Lintasoheo.com | Konut – PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 kembali menunjukkan komitmen nyatanya terhadap kemajuan pendidikan di wilayah operasionalnya. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan tersebut telah merampungkan pembangunan pagar di SDN 06 Landawe.

Penyelesaian pembangunan pagar ini ditandai dengan pemasangan plank bantuan sarana pendidikan dari PT KES, sebagai simbol dukungan perusahaan terhadap peningkatan kualitas dan keamanan lingkungan belajar di sekolah tersebut.

Kepala Teknik Tambang KES SK 321, Yuris Wirawan, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan ini.

“Alhamdulillah, pagar sekolah yang sebelumnya kita bantu kini telah selesai dibangun. Semoga membawa manfaat bagi sekolah dan mendukung kenyamanan proses belajar mengajar,” ujarnya penuh harap.

Pagar yang kini berdiri kokoh itu bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan bentuk nyata kepedulian PT KES terhadap tumbuhnya lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Kepala Sekolah SDN 06 Landawe, Made Medana, S.Pd, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kepada PT KES yang telah membantu sekolah kami. Kini kami memiliki pagar yang melindungi area sekolah, sehingga hewan ternak tidak lagi masuk ke lingkungan belajar,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan pagar tersebut akan diikuti dengan kegiatan penghijauan dan penanaman pohon di lingkungan sekolah.

“Kami berencana melanjutkan program penanaman pohon lindung, bunga, serta kegiatan berkebun bersama siswa,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Desa Tambakua. Kepala Desa, Juliadin, S.Ip, menilai langkah PT KES sebagai bentuk dedikasi perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia.

“Kami dari Pemerintah Desa Tambakua sangat mengapresiasi dedikasi PT KES dalam bidang pendidikan. Meski belum beroperasi penuh di desa kami, PT KES sudah aktif berkontribusi membangun, khususnya dalam peningkatan sarana pendidikan,” ungkapnya.

Pembangunan pagar SDN 06 Landawe ini menegaskan sinergi positif antara dunia usaha dan lembaga pendidikan. Program seperti ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berdaya guna.

Lintasoheo.com | Tambakua – Ucapan terima kasih disampaikan oleh Kepala Desa Tambakua, Juliadin, S.Ip., yang menilai bantuan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, bahkan sebelum aktivitas pertambangan dimulai.

“Kami dari Pemerintah Desa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT KES. Walaupun belum beroperasi di desa kami, PT KES telah menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan rumah ibadah yang lebih layak,” ujar Juliadin.

Bantuan ini menjadi bukti keseriusan PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya. Selain mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat lingkar tambang, langkah ini juga memperluas manfaat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), tidak hanya di sektor pendidikan,seperti pembangunan pagar SDN 06 Landawe sebelumnya,tetapi juga di bidang keagamaan.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Pura Pucak Sari, Putu Widiarta, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut.

“Kami mewakili umat Hindu di Desa Tambakua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT KES yang telah membantu pembangunan Pura di desa kami. Dengan adanya bantuan ini, kami dapat melanjutkan pembangunan yang sebelumnya sempat tertunda,” ungkap Putu.

 

Lintasoheo.com | Alenggo – PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 menunjukkan komitmen nyata terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor di Desa Alenggo, sebuah langkah antisipasi menjelang musim kemarau. Bantuan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang Infrastruktur dan Lingkungan.

Meskipun saat ini PT KES SK 321 belum memulai kegiatan operasional pertambangan, perusahaan ini telah aktif berkontribusi. Bantuan pengadaan sumur bor ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan sarana air bersih yang memadai dan sehat bagi warga, terutama ketika musim kemarau tiba.
Kepala Teknik Tambang (KTT) KES SK 321, Yuris Wirawan, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk tetap melaksanakan PPM.

“PT KES SK 321 menunjukan komitmen untuk berkontribusi nyata dengan telah melaksanakan PPM meskipun sampai saat ini kami belum melaksanakan operasional pertambangan,” ujar Yuris.
“Kami harap dengan bantuan pengadaan air bersih untuk masyarakat Alenggo ini dapat memberikan ketersediaan air yang cukup, bersih dan sehat.”tambahnya

Untuk tahap awal, bantuan pengadaan air bersih ini direalisasikan secara bertahap di empat titik strategis di Desa Alenggo.

Bantuan ini disambut baik oleh tokoh masyarakat dan pemerintah desa setempat.
Solihin, salah satu Tokoh Masyarakat Alenggo, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi.
“Kami dari masyarakat Alenggo merasa sangat terbantu atas bantuan pengadaan air bersih dari PT KES. Dengan adanya musim kemarau ini kami biasa terkendala dengan ketersediaan air. PT KES hadir memberikan solusi terkait ketersediaan air bersih di desa kami,” kata Solihin.

Senada dengan Solihin, Kepala Desa Alenggo, Intan, juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi signifikan dari perusahaan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada perusahaan. Meskipun belum melakukan penambangan di desa kami, PT KES sudah memberikan kontribusi nyata dengan menyediakan air bersih untuk warga kami,” ucap Intan. “Semoga PT KES segera dapat melaksanakan operasional di desa kami dan diberikan kelancaran.”pungkasnya

Pemberian bantuan pengadaan air bersih menjadi bukti nyata keseriusan PT KES SK 321 dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya dan menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar, jauh sebelum kegiatan operasional pertambangan dimulai.

Lintasoheo.com | Konut – PT Makmur Lestari Primatama (MLP) kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang kesehatan, perusahaan menggelar kegiatan penyuluhan stunting serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil (bumil) di Balai Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, pada Kamis (9/10/2025).

Kegiatan yang diikuti puluhan balita dan sejumlah ibu hamil ini merupakan bagian dari dukungan PT MLP terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, dengan fokus pada pencegahan sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.

Superintendent External PT MLP, Arifin Lahay, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah agenda rutin perusahaan dalam rangkaian PPM bidang kesehatan.

“Program ini kami laksanakan setiap tahun di lima desa lingkar tambang — Lameruru, Ngapania, Molore, Molore Pantai, dan Alenggo — sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Arifin.

Ia juga menambahkan bahwa PT MLP bekerja sama dengan Puskesmas Langgikima dan Puskesmas Langgikima Pesisir guna memastikan pelaksanaan kegiatan tepat sasaran serta sejalan dengan prioritas pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Konawe Utara.

Apresiasi dari Tenaga Kesehatan dan Masyarakat

Inisiatif sosial PT MLP ini mendapat sambutan positif dari tenaga kesehatan dan warga setempat. Merciana Mbena, A.Md, AK, bidan Desa Lameruru sekaligus perwakilan Puskesmas Langgikima Pesisir, menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan.

“Kami berterima kasih atas partisipasi PT MLP yang telah membantu upaya pencegahan stunting. Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk mewujudkan Desa Lameruru yang sehat. Maju dan jaya terus PT MLP,” ujarnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh warga. Andriani, S., salah satu ibu yang hadir dalam kegiatan Posyandu, mengaku terbantu dengan bantuan makanan tambahan yang diberikan.

“Bantuan dari PT MLP ini sangat membantu untuk tumbuh kembang anak kami,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diterima meliputi bubur, telur, susu bayi dan bumil, vitamin, serta buah-buahan.
“Semoga ke depan program seperti ini terus dilaksanakan dan lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Lameruru, Asni Rudin A. MA, juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian PT MLP terhadap masyarakat lingkar tambang.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT MLP yang telah berpartisipasi demi kesehatan dan kesejahteraan warga Desa Lameruru. Semoga PT MLP semakin sukses ke depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PT Makmur Lestari Primatama menegaskan peran aktifnya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan bebas stunting di wilayah lingkar tambang.

Lintasoheo.com | Konut — Polemik seputar dana pembinaan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di Kecamatan Asera akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Camat Asera, Aswar, S.Sos. Ia menegaskan, dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut bukanlah pungutan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama antara seluruh unsur pemerintah dan lembaga pendidikan di wilayah itu.

Menurut Aswar, sebelum pelaksanaan kegiatan, seluruh pihak terkait telah duduk bersama dalam Rapat Pemantapan Porseni yang digelar di Balai Desa Walasolo pada 24 Juli 2025. Dalam rapat itu hadir 17 kepala desa, dua kepala puskesmas, serta 17 kepala sekolah tingkat SMP dan SD se-Kecamatan Asera.

“Dalam rapat tersebut, seluruh peserta sepakat untuk memberikan dana partisipasi kegiatan guna mendukung pelaksanaan Porseni dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelas Aswar, Kamis (9/10/2025).

Namun, lanjutnya, tidak semua pihak yang telah menyepakati kontribusi tersebut memenuhi komitmen. Beberapa kepala desa, kepala puskesmas, dan kepala sekolah tercatat belum menyetorkan dana yang telah disepakati bersama.

“Adapun yang belum menyetor dana partisipasi antara lain: Kepala Desa Tangguluri sebesar Rp 2 juta, Kepala Desa Puuwanggudu Rp 2 juta, Kepala Desa Andedao Rp 3 juta, Kepala Puskesmas Wanggudu Raya Rp 2 juta, Kepala Puskesmas Asera Rp 2 juta, serta Kepala Sekolah SMPN 1 Asera, SMPN 2 Asera, dan SDN 11 Asera masing-masing sebesar Rp 300 ribu,” terangnya.

Akibat belum terpenuhinya seluruh dana partisipasi, lanjut Aswar, penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang lomba hanya dapat dilakukan secara simbolis. Hal ini dilakukan untuk menghindari munculnya kecemburuan sosial di antara peserta.

“Kalau saya bayarkan sebagian, pasti akan memicu persoalan baru di lapangan. Karena itu, penyaluran dana pembinaan akan dilakukan setelah seluruh kontribusi diserahkan,” tegasnya.

Camat Asera,Aswar juga berharap semua pihak dapat memahami bahwa kegiatan Porseni ini adalah bentuk kebersamaan dan gotong royong antarinstansi di Kecamatan Asera. Ia mengimbau agar seluruh pihak yang belum memenuhi kesepakatan segera menyalurkan kontribusinya, sehingga hak peserta lomba dapat diselesaikan dengan baik.

“Kegiatan ini bukan untuk kepentingan pribadi siapa pun, tapi untuk mempererat kebersamaan dan semangat kemerdekaan di wilayah kita,” tutupnya.

Kegiatan penandatanganan dokumen resmi dilakukan oleh Bupati Ikbar bersama Sekretaris Daerah, Dr. Safruddin

Lintasoheo.com | Konut — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara secara resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat paripurna yang digelar di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Konawe Utara, Kamis (9/10/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar.Wanggudu, 9 Oktober 2025

Kegiatan penandatanganan dokumen resmi dilakukan oleh Bupati Ikbar bersama Sekretaris Daerah, Dr. Safruddin, disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Made Tarabuana, unsur Forkopimda, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Konawe Utara.

Dalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menyampaikan bahwa penetapan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menyesuaikan arah kebijakan fiskal dengan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi ekonomi terkini.

“Perubahan APBD ini disusun berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran sebelumnya. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Ikbar.

Bupati Ikbar menegaskan bahwa total nilai Perubahan APBD 2025 ditetapkan sebesar Rp 1,45 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sektor ekonomi produktif, termasuk pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah.

Lebih lanjut, Bupati Ikbar mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk bekerja profesional dan bersinergi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Konawe Utara yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“APBD ini adalah amanah rakyat. Kita harus mengelolanya dengan penuh tanggung jawab, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Sinergi antara semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan,” tutupnya.

Dengan ditetapkannya Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis dapat menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mempercepat pelaksanaan program-program strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Made Tarabuana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah atas kinerja dan koordinasi yang baik dalam penyusunan serta penetapan Perubahan APBD.

“DPRD memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menyusun APBD yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kami berharap pelaksanaan anggaran tahun ini berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Konawe Utara,” ujar Made Tarabuana.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan antara pihak eksekutif dan legislatif untuk memastikan seluruh program pembangunan terlaksana sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata.

Lintasoheo.com | Konut — Situasi di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), sempat memanas menyusul munculnya keluhan sejumlah kepala desa terkait dugaan praktik pungutan dalam proses penerbitan rekomendasi pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).

Kepala desa menilai, pengurusan rekomendasi tersebut sering disertai permintaan biaya tambahan di luar ketentuan resmi. Padahal, dana ADD merupakan anggaran vital yang digunakan untuk membayar gaji aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pelaksanaan kegiatan pemerintahan rutin di desa.

“Kami bukan tidak mau patuh aturan, tapi setiap mau cair ADD, selalu saja ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Padahal dana itu untuk gaji aparat dan BPD,” ujar salah satu kepala desa yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (7/10/2025).

Menurut beberapa sumber lain, besaran pungutan yang disebutkan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per desa. “Kalau tidak setor, rekomendasi pencairan tidak keluar. Kalau mau cepat, harus ada uang pelicin,” kata sumber lainnya.

Menanggapi isu tersebut, Camat Asera Muh. Aswar Amiruddin, S.H., M.M. membantah keras tudingan adanya pungutan dana dalam proses rekomendasi ADD. Menurutnya, tudingan itu adalah fitnah yang menyesatkan.

“Rekomendasi kami tidak pernah diberikan kepada kepala desa yang tidak memiliki laporan pertanggungjawaban sesuai persentase pembangunan dan pemberdayaan di desa. Kalau ada yang menuduh saya mematok biaya, mana buktinya? Laporkan saja secara hukum,” tegas Aswar, Rabu (9/10/2025).

Dalam pesan yang diterima redaksi, Aswar kembali menegaskan:

“Selama ini kita urus rekomendasi pencairan, adakah saya pernah patok harga, apalagi sampai Rp1,5 juta,ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa penerbitan rekomendasi dilakukan murni berdasarkan hasil verifikasi laporan kegiatan desa. Jika laporan dan persyaratan belum lengkap, maka rekomendasi belum bisa diterbitkan.

“Tidak pernah ada media yang konfirmasi langsung ke saya. Saya mudah ditemui di Asera, jadi kalau ada berita sepihak seperti ini, saya anggap itu tidak profesional,” ujarnya kesal.

Sejumlah Kepala Desa Benarkan Tak Ada Pungutan

Beberapa kepala desa turut memperkuat bantahan Camat Asera.
Kepala Desa Amorome Utama, Jiman, S.Si., menegaskan tidak pernah ada permintaan dana dari pihak kecamatan.

“Kalau saya pribadi selama ini tidak pernah ada permintaan dana dari pak camat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tapuwatu (Ahmad Badwin), Kepala Desa Oheo Trans (Syarifudin), Kepala Desa Longeo (Supardin), dan Kepala Desa Kota Mulia (Hasbullah Tayyeb).

“Selama pak Aswar menjabat lebih dari tiga tahun, tidak pernah ada permintaan uang Rp1 juta sampai Rp3 juta dari camat,” ujar mereka serempak.

Hasil investigasi media juga menemukan bahwa pungutan Rp500 ribu yang disebutkan bukan dari camat, melainkan kesepakatan para kepala desa sendiri untuk biaya operasional kecamatan.

“Justru kepala desa yang membuat kesepakatan bersama Rp500 ribu untuk membantu biaya administrasi di kecamatan. Bukan untuk camat,” tegas Aswar.
Klarifikasi Dana Porseni: Hasil Kesepakatan Bersama

Isu lain yang muncul terkait dana pembinaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Asera.
Aswar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama 17 desa dan 2 kelurahan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Sebelum lomba, kami bersama para kepala desa sepakat iuran Rp3 juta per desa/kelurahan. Tapi ada tiga desa yang belum menyetor, jadi dana pembinaan belum bisa disalurkan sepenuhnya,” terang Aswar.

Ketiga desa tersebut yaitu Puuwanggudu (Rp2 juta), Tangguluri (Rp2 juta), dan Andedao (Rp3 juta).
Selain itu, bantuan dari KONI Konut sebesar Rp25 juta juga belum cair akibat perubahan anggaran tahun 2025.

“Kalau dibayarkan sebagian, bisa timbul kecemburuan sosial. Karena itu, kami menunggu semua iuran masuk dulu,” tambahnya.

Berdasarkan dokumen rapat pemantapan pelaksanaan Porseni 2025, yang ditandatangani Ketua Panitia Harian Hasbullah Tayyeb dan Camat Asera Muh. Aswar Amiruddin, disepakati:

Pembersihan dan pemasangan umbul-umbul paling lambat 6 Agustus 2025.

Kegiatan dimulai 8 Agustus 2025 pukul 14.00 WITA di Lapangan Asera.

Dana partisipasi berasal dari kontribusi Kepala Desa/Lurah, Kepala Puskesmas, dan Kepala Sekolah dengan besaran:

Desa/Lurah: Rp3.000.000

Puskesmas: Rp3.000.000 (realisasi Rp1.000.000)

Sekolah: Rp300.000

Dengan klarifikasi ini, Camat Asera berharap isu yang beredar tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Tudingan pungutan dalam proses rekomendasi ADD itu tidak berdasar. Kami tetap bekerja transparan dan sesuai regulasi,” tegas Aswar.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak menjaga komunikasi dan tanggung jawab bersama demi menciptakan situasi kondusif di Kecamatan Asera.

Lintasoheo.com | Konut — Kepala Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara, Juliadin, S.Ip, menjadi korban peretasan nomor ponsel dan WhatsApp oleh pihak tidak bertanggung jawab. Akibat insiden tersebut, para rekan dan kenalannya mengalami kerugian total mencapai Rp18.600.000.

Peretasan diduga terjadi sesaat setelah Juliadin membuka sebuah undangan pernikahan dalam bentuk aplikasi (APK) yang diterimanya melalui pesan WhatsApp. Tak lama kemudian, nomor miliknya langsung tidak dapat diakses dan sepenuhnya dikuasai oleh pelaku peretasan (hacker).

Dengan memanfaatkan identitas Juliadin, pelaku kemudian menghubungi sejumlah kontak dalam daftar WhatsApp dan meminta bantuan berupa transfer uang dengan berbagai alasan mendesak. Tanpa curiga, beberapa rekan Juliadin melakukan transfer ke rekening yang diberikan oleh pelaku.

Adapun nama-nama korban yang telah mentransfer uang kepada pelaku beserta nominalnya, yakni:

1. Sole Sanjaya – Rp4.000.000

2. Eni – Rp2.000.000

3. Rifki HRD GPE – Rp3.000.000

4. Ririn AKP – Rp2.000.000

5. Karmin – Rp3.000.000

6. Pegi – Rp2.600.000

7. Aditia Martiawan Abidin – Rp2.000.000

Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp18.600.000.

Berdasarkan penelusuran awal, email yang digunakan oleh pelaku peretasan diketahui berasal dari wilayah Palembang. Saat ini, pihak Kepala Desa dan para korban tengah berupaya melacak identitas pelaku serta berkoordinasi untuk melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap file berbentuk APK atau tautan yang tidak dikenal, serta segera mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah (two-step verification) pada aplikasi WhatsApp untuk menghindari kejadian serupa.

Lintasoheo.com | Konut – Setelah dilakukan pencarian intensif sejak kemarin, warga Kelurahan Wanggudu yang diterkam buaya akhirnya ditemukan pada Selasa (7/10/2025) pagi dalam keadaan tak bernyawa.

Korban ditemukan di wilayah Desa Puusuli, Kecamatan Asera, oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Konawe Utara, aparat TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Proses pencarian dimulai sejak Senin (6/10/2025) siang setelah korban dilaporkan hilang usai diterkam buaya saat mandi di sungai. Tim gabungan terus melakukan penyisiran menggunakan perahu hingga larut malam, namun hasil baru diperoleh pagi ini.

“Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA dalam kondisi sudah meninggal dunia di sekitar aliran sungai Desa Puusuli,” ujar salah satu anggota tim pencari.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga dan warga sekitar tampak terpukul atas peristiwa tragis tersebut.

 

Lintasoheo.com | Konut — Upaya pencarian terhadap warga Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, yang diterkam buaya saat mandi di sungai, hingga pukul 23.50 WITA, belum membuahkan hasil.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Konawe Utara, aparat kepolisian, TNI,Damkar serta masyarakat setempat telah bekerja keras melakukan pencarian sejak pukul 14.00 WITA. Dengan menggunakan sekitar 30 perahu, tim terus menyisir aliran sungai hingga larut malam, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.

Pihak keluarga dan warga sekitar terus berharap agar korban segera ditemukan. Sementara itu jika malam ini tidak ditemukan, maka pencarian akan kembali dilanjutkan esok hari dengan memperluas area penyisiran dan melibatkan lebih banyak unsur gabungan.

Tim sudah berusaha semaksimal mungkin sampai malam ini, namun hasilnya masih nihil. Sampai berita ini rlis pencarian masih berlanjut.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.