Lintasoheo.com | Konut — Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat fungsional guru yang diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah.

Sebanyak 19 orang kepala sekolah dari jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam prosesi yang digelar di Aula Anawai Ngguluri Kantor Bupati Konawe Utara, Kamis (10/07/2025). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si.

Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Abuhaera menegaskan bahwa pelantikan kepala sekolah bukan sekadar formalitas, melainkan amanah besar dalam mencetak generasi unggul.

> “Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan kepada Bapak dan Ibu untuk memimpin lembaga pendidikan secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Wabup.

 

Ia juga berpesan kepada para kepala sekolah yang baru saja dilantik agar selalu menjunjung tinggi integritas, menjadi teladan di lingkungan sekolah, serta menjalin sinergi dengan seluruh elemen pendidikan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan berkualitas.

Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemda Konawe Utara dalam memperkuat tata kelola pendidikan, serta menciptakan sistem kepemimpinan sekolah yang progresif dan berorientasi pada pembinaan karakter peserta didik.

Acara berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para pejabat yang hadir kepada para kepala sekolah yang telah resmi mengemban amanah baru.

 

 

Lintasoheo.com | Konut — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menyambut hangat kedatangan Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (08/07/2025), dalam rangka penilaian terhadap Desa Mekar Jaya, Kecamatan Langgikima, yang menjadi salah satu dari tiga desa terbaik provinsi untuk mewakili Sultra pada ajang lomba desa tingkat nasional tahun ini.

Rombongan tim penilai yang dipimpin oleh Kepala Dinas PMD Provinsi Sultra, Dr. Ir. I Gede Panca, M.Pd, turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sultra, Idawati Panca Nurdin, SE, M.Si, serta para penilai dari lintas OPD Pemprov Sultra. Turut hadir antara lain:

La Ode Abd Hadi, S.STP, M.Si (DPMD)

LM. Syaban Hidayat Rasjid, S.STP, M.Si (DPMD)

Dr. Rosnawaty, S.KM, M.Kes (Dinkes)

Anita Indriasari, SP, M.Si (TP PKK Provinsi)

La Samsumar, S.IP (Satpol PP)

Candra Alam, S.Sos, M.AP (DPDM)

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Ketua DPRD Konut Herman Sewani, S.H., Sekda Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat, serta Kepala Desa Mekar Jaya.

Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Desa Mekar Jaya yang berhasil masuk tiga besar terbaik di Sulawesi Tenggara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat, kami ucapkan selamat datang di Bumi Oheo Konawe Utara. Ini merupakan kehormatan besar, khususnya bagi warga Desa Mekar Jaya,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara pemerintah desa, kelembagaan desa, dan masyarakat yang terus berinovasi demi kemajuan desanya.

“Kebersamaan dan inovasi adalah kunci. Ini bukti nyata komitmen pembangunan desa yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan potensi besar Desa Mekar Jaya di bidang sumber daya alam, kekuatan sosial masyarakat, dan pelayanan publik yang inovatif. Ia menekankan pentingnya pengembangan Desa Wisata dan Desa Inovasi sebagai pilar utama dalam percepatan pembangunan.

“Kami tidak hanya menjadikannya slogan, tapi sebagai strategi nyata untuk meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan peluang kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Dr. Ir. I Gede Panca, M.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan dan capaian Desa Mekar Jaya. Ia menyatakan bahwa desa ini telah memenuhi seluruh kriteria lomba desa dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa mandiri dan sejahtera.

Usai seremoni penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan klarifikasi lapangan, di mana Tim Penilai bersama Bupati dan Wakil Bupati meninjau berbagai fasilitas dan potensi unggulan Desa Mekar Jaya, mulai dari kebun PKK, olahan labu lokal, hingga fasilitas pelayanan publik yang menjadi indikator penilaian utama.

 

LintasOheo.com | Konut — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) melalui Sekretariat Daerah (Sekda) secara resmi turun langsung ke lapangan untuk meninjau jalannya proses Pemeriksaan Setempat (PS) yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri (PN) Unaaha, pada Kamis, 3 Juli 2025.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses hukum perkara perdata Nomor 7/PDT.G/2025/PN.UNH yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Unaaha. Perkara ini berkaitan dengan sengketa lahan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara.

Dalam perkara tersebut, Sdr. Basmanto bertindak sebagai penggugat dengan PT Bumi Nikel Nusantara (BNN) sebagai tergugat, atas dugaan keterkaitan dengan objek sengketa berupa sebidang tanah yang kini berada di kawasan strategis tambang nikel.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor: 100/308/2025 yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Utara, Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd., Pemkab Konut memastikan kehadiran dan keterlibatan aktif unsur teknis dalam proses pemeriksaan, di antaranya:

Kepala Dinas PUPR
Kepala Dinas Perhubungan
Kepala Dinas DPMPTSP
Kepala Bagian Hukum Setda Konut.

Tim dari Pengadilan Negeri Unaaha melakukan verifikasi lapangan bersama para pihak yang bersengketa, termasuk penggugat, tergugat, serta unsur pemerintah daerah.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan berharap penyelesaian sengketa ini dapat memberikan keadilan bagi semua pihak.

“Kami mendukung proses hukum yang objektif dan transparan, serta mengharapkan hasil terbaik bagi kepentingan masyarakat Konawe Utara,” ujar Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi sengketa diduga berada di kawasan hutan produksi terbatas, yang dulunya berstatus kawasan lindung pada tahun 2007.

Menurutnya, lahan tersebut masih menjadi bagian dari hak Negara dan patut dipertanyakan jika terdapat klaim kepemilikan pribadi.

“Sebagai mantan Camat Molawe, saya mengetahui bahwa wilayah tersebut adalah Kawasan Negara. Jadi jika sekarang dipersoalkan sebagai milik pribadi, perlu dicermati secara hukum apa dasar penguasaan dan alas haknya,” ujarnya.

Objek sengketa yang tengah diperiksa diketahui berkaitan dengan SK Bupati Konawe Utara Nomor 199 Tahun 2022.

Sekda menegaskan bahwa pihak pemerintah akan mengikuti proses hukum sepenuhnya dan menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan untuk menilai apakah unsur hukum dan kepemilikan lahan terpenuhi oleh penggugat.

“Apa yang menjadi keinginan penggugat akan dikaji oleh hakim. Apakah unsur-unsurnya terpenuhi atau tidak. Pemerintah siap menerima hasil putusan yang objektif dan berkeadilan,” tegasnya.

Keterlibatan aktif OPD teknis dalam pemeriksaan ini mencerminkan komitmen Pemda Konawe Utara untuk menyelesaikan persoalan lahan secara terbuka dan berdasarkan hukum.

Proses pemeriksaan berjalan dengan lancar dan kondusif, disertai pengawalan dari aparat keamanan guna memastikan kegiatan berlangsung tertib.

 

 

LintasOheo.com | Konut — Pemda Konawe Utara bersama Seluruh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara, memperingati Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025. Momentum ini menjadi wujud penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Konawe Utara diisi dengan berbagai kegiatan seperti apel bersama, bakti sosial, bhakti religi, serta turnamen olahraga yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan sinergitas yang solid antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Hadir dalam acara peringati hari Bhayangkara yang ke-79.Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si.Prokopimda Staf Ahli, Asisten, para Kepala OPD, Kabag,serta seluruh jajaran ASN Pemda Konut.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH.menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polri atas peran strategisnya dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurut Bupati Konut. H Ikbar, Polri semakin matang di usia ke-79. Polri diharapkan dapat terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban penegakan hukum di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Polri juga harus menjadi sahabat masyarakat yang selalu siap mendengar, memahami, dan memberikan solusi. Selain itu, Polri harus dapat terus meningkatkan pelayanan publik dengan cepat, tepat, Presisi, humanis, dan berkeadilan.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saya meyakini bahwa sinergi dan kolaborasi antara Polri dan semua stakeholder pemerintah, baik pusat maupun sampai ke tingkat desa serta seluruh elemen masyarakat perlu untuk terus diperkuat,” jelas Ikbar.

Polri, tidak bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai undang-undang, tetapi perlu melakukan kolaborasi dan sinergi lebih erat dengan semua pihak. Bupati pun memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Utara siap untuk terus berkolaborasi serta bersinergi dengan Polri dalam rangka menjaga stabilitas nasional di bidang keamanan maupun politik.

“Selamat Dirgahayu Bhayangkara ke-79. Semoga Polri semakin profesional, presisi, dan terus menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang terpercaya,” ujar Bupati Ikbar.

Dengan semangat Bhayangkara ke-79, diharapkan Polres Konawe Utara semakin solid dan presisi dalam mengawal keamanan dan ketertiban di wilayah Bumi Oheo.

 

 

 

Lintasoheo.com | Kendari – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan jalan sehat dan senam bersama yang berlangsung meriah di pelataran Ex MTQ Kota Kendari, Sabtu pagi (28/6/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H., dan turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H., para pejabat utama Polda Sultra, serta jajaran Forkopimda Sultra.

Kemeriahan acara tampak dari antusiasme ratusan peserta yang terdiri dari personel Polri dan keluarganya, personel TNI, serta masyarakat umum yang turut ambil bagian dalam jalan sehat dan senam bersama.

Selain olahraga bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan publik, seperti pembuatan SKCK, pelayanan kesehatan gratis, dan pemeriksaan kesehatan umum yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat secara cuma-cuma.

Menambah semangat peserta, panitia menyediakan berbagai doorprize menarik, mulai dari kulkas, mesin cuci, televisi, sepeda, hingga motor listrik sebagai hadiah utama.

Dalam sambutannya, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyemarakkan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Momentum Hari Bhayangkara ini menjadi momen kebersamaan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat,” ujar Kapolda.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kegembiraan. Masyarakat berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai wadah kebersamaan dan silaturahmi.

LintasOheo.Com | Sultra – Dalam rangka menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan 65 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

‎
‎Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Kadin Provinsi Sultra, Anton Timbang melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi,
‎
‎Anton Timbang mengungkapkan, bahwa program MBG merupakan inisiatif pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 6 Januari 2025, dengan tujuan utama mengurangi malnutrisi dan stunting, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
‎
‎Lebih lanjut, Anton Timbang menambahkan, program ini menargetkan untuk memberikan makanan bergizi gratis kepada seluruh anak di Indonesia.
‎
‎Upaya Badan Gizi Nasional (BGN) dalam membangun 30.000 titik dapur SPPG merupakan langkah besar yang perlu mendapat dukungan luas.
‎
‎Di bawah kepemimpinan Anton Timbang, Kadin Provinsi Sultra siap menyukseskan program MBG dengan menargetkan membangun 65 titik SPPG.
‎
‎”Program MBG menjadi bagian dari upaya nasional mengatasi stunting dan gizi buruk, yang masih menjadi tantangan di Sulawesi Tenggara. Namun lebih dari itu, kami mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal agar program ini memberi efek berantai bagi ekonomi daerah,” ujar Ketum Kadin Sultra, Anton Timbang.
‎
‎Saat ini, lanjutnya, Kadin Sultra telah mengajukan 22 lokasi SPPG ke Badan Gizi Nasional. Alhasil, 11 lokasi SPPG telah disetujui oleh BGN dan masuk dalam tahapan proses persiapan SPGG/dapur MBG.

Lintasoheo.com| Konawe – Proses pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di Kelurahan Parauna, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menuai gelombang protes keras dari masyarakat.

Sejumlah warga melaporkan ke Dinas Koperasi dan UMKM karena merasa tidak dilibatkan dalam proses yang seharusnya bersifat transparan dan demokratis.

Camat Anggaberi, Latif Surangga, S.H., membenarkan bahwa pihaknya menerima instruksi dari Dinas Koperasi dan UMKM untuk melakukan mediasi. “Kami diminta memediasi masyarakat yang keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam pembentukan pengurus koperasi,” ujarnya.

Dalam proses mediasi tersebut, dikatakan telah ada kesepakatan bahwa jika akta notaris belum terbit, maka akan dilakukan pemilihan ulang. Namun setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, diketahui bahwa akta notaris sudah terbit. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Koperasi dan UMKM menginstruksikan agar susunan pengurus tetap dilanjutkan.

“Kalau nanti ada pergantian anggota, maka dilakukan melalui musyawarah luar biasa,” tegas Camat Latif.

Persoalan makin memanas setelah muncul dugaan bahwa pengurus koperasi diisi oleh keluarga dari tokoh-tokoh lingkungan seperti LPM dan kepala lingkungan. Warga mencurigai adanya konflik kepentingan. Menurut peraturan yang disampaikan Dinas Koperasi, yang tidak diperbolehkan menjadi pengurus adalah perangkat kelurahan, namun anak dari perangkat masih diperbolehkan.

“Saat ini Lurahnya masih pelaksana tugas dan belum ada SK definitif. Kami masih menunggu klarifikasi dari kelurahan dan laporan dari warga,” tambah Camat.

Keluhan lain yang mengemuka adalah soal undangan pemilihan yang dinilai tidak merata. Dari total 800 warga Parauna, hanya 45 undangan yang dikirimkan secara tertulis, sementara lainnya hanya mengandalkan informasi lisan. Ini menimbulkan ketimpangan partisipasi masyarakat dalam menentukan pengurus koperasi.

“Memang ada keterbatasan dari perangkat kelurahan, hanya 45 undangan yang disebar tertulis. Selebihnya, disampaikan lisan lewat RT dan RW, tapi faktanya banyak yang tak mengetahui proses pemilihan ini,” jelas Camat.

Kini masyarakat menanti itikad baik dari pemerintah kelurahan dan pengurus koperasi untuk menjawab kegelisahan mereka. Tuntutan utama warga jelas, pemilihan ulang secara terbuka dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, salah satu masyarakat keluhkan pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Parauna yang menurutnya tidak transparan.

“Kami sangat menyesalkan, kenapa masyarakat tidak dilibatkan sejak awal. Ini bukan koperasi pribadi, ini menyangkut kepentingan bersama,” tegas Abel, salah satu warga Parauna yang ikut melayangkan protes.

Abel bersama sejumlah warga telah melayangkan surat keberatan ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe pada 2 Juni 2024. Mereka kemudian bertemu langsung dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM untuk menyampaikan keluhan.

Menurut Abel, Kepala Dinas merespons cepat dengan mengonfirmasi langsung ke Camat Anggaberi mengenai legalitas pembentukan pengurus Kopdes Merah Putih. Hasilnya, terungkap bahwa pengurus koperasi sudah terbentuk tanpa partisipasi publik yang memadai.

“Setelah dicek, Kadis meminta pihak kecamatan untuk segera melakukan pengurusan ulang, karena memang banyak warga yang tidak dilibatkan,” jelas Abel.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Anggaberi kemudian menggelar pertemuan pada 4 Juni 2024. Pertemuan tersebut menghadirkan Camat Anggaberi, Plt Lurah Parauna, perangkat kelurahan, serta perwakilan masyarakat yang menyuarakan keberatan.

Dalam pertemuan itu disepakati secara tegas bahwa pemilihan ulang pengurus Kopdes Merah Putih harus segera dilakukan demi keadilan dan transparansi.

Abel menyoroti kejanggalan dalam proses awal pembentukan pengurus yang sebelumnya dilaksanakan, termasuk penunjukan langsung Ketua Pengawas tanpa melalui mekanisme yang sah.

Padahal, menurut Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025, Halaman 8 Nomor 2 poin 4, jabatan Ketua Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih seharusnya dipegang oleh Kepala Desa/Lurah sebagai ex-officio pengawas koperasi.

“Seharusnya Ketua Pengawas itu Lurah. Baru setelah itu dilakukan pemilihan untuk anggota pengawas lainnya. Tapi ini malah ditunjuk langsung, melanggar aturan,” imbuhnya.

Ironisnya, meski keputusan telah dibuat, hingga kini pemilihan ulang belum juga digelar. Justru, setelah pertemuan 4 Juni, terjadi rapat tertutup antara perangkat kelurahan dan pengurus lama, yang hanya menyampaikan rencana pemilihan ulang tanpa tindak lanjut nyata.

“Ini terkesan diulur-ulur. Kami sudah beri waktu, sudah ikut prosedur, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Ada apa ini? Jangan sampai kami anggap ini permainan untuk kepentingan segelintir orang,” sindir salah satu tokoh masyarakat setempat.

Lintasoheo.com | Konut — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Utara (Konut) bergerak cepat membersihkan tumpahan solar yang terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya dari wilayah Awila Puncak hingga Desa Banggarema,Rabu(18/6/2025).

Tumpahan solar yang diduga berasal dari kendaraan angkutan mengalami kebocoran tangki tersebut menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan menyebabkan kendaraan roda dua dan empat hilang kendali.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konut menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pada pagi hari dan langsung mengerahkan dua unit armada beserta personel untuk melakukan pembersihan.

“Kami prioritaskan keselamatan pengguna jalan. Penanganan dilakukan dengan penyemprotan air tekanan tinggi untuk mengurangi licinnya permukaan jalan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada para pengemudi kendaraan angkutan agar rutin memeriksa kondisi tangki dan sistem bahan bakar guna mencegah kejadian serupa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat insiden ini, namun lalu lintas sempat tersendat selama proses pembersihan berlangsung. Dinas Damkar dan Penyelamatan Konut memastikan seluruh ruas yang terdampak kini dalam kondisi aman dan dapat dilalui kembali.

 

Lintasoheo.com | Konut – PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi dengan menyelenggarakan kegiatan praktek lapangan tentang good mining practice bagi siswa SMK Pertambangan Nur Watukila. Sebanyak 15 siswa bersama guru pendamping mendapatkan pembelajaran langsung tentang prinsip-prinsip pertambangan berkelanjutan dari tim profesional ANTAM di Site Tapunopaka.

Para peserta mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Muh. Abil Irwandi menyatakan, “Kami sangat senang bisa belajar langsung tentang geologi dan teknik penambangan yang baik dari para ahli ANTAM.” Senada dengan itu, Qhais Wiryata Umar menambahkan, “Pembelajaran tentang pertambangan nikel menjadi sangat mudah dipahami berkat metode pengajaran yang jelas dari pembimbing ANTAM.”

Annaway Usman Kamil, S.Si selaku guru pendamping menyampaikan apresiasi, “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan belajar langsung di lokasi tambang ANTAM. Praktek semacam ini sangat penting untuk melengkapi pembelajaran di kelas.” Beliau juga menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat berlanjut hingga tingkat magang industri.

Hingga Juni 2025, ANTAM telah membuka kesempatan bagi 23 peserta dari berbagai institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara untuk mengikuti program magang, penelitian tugas akhir, dan PKL. Nasrullah, Operation Senior Manager PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara, menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM pertambangan yang kompeten dan berwawasan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memahami prinsip-prinsip pertambangan yang bertanggung jawab,” ujar Nasrullah. Ke depan, ANTAM akan terus memperkuat program pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan untuk mendukung pengembangan SDM di sekitar wilayah operasi pertambangan di Kabupaten Konawe Utara pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Tenggara pada umumnya.

Lintasoheo.com| Konut– Bupati Konawe Utara secara resmi mengukuhkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta melantik Pengurus TP PKK Kabupaten Konawe Utara periode 2025–2030. Prosesi ini digelar dengan khidmat di Aula Anawai Ngguluri, Lantai 1 Kantor Bupati Konawe Utara, pada Jumat (13/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya peran TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama di tingkat keluarga. Ia juga berharap kepengurusan baru mampu menjawab tantangan pembangunan sosial dan ekonomi melalui gerakan yang konkret dan terukur.

“TP PKK adalah ujung tombak pembangunan berbasis keluarga. Saya berharap pengurus yang baru dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Konawe Utara,” ujar Bupati.

Ketua TP PKK yang baru dilantik, dalam sambutannya, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat 10 program pokok PKK, dengan penekanan pada peningkatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam gerakan PKK.

“Kami siap bekerja dengan semangat kolaboratif dan inovatif. Fokus kami adalah memperkuat peran kader di tingkat desa dan kecamatan agar program-program PKK dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Utara.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, serta para kader PKK dari seluruh kecamatan se-Konawe Utara.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.