Lintasoheo.com | Surabaya – Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakatnya dan mewujudkan visi Konawe Utara yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN.Eng, terus memperluas jejaring kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Kali ini, Bupati Ruksamin bersama Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dengan Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya.
Kerjasama ini mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, pelatihan, penelitian, pengkajian, dan pengabdian masyarakat.
Acara penandatanganan PKS ini berlangsung di Gedung Baru Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya pada hari Rabu, 5 Juni 2024.
Pada Kesempatan itu, Bupati Ruksamin mengungkapkan rasa syukurnya serta ucapan terima kasih kepada Universitas Airlangga yang telah menerima Pemda Konawe Utara untuk menjalin kerjasama ini.
“Ini suatu kebahagiaan dan kehormatan yang luar biasa bagi kami bahwa Pemda Konawe Utara dapat diterima. Kerjasama ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Bupati Ruksamin juga menekankan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari implementasi visinya, Konasara (Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing).
Menurutnya, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencapai visi tersebut.
“Untuk menuju visi tersebut, maka kita harus meningkatkan SDM-nya dulu,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Konawe Utara adalah daerah yang kaya akan sumber daya alam, dan untuk mengelola kekayaan tersebut diperlukan SDM yang unggul.
Selanjutnya Ia mengatakan dalam mendukung peningkatan SDM di wilayahnya, bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Utara saat ini telah menggratiskan biaya SPP bagi seluruh mahasiswa asal Konawe Utara.
Kebijakan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Pemda dalam mendorong peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.
Sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti kerjasama ini, Bupati Ruksamin langsung menginstruksikan dinas terkait untuk memprogramkan 20 ASN asal Konawe Utara untuk melanjutkan pendidikan S2 di Unair.
“Untuk seleksinya kami serahkan kepada plihak universitas, kami hanya merekomendasikan, dan untuk biayanya ditanggung oleh Pemda” ucapnya dengan tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Mohammad Nasih, mengapresiasi inisiatif Bupati Ruksamin.
Ia menyatakan bahwa Universitas Airlangga sangat menyambut baik kerjasama ini dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh.
“Kami sangat menyambut baik kerjasama ini dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh. Universitas Airlangga siap berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Konawe Utara melalui program-program akademik dan penelitian yang unggul,” kata Prof. Nasih.
Dalam acara penandatanganan PKS tersebut, Bupati Ruksamin didampingi oleh para staf ahli, sejumlah kepala OPD, dan kabag lingkup Pemda Konawe Utara.
Sebagai ungkapan terima kasih, dikesempatan itu Bupati juga menyerahkan cendera mata kepada Direktur Pascasarjana Unair.



Kegiatan Sosialisasi tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan dari unsur BPD, LKD, Guru/Tenaga Kependidikan, PKK dan Karang Taruna.
Kesuksesan program transformasi perpustakaan dapat dicapai melalui:
Advokasi dan Kemitraan untuk membangun dukungan dan mendorong keberlanjutan program
Kegiatan sosialisasi program diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Sebagian besar peserta menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Konut pada Program Transformasi Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial ini.

Hasil dari masukan BMKG, dilihat dari prakiraan cuaca beberapa hari kedepan curah hujan diprediksi Juni sampai Juli masih akan bertamba. dan selama status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan selama satu minggu dan terjadi banjir susulan maka akan diberlakukan kembali status tanggap darurat banjir.
Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 7 ruas jalan. di tiga Kecamatan 8 Desa yang terdampak.
Sebagai Inspektur upacara, Bupati Konawe Utara membacakan teks pidato dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.
Keberagaman yang ada merupakan berkat yang dirajut dalam identitas nasional “Bhinneka Tunggal Ika”.
Sebagai meja statis, Pancasila terbukti mampu mempersatukan kita dalam menghadapi beragam gelombang tantangan dan ujian sejarah, sehingga sampai dengan saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar.
“Saya atas nama Adrianus sebagai ketua aliansi masyarakat Kecamatan Langgikima bersuara menyoroti proyek Jembatan yang baru saja selesai dibuat tahun anggaran 2023. tetapi tidak layak pakai untuk dilewati sampai seperti ini,”ungkapnya.
“Proyek ini belum lama dikerjakan tetapi sudah hampir seperti ini bisa kita lihat eh seperti ini modelnya jadi di sini juga ada nampak lubang ini besar ya karena campuran tidak sesuai juga tidak sesuai dengan standar anggaran yang ada,”jelas Adrianus.
Atas nama aliansi masyarakat Langgikama dirinya akan berkoordinasi dengan kontraktor yang telah mengerjakan jembatan itu untuk segera bertanggung jawab. Lanjut kata dia akan menyampaikan keluhan Masyarakat kepada DPRD, dan segera bergerak cepat untuk membuat surat keberatan kepada Pemda Konut,DPR,PU dan Dinas Terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD),”kesal Adrianus.
“Kami akan segera bergerak cepat membuat surat keberatan kepada Pemda, DPRD, PU, dan Dinas terkait BPBD Konut. harapan kami DPR segera bertindak untuk melakukan proses pemanggilan terhadap pihak kontraktor, untuk segera bertanggung jawab. Terima kasih selamat sore,”tutup Adrianus terdengar dalam Vidio yang beredar dari via Whadshap.
Diketahui Jembatan tersebut berada dititik koordinat dekat Kuburan umum jalan poros Kecamatan Langgikima.
Mengawali kegiatan Re-Akreditasi, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Konawe Utara, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), dalam sambutannya menyampaikan. Akreditasi adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh lembaga eksternal terhadap hasil penilaian kesesuaian proses dengan standar yang berlaku(digunakan).
“Re-Akreditasi merupakan proses penilaian ulang kualitas puskesmas melalui pembinaan dan perbaikan pelayanan kesehatan. Melalui Re-Akreditasi, kita berharap Puskesmas Wanggudu Raya bisa mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas dan mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat. merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah, Puskesmas sebagai ujung tombak dan sekaligus sebagai tolak ukur pelayanan publik di bidang kesehatan,”terangnya
Aswar menambahkan, mutu kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara. akan menjadi lebih baik apabila petugas kesehatan, Pemerintah Desa/ Kelurahan, dan stakeholder terkait, selalu bersinergi dan memiliki komitmen yang sama dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan.
Rapat Koordinasi penurunan status tanggap darurat banjir tersebut di Pimpin Bupati Konawe Utara, H.Ruksamin.
Dari kejadian banjir yang terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut tercatat ada 48 KK 158 jiwa, jumlah yang mengungsi 6 KK 27 jiwa yang terjadi di 3 kecamatan dari 8 Desa terdampak.
Konut sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai tgl 29 April 2024. kemudian ditingkatkan menjadi status tanggap darurat banjir mulai 9-16 mei dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 26 Mei 2024. dan status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 27 mei – 3 juni 2024.
Dalam rapat koordinasi tersebut. Bupati Konut, Ruksamin memutuskan mencabut dan menurunkan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan yang dimulai 27-3 juni 2024.
Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 7 ruas jalan. di tiga Kecamatan 8 Desa yang terdampak.
Konut sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai tgl 29 April 2024. kemudian ditingkatkan menjadi status tanggap darurat banjir mulai 9-16 mei dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 26 Mei 2024. dan status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 27 mei – 3 juni 2024.