LintasOheo.com | Konut — Pemda Konawe Utara bersama Seluruh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara, memperingati Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025. Momentum ini menjadi wujud penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Konawe Utara diisi dengan berbagai kegiatan seperti apel bersama, bakti sosial, bhakti religi, serta turnamen olahraga yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan sinergitas yang solid antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Hadir dalam acara peringati hari Bhayangkara yang ke-79.Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si.Prokopimda Staf Ahli, Asisten, para Kepala OPD, Kabag,serta seluruh jajaran ASN Pemda Konut.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH.menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polri atas peran strategisnya dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurut Bupati Konut. H Ikbar, Polri semakin matang di usia ke-79. Polri diharapkan dapat terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban penegakan hukum di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Polri juga harus menjadi sahabat masyarakat yang selalu siap mendengar, memahami, dan memberikan solusi. Selain itu, Polri harus dapat terus meningkatkan pelayanan publik dengan cepat, tepat, Presisi, humanis, dan berkeadilan.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saya meyakini bahwa sinergi dan kolaborasi antara Polri dan semua stakeholder pemerintah, baik pusat maupun sampai ke tingkat desa serta seluruh elemen masyarakat perlu untuk terus diperkuat,” jelas Ikbar.

Polri, tidak bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai undang-undang, tetapi perlu melakukan kolaborasi dan sinergi lebih erat dengan semua pihak. Bupati pun memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Utara siap untuk terus berkolaborasi serta bersinergi dengan Polri dalam rangka menjaga stabilitas nasional di bidang keamanan maupun politik.

“Selamat Dirgahayu Bhayangkara ke-79. Semoga Polri semakin profesional, presisi, dan terus menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang terpercaya,” ujar Bupati Ikbar.

Dengan semangat Bhayangkara ke-79, diharapkan Polres Konawe Utara semakin solid dan presisi dalam mengawal keamanan dan ketertiban di wilayah Bumi Oheo.

 

 

 

Lintasoheo.com| Konawe – Proses pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di Kelurahan Parauna, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menuai gelombang protes keras dari masyarakat.

Sejumlah warga melaporkan ke Dinas Koperasi dan UMKM karena merasa tidak dilibatkan dalam proses yang seharusnya bersifat transparan dan demokratis.

Camat Anggaberi, Latif Surangga, S.H., membenarkan bahwa pihaknya menerima instruksi dari Dinas Koperasi dan UMKM untuk melakukan mediasi. “Kami diminta memediasi masyarakat yang keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam pembentukan pengurus koperasi,” ujarnya.

Dalam proses mediasi tersebut, dikatakan telah ada kesepakatan bahwa jika akta notaris belum terbit, maka akan dilakukan pemilihan ulang. Namun setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, diketahui bahwa akta notaris sudah terbit. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Koperasi dan UMKM menginstruksikan agar susunan pengurus tetap dilanjutkan.

“Kalau nanti ada pergantian anggota, maka dilakukan melalui musyawarah luar biasa,” tegas Camat Latif.

Persoalan makin memanas setelah muncul dugaan bahwa pengurus koperasi diisi oleh keluarga dari tokoh-tokoh lingkungan seperti LPM dan kepala lingkungan. Warga mencurigai adanya konflik kepentingan. Menurut peraturan yang disampaikan Dinas Koperasi, yang tidak diperbolehkan menjadi pengurus adalah perangkat kelurahan, namun anak dari perangkat masih diperbolehkan.

“Saat ini Lurahnya masih pelaksana tugas dan belum ada SK definitif. Kami masih menunggu klarifikasi dari kelurahan dan laporan dari warga,” tambah Camat.

Keluhan lain yang mengemuka adalah soal undangan pemilihan yang dinilai tidak merata. Dari total 800 warga Parauna, hanya 45 undangan yang dikirimkan secara tertulis, sementara lainnya hanya mengandalkan informasi lisan. Ini menimbulkan ketimpangan partisipasi masyarakat dalam menentukan pengurus koperasi.

“Memang ada keterbatasan dari perangkat kelurahan, hanya 45 undangan yang disebar tertulis. Selebihnya, disampaikan lisan lewat RT dan RW, tapi faktanya banyak yang tak mengetahui proses pemilihan ini,” jelas Camat.

Kini masyarakat menanti itikad baik dari pemerintah kelurahan dan pengurus koperasi untuk menjawab kegelisahan mereka. Tuntutan utama warga jelas, pemilihan ulang secara terbuka dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, salah satu masyarakat keluhkan pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Parauna yang menurutnya tidak transparan.

“Kami sangat menyesalkan, kenapa masyarakat tidak dilibatkan sejak awal. Ini bukan koperasi pribadi, ini menyangkut kepentingan bersama,” tegas Abel, salah satu warga Parauna yang ikut melayangkan protes.

Abel bersama sejumlah warga telah melayangkan surat keberatan ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe pada 2 Juni 2024. Mereka kemudian bertemu langsung dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM untuk menyampaikan keluhan.

Menurut Abel, Kepala Dinas merespons cepat dengan mengonfirmasi langsung ke Camat Anggaberi mengenai legalitas pembentukan pengurus Kopdes Merah Putih. Hasilnya, terungkap bahwa pengurus koperasi sudah terbentuk tanpa partisipasi publik yang memadai.

“Setelah dicek, Kadis meminta pihak kecamatan untuk segera melakukan pengurusan ulang, karena memang banyak warga yang tidak dilibatkan,” jelas Abel.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Anggaberi kemudian menggelar pertemuan pada 4 Juni 2024. Pertemuan tersebut menghadirkan Camat Anggaberi, Plt Lurah Parauna, perangkat kelurahan, serta perwakilan masyarakat yang menyuarakan keberatan.

Dalam pertemuan itu disepakati secara tegas bahwa pemilihan ulang pengurus Kopdes Merah Putih harus segera dilakukan demi keadilan dan transparansi.

Abel menyoroti kejanggalan dalam proses awal pembentukan pengurus yang sebelumnya dilaksanakan, termasuk penunjukan langsung Ketua Pengawas tanpa melalui mekanisme yang sah.

Padahal, menurut Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025, Halaman 8 Nomor 2 poin 4, jabatan Ketua Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih seharusnya dipegang oleh Kepala Desa/Lurah sebagai ex-officio pengawas koperasi.

“Seharusnya Ketua Pengawas itu Lurah. Baru setelah itu dilakukan pemilihan untuk anggota pengawas lainnya. Tapi ini malah ditunjuk langsung, melanggar aturan,” imbuhnya.

Ironisnya, meski keputusan telah dibuat, hingga kini pemilihan ulang belum juga digelar. Justru, setelah pertemuan 4 Juni, terjadi rapat tertutup antara perangkat kelurahan dan pengurus lama, yang hanya menyampaikan rencana pemilihan ulang tanpa tindak lanjut nyata.

“Ini terkesan diulur-ulur. Kami sudah beri waktu, sudah ikut prosedur, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Ada apa ini? Jangan sampai kami anggap ini permainan untuk kepentingan segelintir orang,” sindir salah satu tokoh masyarakat setempat.

Lintasoheo.com | Konut — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Utara (Konut) bergerak cepat membersihkan tumpahan solar yang terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya dari wilayah Awila Puncak hingga Desa Banggarema,Rabu(18/6/2025).

Tumpahan solar yang diduga berasal dari kendaraan angkutan mengalami kebocoran tangki tersebut menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan menyebabkan kendaraan roda dua dan empat hilang kendali.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konut menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pada pagi hari dan langsung mengerahkan dua unit armada beserta personel untuk melakukan pembersihan.

“Kami prioritaskan keselamatan pengguna jalan. Penanganan dilakukan dengan penyemprotan air tekanan tinggi untuk mengurangi licinnya permukaan jalan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada para pengemudi kendaraan angkutan agar rutin memeriksa kondisi tangki dan sistem bahan bakar guna mencegah kejadian serupa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat insiden ini, namun lalu lintas sempat tersendat selama proses pembersihan berlangsung. Dinas Damkar dan Penyelamatan Konut memastikan seluruh ruas yang terdampak kini dalam kondisi aman dan dapat dilalui kembali.

 

Lintasoheo.com | Konut – PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi dengan menyelenggarakan kegiatan praktek lapangan tentang good mining practice bagi siswa SMK Pertambangan Nur Watukila. Sebanyak 15 siswa bersama guru pendamping mendapatkan pembelajaran langsung tentang prinsip-prinsip pertambangan berkelanjutan dari tim profesional ANTAM di Site Tapunopaka.

Para peserta mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Muh. Abil Irwandi menyatakan, “Kami sangat senang bisa belajar langsung tentang geologi dan teknik penambangan yang baik dari para ahli ANTAM.” Senada dengan itu, Qhais Wiryata Umar menambahkan, “Pembelajaran tentang pertambangan nikel menjadi sangat mudah dipahami berkat metode pengajaran yang jelas dari pembimbing ANTAM.”

Annaway Usman Kamil, S.Si selaku guru pendamping menyampaikan apresiasi, “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan belajar langsung di lokasi tambang ANTAM. Praktek semacam ini sangat penting untuk melengkapi pembelajaran di kelas.” Beliau juga menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat berlanjut hingga tingkat magang industri.

Hingga Juni 2025, ANTAM telah membuka kesempatan bagi 23 peserta dari berbagai institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara untuk mengikuti program magang, penelitian tugas akhir, dan PKL. Nasrullah, Operation Senior Manager PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara, menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM pertambangan yang kompeten dan berwawasan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memahami prinsip-prinsip pertambangan yang bertanggung jawab,” ujar Nasrullah. Ke depan, ANTAM akan terus memperkuat program pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan untuk mendukung pengembangan SDM di sekitar wilayah operasi pertambangan di Kabupaten Konawe Utara pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Tenggara pada umumnya.

Lintasoheo.com| Konut– Bupati Konawe Utara secara resmi mengukuhkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta melantik Pengurus TP PKK Kabupaten Konawe Utara periode 2025–2030. Prosesi ini digelar dengan khidmat di Aula Anawai Ngguluri, Lantai 1 Kantor Bupati Konawe Utara, pada Jumat (13/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya peran TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama di tingkat keluarga. Ia juga berharap kepengurusan baru mampu menjawab tantangan pembangunan sosial dan ekonomi melalui gerakan yang konkret dan terukur.

“TP PKK adalah ujung tombak pembangunan berbasis keluarga. Saya berharap pengurus yang baru dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Konawe Utara,” ujar Bupati.

Ketua TP PKK yang baru dilantik, dalam sambutannya, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat 10 program pokok PKK, dengan penekanan pada peningkatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam gerakan PKK.

“Kami siap bekerja dengan semangat kolaboratif dan inovatif. Fokus kami adalah memperkuat peran kader di tingkat desa dan kecamatan agar program-program PKK dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Utara.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, serta para kader PKK dari seluruh kecamatan se-Konawe Utara.

Lintasoheo.com | Konut – Diserahkan oleh Eksternal Relation PT. Bumi Sentosa Jaya Joko Sulistyo Widodo diterima langsung oleh Kepala Desa Boedingi (Aksar) Kades Boenaga (Hardin).

Rijal KTT PT. BSJ
Bantuan ini sebagai komitmen perusahan melalui Program Pengembangan Masyarakat terhadap daerah lingkar tambang dan baik Kepedulian perushaan terkait perayaan hati besar Idhul adha, tahun ini PT Bumi Sentosa Jaya bersama kontraktor PT Jaga Aman Sejahtera (Jatra) dan PT. Tambang Indonesia Raya (TIR) melakukan kegiatan PPM dengan bantuan sapi qurban di desa boedingi dan desa boenaga dng total 5 ekor sapi untuk 2 desa tersebut. semoga dengan kegiatan ini selalu mengingatkan kita makna dari idhul adha yaitu mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan nilai berbagi sekaligus Terdapat perintah untuk menyembelih hewan qurban dan melaksanakan ibadah haji yang wajib dilaksanakan bagi Anda yang memiliki kemampuan dari segi finansial maupun fisik.

Joko Sulistyo
program ini merupakan bagian dri program PPM perushaan melalui bantuan hewan kurban dengan pembelian hewan kurban di masyarkat sekitar .semoga melalui program ini dapt bermanfaat untuk masyarkat terutama nilai spiritual dlm mendekatkan diri kpd Allah SWT dng menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangannya
serta pengembangan ekonomi maayarkat di sektor peternakan sapi dpt termovasi dan terus berkembang..
Total sapi yg diadakan PT BSJ kontraktor sebanyak 5 ekor di tahun 2025.

Lontasoheo.com | Konawe – Ketua RT 1/RW 04 Kelurahan Tuoy Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe, Tersan meminta Polres Konawe agar segera menangkap para terduga pelaku penyerangan atau pengrusakan rumahnya, yang terjadi sekira pukul 02.30 Wita dini hari pada Rabu (7/5/2025) lalu.

Pasalnya, kata Tersan, hingga saat ini para terduga pelaku yang jumlahnya belasan orang belum ada yang ditangkap, sementara kasusnya langsung ia laporkan usai kejadian.

“Saksi saat kejadian dua orang yaitu pak Alex dan pak Harlan, dan ada juga CCTV. Saat di Polres saya sudah sampaikan agar menangkap salah seorang terduga pelaku inisial K. Jika sudah ditangkap maka dia akan sebut teman-temannya,” kata Tersan, Minggu (11/5/2025).

Tersan mengaku atas kejadian tersebut pihaknya mengalami trauma.

“Jujur saya trauma. Bayangkan anakku lagi tidur mereka langsung masuk kamar menyerang dengan membabi buta hingga putus tali kelambu. Sementara anakku baru berumur 1 tahun dan 2 tahun. Mereka masuk dalam rumah langsung melempar pake botol,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban atau pelapor, Jumadan Latuhani,S.H mengatakan bahwa kliennya tersebut saat ini mencari keadilan atas penyerangan rumahnya.

Tentunya, lanjut Jumadan, kliennya meminta agar para terduga pelaku segera ditangkap. Ini juga terkait Kamtibmas di wilayah hukum Polres Konawe.

“Polres Konawe harus segera menangkap para pelaku. Kasus ini bukan saja soal penegakan hukum, tapi terkait komitmen Polres Konawe dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif terhadap warga,” ujarnya.

Dronesultra.co.id | Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Antar Waktu untuk dua desa, yaitu Desa Lalowaru Kecamatan Lasolo dan Desa Todoloiyo Kecamatan Oheo, pada Selasa, 6 Mei 2025. Acara tersebut berlangsung khidmat di Aula Anawai Ngguluri, Kantor Bupati Konawe Utara.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Konawe Utara H. Ikbar, S.H., M.H. didampingi oleh Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., dengan dihadiri oleh unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, dan tokoh masyarakat.

Adapun pejabat yang dilantik adalah Kepala Desa Lalowaru Antar Waktu Nuryanah, S.Si. dan Kepala Desa Todoloiyo Antar Waktu Hendra, S.E.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Utara H. Ikbar menerangkan bahwa pelantikan kepala desa antar waktu yang dilaksanakan pada hari ini, merupakan amanah dari Undang-Undang yang harus dilaksanakan dalam mewujudkan proses demokrasi di tingkat desa yang dimaknai sebagai sebuah proses awal dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan di desa yaitu terwujudnya masyarakat desa yang sejahtera, maju dan mandiri.

“Terpilihnya saudara sebagai langkah awal untuk melanjutkan dan meneruskan berbagai program kerja yang selama ini yang dilaksanakan oleh pejabat kepala desa yang lama, jadilah pamong bagi seluruh masyarakat, rajin turun kelapangan untuk memastikan semua pelayanan program dan kegiatan berjalan tepat sasaran.” ungkap H. Ikbar.

Bupati Konawe Utara tersebut juga menerangkan bahwa pemerintah saat ini telah memberikan anggaran yang cukup bagi desa untuk melaksanakan kewenangan yang dimiliki, mengurus kepentingan rumah tangganya melalui sumber pendapatan desa yang telah ditetapkan, baik yang bersumber dari APBN melalui dana desa dan melalui APBD 10% dari pendapatan daerah maupun dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah yang jumlahnya rata-rata perdesa 1 milyar lebih dan bahkan ada desa yang mencapai 2 milyar di kab. Konawe Utara.

H. Ikbar juga menerangkan bahwa berbagai program prioritas nasional penggunaan dana desa dari APBN mulai dari pengentasan Kemiskinan Ekstrim, Ketahanan Pangan, Stunting serta Makan Bergizi Gratis melalui pengelolaan badan usaha milik desa dan yang terakhir dengan instruksi presiden nomor 9 tahun 2025 tentang pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih yang ditindaklanjuti dengan surat edaran Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Republik Indonesia nomor 6 tahun 2025 tentang percepatan pemebentukan koperasi desa merah putih.

“Hal ini wajib dibentuk di setiap desa dan kelurahan dalam forum musyawarah khusus desa sehingga dapat dibentuk kelembagaanya serta dari dinas terkait akan melakukan pembinaan sesuai tupoksi masing-masing utamanya Dinas Koperasi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, karena bapak Prabowo Subiyanto Presiden Republik Indonesia pada tanggal 12 Juni 2025 akan melaunching koperasi desa merah putih ini secara nasional.” ungkap H. Ikbar.

Pimpinan tertinggi di Kab. Konawe Utara tersebut jg menegaskan tentang kegiatan desa lainya menyangkut beberapa program antara lain pengimputan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan, profil desa dan kelurahan, indeks desa, penataan badan usaha milik desa, lomba desa dan kelurahan agar diperhatikan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Lintasoheo.com | Konut – Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia, salah satunya adalah Kabupaten Konawe Utara (Konut). Ironisnya, daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Oheo ini justru sedang dirampok oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab.

Tanpa disadari, saat ini di duga dalam WIUP PT Harta Binanga Raya Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara (Konut) sedang diobok-obok oleh para penambang ilegal, melakukan perampokan nikel untuk kepentingan pribadi mereka.

Disinyalir, Aktifitas pertambangan illegal di dalam Wilayah IUP PT HBR ada aktifitas penambangan yang di duga dilakukan oleh PT. Rajawali Group merambah Kawasan hutan . masifnya para mafia melakukan pengerukan Nikel dalam kawasan hutan Tanpa IPPKH serta di duga mengeruk di Lahan koridor hal ini sama sekali tak tersentuh hukum.

Bahkan letaknya sangat strategis karena dekat dengan laut. Tidak hanya itu, Iqbal menyebut, praktik ini ada dukungan dari beberapa pihak, sehingga menjadikan lokasi tersebut sarang penambang illegal.

“Para penambang illegal itu menambang dengan seenaknya, mengeruk kekayaan Konawe Utara tanpa henti, ada banyak pelanggaran yang di lakukan yang pastimya menambang illegal dalam melakukan penjualan di perlukan Kerjasama pemilik IUP resmi dan memiliki Kuota dan Pelabuhan bongkar dan muat ( jetty ) . ” katanya saat ditemui, Senin (6/4).

Forkam HL Sultra selalu memberikan dukungan kepada APH untuk memberantas Mafia Tambang Illegal yang marak di kabupaten konawe utara

Kami sangat menyesalkan adanya kegiatan penambangan illegal dalam Kawasan hutan dan lahan koridor sehingga penting bagi pemerintah dan apparat penegakkan hukum untuk menertibkan seluruh kegiatan yang merugikan daerah konawe Utara

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., secara resmi melantik Ahmad Sukamto Thayeb, SKM, M.Si., sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe Utara pada Jumat, 2 Mei 2025.

Pelantikan dilangsungkan di Aula Anawai Ngguluri, Lantai 1 Kantor Bupati Konut, mulai pukul 14.00 WITA dan dihadiri oleh Wakil Bupati, perwakilan Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Prosesi pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang mensyaratkan setiap PNS yang diangkat dalam jabatan struktural untuk mengucapkan sumpah atau janji jabatan sesuai kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pelayanan publik, khususnya pada sektor administrasi kependudukan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dengan cepat, tepat, dan transparan. Saya percaya Saudara Ahmad Sukamto Thayeb mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.

Ahmad Sukamto Thayeb dikenal sebagai birokrat berpengalaman yang sebelumnya menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintahan. Ia diharapkan membawa semangat baru dalam pembenahan layanan kependudukan di Konawe Utara.

Acara pelantikan diakhiri dengan penandatanganan berita acara, pengucapan sumpah jabatan, dan pemberian ucapan selamat dari jajaran pimpinan daerah.

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.