Lintasoheo.com | Konut – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Event Harmoni Sultra 2025 pada Selasa, 15 April 2025, bertempat di Hotel Sawa Beach. Event tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2025, dengan Kabupaten Konawe Utara sebagai salah satu tuan rumah utama.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Konut, H. Ikbar, SH., MH., didampingi Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., serta diikuti oleh seluruh jajaran OPD terkait, panitia lokal, dan perwakilan instansi vertikal.
“Event Harmoni Sultra bukan sekadar ajang seni budaya, tapi juga etalase potensi lokal dan kesempatan memperkuat persatuan antar daerah di Sulawesi Tenggara,” ujar Bupati Ikbar dalam arahannya.
Tahun ini, Event Harmoni Sultra mengusung tema “Merajut Budaya, Menyatukan Sultra”, dengan berbagai kegiatan seperti karnaval budaya, pameran UMKM, pertunjukan seni tradisional, dan forum ekonomi kreatif. Konut akan menjadi tuan rumah pembukaan dan beberapa kegiatan utama yang dipusatkan di Lapangan Aspirasi Wanggudu.
Kepala Dinas Pariwisata Konut, Andi Marwan, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan provinsi dan kabupaten/kota lain guna memastikan kelancaran acara.
“Kami siapkan segalanya, mulai dari akomodasi, teknis acara, hingga pelibatan komunitas lokal. Ini momentum penting untuk memperkenalkan wajah baru Konut di mata publik regional,” ujarnya.
Pemda Konut optimistis Event Harmoni Sultra 2025 akan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata, UMKM, serta memperkuat jejaring budaya antarwilayah di Sultra.
Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, SH., MH., bersama Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., menghadiri acara halal bihalal di Kecamatan Motui, Rabu (15/4/2025).
Acara yang penuh keakraban ini juga dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal, serta para Kepala OPD lingkup Pemkab Konut.
Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menyampaikan pentingnya momentum halal bihalal sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui momen ini, mari kita saling memaafkan dan memperkuat semangat kebersamaan untuk membangun Konawe Utara yang lebih baik,” ujar Bupati Ikbar.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah singkat, ramah tamah, serta sesi salam-salaman antara masyarakat dan pejabat yang hadir. Suasana penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara, menandakan eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat Kecamatan Motui.
Lintasoheo.com | Konut – PT. Bumi Sentosa Jaya menyerahkan bantuan karamba kepada kelompok nelayan di Desa Boedingi, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Bantuan diserahkan oleh Kepala Teknik Tambang, Rijal, dan Humas perusahaan, Joko Sulistio.
Penyerahan diterima langsung oleh Kepala Desa Boedingi, Aksar, dan Ketua Kelompok Nelayan Mutiara, Nasir.
Rijal menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Karamba ini bisa dikelola dengan baik agar menjadi sumber pendapatan tambahan masyarakat. Nantinya, hasil budidaya ikannya akan dibeli oleh perusahaan kami,” ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PT. Bumi Sentosa Jaya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dan keberlanjutan usaha nelayan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Humas PT. Bumi Sentosa Jaya, Joko Sulistyo, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang ekonomi. “Ini merupakan bagian dari program PPM melalui usaha perikanan, dengan pola budidaya ikan laut menggunakan sistem pembesaran ikan via karamba. Ini adalah program kedua setelah sebelumnya dilakukan di Desa Boenaga,” jelasnya.
Melalui program ini, perusahaan berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan usaha nelayan lokal.
Lintasoheo.Com, Konawe Utara – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyalurkan 500 paket bantuan dan 20 tenda pengungsi kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut).
Santunan itu disalurkan langsung oleh Ketua F-PRB Sultra, Yudianto Mahardika, SH bersama pengurus F-PRB Sultra yang hadir dalam kegiatan itu. Terdapat 3 desa terdampak yang menerima santunan itu, antara lain, Desa Sambandete, Padalere Utama, dan Puuhialu.
Kedatangan tim F-PRB Sultra disambut langsung dari Pemerintah Daerah (Pemda) Konut oleh Bupati Konut, Ikbar,SH.,MH diwakili oleh Wakil Bupati Konut, Abu Haera, S.Sos.,M.Si, bersama Ketua F-PRB Konut, Jefri Ipnu,S.Pd dan Wakil Ketua F-PRB Konut, Sulaiman Tepamba, serta jaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Forkopimda Konut.
“Bantuan ini dari F-PRB Sultra kami berikan kepada saudara-saudara kita di Konawe Utara yang terdampak banjir. Semoga bermanfaat dan berkah,”ungkap Ketua F-PRB Sultra, Yudianto Mahardika dalam sambutannya di Sambandete, Kecamatan Oheo sebelum menyerahkan bantuan, Selasa 15 April 2025.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Sultra ini menyampaikan, sebanyak 500 paket sembako di berikan kepada masyarakat terdampak banjir serta tendang pengungsi bagi masyarakat yang kediamannya terkena banjir.
“Kami doakan semoga hujan cepat redah, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Tetap semangat, kami dari F-PRB Sultra akan selalu bersama masyarakat di Konawe Utara dan siap selalu membantu,”ujar Yudhi.
Menerima kedatangan tim F-PRB, Wabup Konut, Abu Haera mengucapkan rasa terimakasihnya atas perhatian dan kepedulian Ketua serta pengurus F-PRB Sultra yang telah menyalurkan bantuan bahan makan bagi masyarakat korban banjir.
Mantan Sekda Konut ini juga memberikan apresiasi besar kepemimpinan Yudianto Mahardika yang sukses membawa F-PRB aktif bergerak di kegiatan sosial kemanusiaan.
Menurutnya, Yudianto Mahardika merupakan sosok pemuda yang tepat untuk memimpin organisasi kemasyarakatan. Sebab selain energic juga memiliki sifat sosialisasi yang sangat tinggi.
“Terimakasih banyak kepada pak Yudianto Mahardika bersama anggota F-PRB Sultra yang telah hadir langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir. Ini merupakan semangat untuk masyarakat Konawe Utara khususnya. kehadiran F-PRB memberikan motivasi untuk terus bangkit menghadapi tantangan alam saat ini terjadi. Terimakasih banyak,”ucap Wakil Bupati Konut, Abu Haera saat menerima rombongan F-PRB Sultra.
Lintasoheo com | Konut – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, meninjau langsung lokasi banjir yang merendam ruas jalan Trans Sulawesi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Rabu (9/4/2025).
Dalam kunjungannya, Gubernur didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Konut, Danrem 143/Halu Oleo, unsur Forkopimda, Kapolres Konut, anggota DPRD Konut, serta perwakilan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan penanganan cepat terhadap dampak banjir, khususnya pada akses jalan nasional yang terdampak.
Gubernur menyampaikan bahwa penanganan jalan yang terputus akibat banjir merupakan prioritas utama mengingat fungsinya yang vital sebagai jalur logistik dan penghubung antarwilayah di Sulawesi Tenggara.
“Pemerintah Provinsi akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat maupun jangka panjang. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, jadi tidak boleh dibiarkan terlalu lama terganggu,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.
Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 700 meter jalan yang terendam banjir. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana membangun jembatan bailey sebagai solusi sementara agar arus lalu lintas bisa kembali normal dalam waktu dekat.
“Pihak BPJN sudah siap membangun. Tinggal menunggu penyelesaian teknis administrasinya agar tidak melanggar aturan. Saya berharap proses pengerjaan bisa dimulai segera,” tegas Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berdialog langsung dengan warga terdampak banjir untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak mereka. Ia meminta BPJN dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses perbaikan serta memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa penanganan.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Gubernur menyatakan bahwa bantuan logistik dan personel teknis akan segera dikirim ke lokasi untuk mendukung percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak.
Lintasoheo.com | Konut – Banjir yang terjadi di wilayah hilir Sungai Lalindu, khususnya di Desa Padalere Utama dan Jalan Trans Sulawesi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Masyarakat mendesak agar pemerintah segera meninjau ulang dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang beroperasi di wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.
Desakan ini muncul akibat dugaan bahwa aktivitas pertambangan PT SCM telah berkontribusi terhadap perubahan tata air dan ekosistem yang memicu luapan sungai dan banjir bandang ke wilayah hilir Konut.
Warga mengkhawatirkan bahwa jika tidak ada penanganan dan pengawasan serius, dampak lingkungan akan semakin parah dan mengancam keselamatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurut sejumlah masyarakat, keberadaan Amdal dan dokumen UKL/UPL bukan hanya formalitas, melainkan landasan utama yang mengatur tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk segera melakukan audit lingkungan secara menyeluruh dan terbuka, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.
“Banjir ini bukan hanya karena curah hujan. Kita harus melihat aktivitas di hulu, apakah alih fungsi lahan, pembendungan air, dan penambangan sudah sesuai dengan kaidah lingkungan. Pemerintah harus turun tangan dan mengevaluasi Amdal PT SCM secara serius,” ujar Sulaiman Alpamba salah satu warga Konut. Minggu (06/04/2025).
Masyarakat juga meminta agar hasil evaluasi Amdal dan UKL/UPL tersebut disampaikan secara transparan kepada publik, guna menjamin akuntabilitas serta mencegah dampak lanjutan di masa depan.
Pemerintah Provinsi dan pusat diharapkan tidak tinggal diam dan segera bertindak untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan di Konawe Utara.
“Apabali kerusakan hutan kawasan dan lingkungan di kecamatan routa sebagai wilayah hulu, maka akan berdampak besar dan signifikan di wilayah hilir sungai Lalindu di Konawe Utara,” Pungkasnya.
Lintasoheo.com| Konut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara. menunjukkan kepedulian terhadap pengguna jalan Trans Sulawesi dengan membuat rakit penyeberangan secara gratis. Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat yang selama ini harus membayar mahal saat menyeberang menggunakan rakit milik swasta.
Selama ini, tarif penyeberangan dinilai sangat memberatkan. Untuk kendaraan roda dua, warga dikenakan biaya hingga Rp100.000, sementara kendaraan roda empat dibanderol mulai dari Rp500.000 hingga Rp700.000 sekali menyeberang.
Kepala BPBD Konut menyampaikan bahwa pembuatan rakit ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang terganggu aktivitasnya akibat kondisi infrastruktur jalan terdampak banjir.
“Kami ingin memastikan akses warga tetap lancar tanpa harus terbebani biaya tinggi,” ujarnya.
Diharapkan inisiatif ini dapat membantu memperlancar arus lalu lintas serta meringankan beban ekonomi masyarakat pengguna jalan antar provinsi yang berada diwilayah terdampak banjir jalan trans Sulawesi Desa Sambandete,Kecamatan Oheo,Kabupaten Konawe Utara.
Namun, niat baik tersebut tidak berjalan semulus yang diharapkan. Kehadiran rakit gratis buatan pemerintah mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat yang sebelumnya mengoperasikan rakit secara swadaya. Mereka merasa dirugikan dan menilai bahwa rakit milik pemerintah adalah “Rakit Ilegal”
Sekretaris BPBD Konut,Galib STP.,M,Ap
Sekretaris BPBD,Galib,STP.,M,Ap mengatakan,Penolakan ini sempat memicu ketegangan di lokasi penyeberangan. BPBD bersama aparat keamanan setempat pun telah turun tangan untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas.
Ia berharap semua pihak dapat mengedepankan kepentingan bersama, terutama demi kelancaran aktivitas masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada akses jalan Trans Sulawesi.
“Untuk meredam situasi dan memastikan rakit bantuan Pemda bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, aparat gabungan TNI dan Polri diharapkan mengawal operasional rakit agar berjalan tanpa hambatan,”ungkapnya
Dengan hadirnya dukungan dari unsur keamanan, pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan mengedepankan kepentingan bersama. Rakit ini dibangun sebagai solusi kemanusiaan, bukan untuk merugikan pihak manapun.
“Kita ingin semua pengguna jalan bisa menyeberang dengan aman dan tanpa biaya tinggi. Ini murni demi kepentingan rakyat,” tutup Galib,STP.,M,Ap
Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara bersama Forkopimda meninjau kondisi banjir yang melanda Jalan Trans Sulawesi yang berada di Desa Sambadete, Kecamatan Oheo. Dalam kunjungannya, Bupati Konut menyampaikan bahwa status darurat siaga bencana disiagakan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat terhadap dampak banjir.
“Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, serta untuk memastikan keselamatan warga dan infrastruktur daerah tetap terjaga,”ucapnya.
Lanjut kata dia,Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang terdampak.
Dalam kunjungannya ,Bupati Konawe Utara (Konut),H.Ikbar.resmi menetapkan status darurat siaga bencana. Keputusan ini diambil setelah meninjau langsung kondisi banjir di Jalan Trans Sulawesi Desa Sambadete, Kecamatan Oheo.
Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyalurkan bantuan darurat serta mengerahkan tim gabungan untuk membantu warga terdampak. Bupati Konut juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari resiko yang lebih besar.
“Bersama Forkopimda segera meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyerahkan tim gabungan,membantu warga yang terdampak, saya menghimbau kepada Masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari resiko yang besar,” tutup Bupati,H.Ikbar.
Lintasoheo.com | Konut – Kuliah gratis yang digagas oleh mantan Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin. Keberhasilan Ulfaira sebagai Duta Student Exchange Tingkat Global di Malaysia menjadi bukti nyata bahwa program ini mampu mencetak mahasiswa berprestasi hingga ke tingkat internasional.
Meskipun Dr. Ruksamin telah menyerahkan kepemimpinan kepada Bupati terpilih H. Ikbar pada 4 Maret 2025, warisan program pendidikannya tetap memberikan manfaat bagi generasi muda Konawe Utara. Prestasi Ulfaira juga menjadi kebanggaan bagi Universitas Haluoleo Kendari dan Provinsi Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.dan hususnya Kelurahan Wanggudu.
Prestasi Ulfaira sebagai Duta Student Exchange di Malaysia adalah bukti nyata dari dampak positif program kuliah gratis yang dicanangkan oleh mantan Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan daerahnya, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa asal Konawe Utara mampu bersaing di tingkat global.
Ulfaira, Alumni SMAN.1 Asera Tahun 2022 anak ke lima (anak bungsu)dari hasil perkawinan pak Yoruddin dan Ibu Nara, dan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Universitas Haluoleo jurusan manajemen FEB.
Dukungan pendidikan semacam ini sangat penting dalam menciptakan generasi muda yang kompetitif dan berwawasan internasional. Semoga program serupa terus berlanjut di bawah kepemimpinan yang baru, sehingga lebih banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk meraih pengalaman internasional.
Prestasi Ulfaira sebagai Emcee dalam Seminar Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Hotel Clarion semakin menegaskan bahwa mahasiswa asal Konawe Utara mampu bersaing di tingkat global. Kemampuannya menggunakan Bahasa Inggris, meskipun masih dalam tahap pasif, adalah langkah besar menuju peningkatan daya saing, yang sejalan dengan slogan “Konasara”—Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing.
6 Mahasiswa Universitas Haluoleo yang mengikuti kegiatan pertukaran Pelajar kunjungan Industri Internasional dan kelas Internasional
Keberanian dan kemampuannya ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Konawe Utara untuk terus mengembangkan diri dan tidak ragu mengambil kesempatan dalam skala internasional.
Konsistensi Pemda Konawe Utara dalam memberikan beasiswa sejak kepemimpinan Dr. Ir. H. Ruksamin menunjukkan komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kerja sama dengan berbagai universitas juga menjadi langkah strategis agar anak-anak Konawe Utara mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.
Program ini jelas telah membuahkan hasil, seperti yang dibuktikan oleh Ulfaira dan mahasiswa lainnya yang berhasil mengikuti program pertukaran pelajar serta berbagai kegiatan internasional. Semoga kepemimpinan yang baru tetap melanjutkan dan bahkan memperluas program ini agar semakin banyak mahasiswa yang bisa meraih kesempatan serupa.
Bupati terpilih, H. Ikbar,dan Wakil Bupati,H.Abuhaera berkomitmen untuk melanjutkan program beasiswa ini. Artinya, keberlanjutan investasi dalam pendidikan tetap terjaga, dan semakin banyak anak muda Konawe Utara yang bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Jika program ini terus berkembang, mungkin bisa diperluas dengan tambahan fasilitas seperti pelatihan bahasa asing, program magang internasional, atau beasiswa khusus untuk bidang studi tertentu yang dibutuhkan daerah. Ini bisa semakin meningkatkan daya saing generasi muda Konawe Utara di tingkat nasional maupun global.
Adanya Mahasiswa dokter di China yang saat sekarang masih menempuh kuliah, adalah bukti nyata bahwa program beasiswa ini akan menghasilkan dan mencetak tenaga profesional yang langsung bisa mengabdi untuk daerah. Ini tentu menjadi motivasi bagi generasi muda Konawe Utara lainnya untuk berani bermimpi besar dan menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Jika sudah ada tenaga propesional dari berbagai bidang strategis lainnya, seperti insinyur, ekonom, atau ahli teknologi, tentunya akan kembali dan membangun daerahnya.
Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, SH., MH, memimpin Safari Ramadhan perdana tingkat kecamatan yang digelar di Masjid Al Irsyad, Desa Basule, Kecamatan Lasolo, pada Rabu (5/3/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Konut, H. Abuhera, S.Sos., M.Si, Ketua TP PKK Konut, Hj. Wisra Wastawati, S.Tr. Keb, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Konut. Selain itu, Kepala OPD lingkup Pemda Konut, Camat Lasolo, serta para kepala desa se-Kecamatan Lasolo juga turut hadir dalam acara tersebut.
Safari Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.
Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Bupati Konut secara simbolis menyerahkan bantuan sebanyak 170 paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, ia juga memberikan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk pembangunan Masjid Nurul Fatima di Desa Muara Tinobu.
Dalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menegaskan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. “Melalui Safari Ramadhan ini, kita ingin semakin mendekatkan diri kepada masyarakat, serta berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan Safari Ramadhan ini ditutup dengan rangkaian acara buka puasa bersama, ceramah agama, serta sholat Isya dan Tarawih berjamaah yang berlangsung di Masjid Al Amin, Kelurahan Tinobu.
Dengan adanya Safari Ramadhan ini, diharapkan masyarakat dapat semakin merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan mereka, serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah bulan suci Ramadhan.