaksimal mungkin sampai malam ini, namun hasilnya masih nihil. Sampai berita ini rlis pencarian masih berlanjut.

Lintasoheo.com | Konut – Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, setelah seorang warga dilaporkan diterkam buaya saat berada di pinggir sungai, Minggu (6/10/2025).

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada siang hari, ketika korban diketahui sedang beraktivitas di tepi sungai. Menurut keterangan sementara dari warga sekitar, kejadian tersebut disaksikan langsung oleh suaminya yang berada tidak jauh dari lokasi. Suami korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun buaya sudah menyeret korban ke arah tengah sungai dan menghilang dari pandangan.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara bersama aparat setempat dan warga masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu, jaring, serta peralatan seadanya.

Kepala BPBD Konawe Utara, melalui petugas lapangan yang berada di lokasi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim reaksi cepat untuk membantu proses pencarian. “Kami bersama masyarakat setempat terus berupaya melakukan pencarian sejak laporan pertama diterima. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin,” ujarnya.

Warga sekitar juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan sungai hingga situasi benar-benar aman. Pasalnya, di wilayah tersebut sebelumnya juga sempat dilaporkan adanya kemunculan buaya di beberapa titik aliran sungai yang sama.

Pihak berwenang masih terus mengumpulkan informasi terkait kronologi lengkap serta identitas korban. Hingga kini, pencarian masih berlangsung dan situasi di lokasi dipadati oleh warga yang ikut membantu maupun menunggu perkembangan terbaru.

 

Lintasoheo.com | Konut — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 1430/Konawe Utara menggelar upacara di halaman Makodim 1430/Konut, Desa Banggarema, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Minggu (5/10/2025).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapten Inf Sulhan, Pasi Intel Kodim 1430/Konut, mewakili Dandim 1430/Konut Letkol Arh Pramono, S.Sos., M.Han. Dalam kesempatan tersebut, Kapten Inf Sulhan membacakan amanat Panglima TNI.

Kegiatan ini diikuti sekitar 75 personel Kodim 1430/Konut, perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana, serta tamu undangan dari unsur Forkopimda Kabupaten Konawe Utara. Turut hadir antara lain Wakapolres Konut Kompol Sumarsono, Kapolsek Asera AKP Sumantri, dan sejumlah perwira Kodim seperti Kapten Inf Subardin (Wadanramil 02/Asera), Kapten Inf Muh. Jufri (Pasiops), Kapten Inf Syamsuddin (Pasi Pers/Perwira Upacara), serta Kapten Inf Andi Ismar (Danramil 1430-01/Lasolo/Komandan Upacara).

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Kapten Inf Sulhan, disampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 TNI tahun ini mengusung tema “TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU.” Tema tersebut menggambarkan semangat TNI yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat. Karena itu, TNI harus senantiasa menjaga kedekatan, kebersamaan, dan sinergitas dengan seluruh komponen bangsa demi terwujudnya Indonesia Maju yang berdaulat, adil, dan makmur,” kutip Kapten Inf Sulhan membacakan amanat Panglima TNI.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa di tengah dinamika global dan nasional yang semakin kompleks, setiap prajurit dituntut untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan kewaspadaan terhadap segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Beberapa penekanan penting turut disampaikan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk dipedomani, yakni memperkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga soliditas dan kemanunggalan dengan rakyat, bersikap bijak dalam bermedia sosial, serta melaksanakan tugas dengan keikhlasan dan tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan negara.

“TNI harus terus menjadi kekuatan pemersatu bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, serta benteng terakhir dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Dandim 1430/Konawe Utara Letkol Arh Pramono, S.Sos., M.Han. menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI di manapun bertugas.

“Selamat Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia. Jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa TNI harus terus hadir untuk rakyat, menjaga keutuhan NKRI, serta menjadi pelindung dan pengayom bangsa. Mari kita perkuat sinergitas, soliditas, dan kemanunggalan dengan rakyat demi Indonesia yang semakin maju dan berdaulat,” ujarnya.

Dengan semangat “TNI PRIMA – TNI RAKYAT – INDONESIA MAJU,” Kodim 1430/Konawe Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan pengabdian, profesionalisme, dan loyalitas dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat hubungan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

 

Lintasoheo.com | Jakarta – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., menandatangani Komitmen Bersama Pembangunan Meritokrasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, di Aula Gedung I Lantai 5 BKN, Jakarta Timur, Kamis (2/10/2025).

Penandatanganan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, serta berbasis pada prinsip meritokrasi. Dengan adanya komitmen ini, diharapkan sistem manajemen aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Konawe Utara semakin kuat, objektif, dan berkeadilan.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, menyampaikan bahwa pembangunan meritokrasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan akuntabel.

“Komitmen ini adalah wujud keseriusan kami dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Dengan meritokrasi, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas,” ujar Bupati Ikbar.

Sementara itu, Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyambut baik komitmen yang ditunjukkan Pemkab Konawe Utara. Menurutnya, penerapan sistem merit di daerah akan memberikan dampak positif dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan pelayanan publik yang semakin prima.

Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Meritokrasi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi BKN, jajaran pemerintah daerah, serta tamu undangan terkait.

Dengan terlaksananya penandatanganan ini, Pemkab Konawe Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sistem merit, sekaligus memastikan bahwa proses manajemen ASN dilakukan secara objektif, adil, dan berorientasi pada kinerja.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.