Lintasoheo.com| Konut – Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) menjadi salah satu upaya strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Keberhasilan Siskamling sangat bergantung pada partisipasi aktif warga dalam menjalankan pengamanan lingkungan secara swakarsa, seperti ronda malam dan patroli lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, potensi terjadinya tindak kriminalitas dapat ditekan sejak dini. Selain berfungsi sebagai langkah pencegahan kejahatan, Siskamling juga memiliki nilai sosial yang kuat dalam mempererat silaturahmi antarwarga.
Kegiatan ronda dan patroli lingkungan mendorong tumbuhnya semangat gotong royong, kebersamaan, serta rasa kepedulian terhadap sesama.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, keamanan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan harmonis.
Pemerintah dan aparat keamanan pun terus mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali Siskamling sebagai bagian dari budaya menjaga keamanan bersama.
Lurah Wanggudu, Hasanuddin, S.Si, menegaskan bahwa Siskamling bukan hanya sekadar kegiatan pengamanan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai sosial yang penting dalam memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Melalui Siskamling, masyarakat tidak hanya berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga. Jika kebersamaan ini terus terjaga, maka lingkungan akan semakin aman dan kondusif,” ujar Hasanuddin.
Ia juga mengajak seluruh warga Kelurahan Wanggudu untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan berperan aktif dalam setiap kegiatan ronda malam maupun patroli lingkungan.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan partisipasi aktif masyarakat, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.
Selain sebagai langkah pencegahan kriminalitas, kegiatan Siskamling juga dinilai efektif dalam membangun rasa tanggung jawab sosial serta menciptakan suasana lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.



Dalam forum tersebut, BPKP memaparkan capaian dan rekomendasi hasil penilaian maturitas SPIP-T Tahun 2025, serta arah dan strategi pembinaan SPIP yang akan dilaksanakan pada Tahun 2026.
“Pemerintah daerah akan menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan BPKP sebagai upaya peningkatan kualitas tata kelola dan pengendalian intern, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Wiwirano Suharjhon Arif, Kepala Desa Padalere Utama, aparat desa, serta masyarakat setempat yang terdampak langsung oleh bencana angin puting beliung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Konawe Utara H. Ikbar menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Padalere Utama. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat terjadi bencana dan kondisi darurat.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Ikbar juga menyampaikan sejumlah rencana pembangunan yang sedang diupayakan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk Desa Padalere Utama. Di antaranya pengaspalan jalan dan pembangunan jembatan, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui OPD terkait akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan pascabencana, guna memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas secara normal.




Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa peresmian relokasi sekolah tersebut memiliki makna penting, khususnya dalam rangka pemulihan dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas pengelolaan sumber daya alam di wilayah setempat.
Lebih lanjut, Bupati Ikbar menitipkan amanah kepada para tenaga pendidik agar menjadikan sekolah tersebut sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kecerdasan, dan fondasi masa depan generasi Konawe Utara.