Lintas Oheo.com

Lontasoheo.com | KONAWE UTARA, – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali mencatatkan langkah progresif dalam membangun sistem pelayanan publik berbasis digital. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Ikbar, SH., MH., bersama Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., yang dikenal dengan jargon kepemimpinan “Berkibar”, Pemda Konut resmi melaunching SIMADUN KONASARA sebagai inovasi terbaru di bidang administrasi kependudukan.

Peluncuran sistem tersebut dilaksanakan bertepatan dengan malam ramah tamah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Konawe Utara, yang digelar di Bundaran Konasara, Minggu (17/8/2025). Kegiatan itu berlangsung meriah setelah rangkaian upacara pengibaran bendera merah putih pada puncak peringatan HUT RI ke-80.

Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menjelaskan bahwa SIMADUN KONASARA merupakan singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Administrasi Kependudukan Konawe Utara yang Sejahtera dan Berdaya Saing. Sistem digital ini dihadirkan sebagai terobosan baru untuk menghubungkan pelayanan administrasi kependudukan dari tingkat desa dan kelurahan, puskesmas, hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dalam satu jaringan layanan terpadu.

“SIMADUN KONASARA hadir untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan transparansi dalam pelayanan dokumen kependudukan bagi masyarakat Konawe Utara. Masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor Dukcapil, cukup dengan bantuan admin desa atau kelurahan, pengurusan dokumen kependudukan dapat dilakukan secara lebih praktis,” jelas Bupati Ikbar.

Ia menambahkan, tujuan utama dari inovasi ini adalah mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui sistem tersebut, setiap desa dan kelurahan berperan sebagai pintu masuk pengajuan dokumen, puskesmas turut mencatat peristiwa penting seperti kelahiran dan kematian, sementara Dukcapil melakukan verifikasi serta penerbitan dokumen kependudukan secara langsung.

“Dengan sistem ini, pelayanan publik menjadi lebih cepat, data kependudukan semakin akurat, dan transparansi kinerja birokrasi dapat diwujudkan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk membangun Konawe Utara yang modern, terpercaya, serta berdaya saing,” tegasnya.

Kehadiran SIMADUN KONASARA diyakini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain mengurangi hambatan birokrasi, sistem ini juga akan menghemat waktu dan biaya masyarakat dalam mengurus dokumen penting seperti Kartu Keluarga, KTP, Akta Kelahiran, maupun Akta Kematian. Masyarakat di pelosok desa tidak lagi perlu menempuh perjalanan jauh menuju kantor kabupaten karena pelayanan dapat difasilitasi secara digital melalui perangkat desa.

Lebih jauh, Bupati Ikbar menekankan bahwa pengembangan inovasi digital ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik. Hal ini juga selaras dengan agenda pemerintah pusat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang akuntabel dan ramah masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak boleh tertinggal dalam arus digitalisasi. Oleh sebab itu, SIMADUN KONASARA adalah bukti nyata bahwa Konawe Utara siap menghadapi era digital dengan pelayanan publik yang modern, cepat, dan dapat dipercaya,” tuturnya.

Launching SIMADUN KONASARA pada momentum peringatan HUT ke-80 RI menjadi simbol semangat perubahan dan pembaharuan. Pemerintah Kabupaten Konawe Utara bertekad menjadikan sistem ini sebagai landasan untuk memperkuat pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, dengan tetap menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas.

Dengan terobosan ini, Konawe Utara diharapkan mampu menjadi daerah pionir dalam digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan di Sulawesi Tenggara. Kehadiran sistem ini juga diharapkan mempercepat integrasi data kependudukan yang menjadi basis dalam perencanaan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

Lintasoheo.com | Konut — Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah dan kental di Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bupati Konut, H. Ikbar, SH., MH, didampingi Wakil Bupati, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Konut menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Tingkat Kecamatan Sawa yang digelar di Lapangan 55 Sawa Kelurahan Sawa pada Rabu (13/08/2025).

Turut hadir jajaran Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian lingkup Pemda Konawe Utara, Camat Sawa Jasmin,S.Pd,M.Si, Lurah dan kepala desa se-Kecamatan Sawa. Kehadiran unsur pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat menjadi simbol kuatnya sinergi dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan.

Pembukaan Porseni ditandai dengan parade defile dan yel-yel yang diikuti 30 1 barisan, dipimpin Marching Band. Barisan peserta terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, tenaga kesehatan Puskesmas Sawa, Kelurahan Sawa sebagai tuan rumah, serta perwakilan desa-desa se-Kecamatan Sawa dan ada juga dari barisan mahasiswa UHO dan PSHT Terate Konawe Utara serta barisan Sogepe Management .
Parade ini menampilkan kreativitas, kekompakan, dan identitas masing-masing peserta, menjadi tontonan yang memukau sehingga menghibur masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Ikbar menegaskan bahwa Porseni bukan hanya ajang perlombaan olahraga dan pertunjukan seni, tetapi juga cerminan hidupnya semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

“Olahraga mengajarkan disiplin, kerja keras, dan sportivitas, sementara seni mengajarkan keindahan, kreativitas, dan jati diri bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan Porseni sebagai momentum kebangkitan, tidak hanya dalam prestasi, tetapi dalam gotong royong, pelestarian budaya lokal dan penguatan rasa cinta tanah air.

“Bertandinglah dengan jiwa ksatria, tampilkan kesenian yang memukau, dan jadikan Porseni ini sebagai panggung unjuk kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan,” harap Ikbar.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga di tingkat desa, Bupati Ikbar menyerahkan bantuan seragam olahraga kepada Lurah dan masing-masing kepala desa se-Kecamatan Sawa termasuk kepada SMAN 1 Sawa serta HIPMAWA. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh para hadirin yang memadati area lapangan.
Selain itu pula, Pemda Konawe Utara memberikan bantuan dana kepada panitia pelaksana kegiatan sejumlah Rp.25 rupiah.

Porseni tahun ini mengusung semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.
Bupati Ikbar kembali menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan visi-misi KONASARA BERKIBAR — Konawe Utara sebagai Rumah Bersama yang semakin maju dan sejahtera.

“Nilai-nilai kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus kita jaga bersama dan terus kita hidupkan melalui kerja nyata dan kebersamaan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, acara terakhir Bupati Konut melepaskan balon warna merah putih yang bertuliskan HUT RI Ke-80 yang langsung melayang keudara dan kemudian hal yang tak kalah menarik ketika panitia membuka papan Baner bertuliskan selamat bertanding, Baku Jaga Baku Sayang yang didalamnya ada gambar Bupati dan Wakil Bupati Konut.

Lintasoheo.com |KONAWE UTARA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Konawe Utara (Konut) bersama seluruh staf melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini digelar di Desa Lamondowo, Kecamatan Andowia, Selasa (12/8/2025), sebagai bagian dari lomba kebersihan antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Aksi tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan secara berkelanjutan. Kepala Dinas Kominfo Konawe Utara, H. Abdollah, S.Pd., MM, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi budaya hidup, bukan sekadar kegiatan musiman yang dilakukan saat peringatan hari besar.

“Harapan kami, kebersihan ini bukan hanya dilakukan di momen HUT RI, tetapi setiap saat. Lingkungan yang bersih akan mencerminkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.

Lomba kebersihan antar-OPD ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT RI di Kabupaten Konawe Utara. Dengan mengusung tema nasional “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Dinas Kominfo Konut turut menegaskan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pegawai Dinas Kominfo Konut mulai dari kepala dinas, pejabat struktural, hingga staf lapangan terlibat langsung. Mereka membersihkan area sekitar perkantoran dan ruang publik, memungut sampah, merapikan taman, serta menata lingkungan agar terlihat rapi dan asri.

Pantauan Sultrasatu.com di lokasi memperlihatkan semangat gotong royong yang tinggi di antara para pegawai. Tak hanya bekerja membersihkan lingkungan, mereka juga saling memberi motivasi untuk menjaga kebersihan di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Menurut H. Abdollah, kebersihan merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan visi daerah “Konawe Utara Sebagai Rumah Bersama yang Semakin Maju dan Sejahtera” yang dirangkum dalam slogan KONASARA BERKIBAR.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberi contoh bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Konawe Utara harus menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh warganya,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah nyata seperti ini, Dinas Kominfo Konut berharap dapat menginspirasi masyarakat luas untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan, tidak hanya dalam rangka peringatan HUT RI, tetapi juga sebagai kebiasaan sehari-hari demi terwujudnya lingkungan yang sehat, indah, dan produktif.

Lintasoheo.com | Konut – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-80 tahun 2025 tingkat Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tinggal menghitung hari.

Dalam persiapan kegiatan rutin setiap tahun tersebut, kali ini pelaksanaan kegiatan Porseni HUT RI Ke-80 tingkat Kecamatan Sawa bakal tampil berbeda dari kegiatan sebelumnya.

Mulai dari penataan dekorasi panggung utama, penataan lapangan upacara pembukaan kegiatan, serta pemasangan bendera merah putih dan umbul – umbul , semua di tata dengan rapi. Selain itu juga, papan baliho atribut dari pemerintah kecamatan, lurah dan desa serta dari satuan pendidikan, telah terpasang di sekitar lokasi pusat kegiatan tepatnya di lapangan hijau 55 Kelurahan Sawa Kecamatan Sawa.

Dari pantauan awak media, pihak seluruh pihak panitia pelaksana kegiatan tampak berupaya bekerja mulai pagi sampai malam hari guna menampilkan pemandangan yang terbaik.

Selaku Ketua panitia pelaksana kegiatan saat di temui di sela-sela kesibukannya, Muh. Almahendra Jasmin mengatakan bahwa persiapan kegiatan ini sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu sampai sekarang, kami mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan, Desa dan Lurah, Sekolah bahkan dari masyarakat di kecamatan Sawa.

” saat ini kami semua panitia masih bekerja bahu-membahu menjalin kekompokan dan kerjasama untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan dalam kegiatan ini nantinya,” ungkapnya pada Senin (11/08/2025).

Dikatakan, sesuai jadwal kegiatan Porseni akan dimulai pada pagi hari Rabu 13 Agustus 2025 dan rencananya akan di buka langsung oleh Bapak Bupati Konut H.Ikbar, SH.,MH bersama Wabup Konut H.Abuhaera,S.Sos.,M.Si.

” selain itu, puncak kegiatan pembukaan Porseni dalam rangka memperingati HUT RI KE-80 tahun 2025 tingkat Kecamatan Sawa bakal diikuti oleh seluruh barisan devile dari 14 Desa dan Kelurahan Se- Kecamatan Sawa, Puskesmas, Sekolah tingkat PAUD,SD,SMP dan SMA. pokoknya insyaallah akan ramai ditempat ini apalagi nanti di sekitar pinggiran lapangan lima -lima sawa ini, akan dikelilingi oleh para pedagang kaki lima sehingga masyarakat yang hadir ditempat bisa belanja dan menikmati berbagai macam khas kuliner ,” kata Muh. Al Mahendra Jasmin yang juga di ketahui Alumni SMA Negeri 1 Sawa.

Sementara itu, Camat Sawa Jasmin,S.Pd,.M.Si menambahkan bahwa pihaknya sangat mendukung semua kegiatan panitia pelaksana.

” Kami dari pemerintah kecamatan sawa sangat mendukung semua kegiatan yang telah dipersiapkan oleh Panitia. Semoga nanti, kita semua berharap kegiatan Porseni dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, dapat berjalan dengan baik, saya juga berharap kepada seluruh masyarakat kecamatan sawa untuk tetap ikut mendukung kegiatan tersebut,” ujarnya.

Lintasoheo.com | KONAWE UTARA, – Kemeriahaan HUT ke-80 RI di Kabupaten Konawe Utara berlanjut di Kecamatan Landawe. Bupati Utara (Konut) H. Ikbar, SH., MH memastikan masyarakat Landawe akan mendapatkan kesempatan yang sama seperti kecamatan lain di Konawe Utara yakni memeriahkan hari kemerdekaan dengan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Bupati datang langsung membuka agenda Porseni di Kecamatan Landawe, Senin (11/8/2025) sore.

Bupati hadir dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe Utara Hj. Wisra Wastawati Ikbar, S.Tr.Keb, Wakil Bupati Konawe Utara (Konut) H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, dan Ketua DPRD Herman Sewani, SH.

Tak luput pula jajaran Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD Konut, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian lingkup Pemda Konawe Utara, Camat Landawe, perwakilan perbankan, Kepala Desa se-Kecamatan Landawe, tokoh adat dan tokoh agama hadir dalam kemeriahan ini.

Dengan mengusung tema besar “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengokohkan persatuan. Oleh karena itu, Pembukaan Porseni Kecamatan Landawe diawali dengan pelaksanaan defile masyarakat desa se-Kecamatan Landawe.

Setidaknya ada 24 barisan yang diawali dari Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA, disusul Puskesmas Landawe, PGRI Landawe, para tokoh adat, hingga tokoh agama.

H. Ikbar SH., MH pun mengapresiasi pembukaan Porseni HUT ke-80 RI di Landawe. Pasalnya acaranya berjalan lancar, dan penuh keceriaan dari para peserta defile. “Pelaksanaan Porseni berjalan dengan baik sesuai jargon kita “KONASARA BERKIBAR” Konawe Utara sebagai Rumah Bersama yang Semakin Maju dan Sejahtera,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, H. Ikbar masyarakat Landawe untuk terus menjaga ikatan persaudaraan. Melalui Porseni, lanjut dia, ada nilai disiplin dan sportivitas. Butuh persatuan untuk bisa mewujudkan satu tujuan yakni berprestasi dan maju bersama.

“Pembukaan Porseni buka sekedar seremonial. Akan tetapi menjadi bukti, bahwa kemerdekaan bukan hanya diwarisi, tapi juga diisi, diperjuangkan, dan diperkuat oleh generasi hari ini,” katanya.

Menurut bupati, olahraga maupun seni merupakan kekuatan pilar pembentuk karakter anak-anak generasi muda dan masa depan daerah Konut. Kegiatan ini pun diharapkan menghadirkan nilai-nilai gotong royong, semangat perjuangan, dan mengasah jiwa kompetisi.

H. Ikbar kemudian mengajak seluruh peserta Porseni untuk mengikuti pertandingan dengan sportif. Ia pun meminta agar Porseni dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan dan unjuk prestasi terbaik.

Pemerintah Daerah (Pemda) Konut juga memberikan bantuan alat olahraga berupa seragam olahraga, bola kaki, bola voli, dan net kepada masing-masing desa se-Kecamatan Landawe. (*)

Lintasoheo.com | KONAWE UTARA,Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, memimpin Apel Gabungan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Lapangan Kantor Bupati Konawe Utara, Senin (11/8/2025). Apel ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat nasionalisme dan komitmen bersama dalam membangun daerah demi kejayaan bangsa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas nama Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH. Apel gabungan dihadiri oleh para asisten, Staf shli, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Daerah.

Dalam sambutannya, H. Abuhaera mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan disiplin kerja dan meningkatkan kinerja, serta mengisi kemerdekaan dengan kontribusi terbaik di bidang masing-masing. Ia menegaskan, perjuangan di era modern bukan lagi dengan senjata atau bambu runcing, melainkan dengan pengabdian tulus, inovasi, dan kerja nyata yang berorientasi pada kemajuan bangsa.

“Mari kita mengisi kemerdekaan dengan berbuat yang terbaik demi kebaikan negara. Dahulu para pejuang mempertaruhkan nyawa dengan senjata dan bambu runcing. Sekarang, kita berjuang dengan pengabdian, kinerja yang optimal, dan komitmen membangun daerah untuk Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.

Apel gabungan ini juga mengusung tema besar peringatan HUT ke-80 RI, yaitu “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, yang selaras dengan visi dan misi KONASARA BERKIBAR — Konawe Utara sebagai “Rumah Bersama” yang semakin maju dan sejahtera.

Wabup menegaskan, semangat kemerdekaan harus menjadi energi positif dalam menjalankan tugas pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan visi pembangunan daerah hanya dapat tercapai apabila seluruh aparatur dan masyarakat bersinergi dalam semangat gotong royong.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa momentum peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan wadah refleksi untuk mengukur sejauh mana kontribusi masing-masing pihak dalam membangun bangsa. “Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sejarah, tetapi harus menjadi pelaku yang memberikan perubahan positif,” tambahnya.

Dengan semangat HUT RI ke-80, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembangunan infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Melalui apel gabungan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin menyadari pentingnya peran aktif dalam mengisi kemerdekaan sesuai kapasitas dan profesi masing-masing.

Apel ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan harapan agar Konawe Utara terus menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan masyarakatnya. (*)

Lintasoheo.com | KONAWE UTARA, Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia di Konawe Utara (Konut) masih terus bergema hingga pelosok desa dan kecamatan. Pemda dan masyarakatnya bersatu padu dalam kegembiraan menyambut HUT ke-80 RI tahun ini. Salah satu ekspresi yang ditampilkan melalui Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).

Kali ini, Porseni berlangsung di Kecamatan Wiwirano, Senin (11/8/2025) pagi. Bupati Kabupaten Konawe Utara (Konut) H. Ikbar, SH., MH dan Wakil Bupati Konawe Utara (Konut) H. Abuhaera, S.Sos., M.Si menghadiri langsung Pembukaan Porseni HUT ke-80 RI, di lapangan Wiwirano.

Bupati didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe Utara Hj. Wisra Wastawati Ikbar, S.Tr.Keb. Tampak Ketua DPRD Herman Sewani, SH, jajaran Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian lingkup Pemda Konawe Utara, Camat Wiwirano, Lurah, dan Kepala Desa se-Kecamatan Wiwirano.

Pembukaan Porseni Kecamatan Wiwirano diawali dengan pelaksanaan defile dari 35 barisan yang terdiri dari marching band SMP 1 Wiwirano, siswa dan siswi tingkat SD, SMP, dan SMA, masing-masing desa dan kelurahan di Kecamatan Wiwirano, tenaga kesehatan, perwakilan perusahaan, para tokoh adat, dan tokoh agama.

Bupati Konawe Utara H. Ikbar mengatakan, pembukaan Porseni buka sekedar seremonial. Aka tetapi menjadi bukti, bahwa kemerdekaan bukan hanya diwarisi, tapi juga diisi, diperjuangkan, dan diperkuat oleh generasi hari ini.

Bupati juga mengungkapkan, bahwa olahraga mengajarkan tentang disiplin dan sportivitas. Sedangkan seni mengajarkan tentang keindahan, kreativitas, dan jati diri bangsa.

“Dua kekuatan olahraga dan seni ini adalah pilar pembentuk karakter anak-anak kita, generasi muda dan masa depan daerah yang kita cintai. Mari jadikan momentum ini sebagai ajang kebangkitan. Buka hanya kebangkitan prestasi, tapi juga kebangkitan semangat gotong royong,” ujar Ikbar.

Ikbar kemudian mengajak seluruh peserta Porseni untuk mengikuti pertandingan dengan jiwa kesatria. Kemudian, ia juga meminta agar Porseni sebagai panggung untuk kemampuan, sekaligus ajang mempererat persaudaraan.

Kata Ikbar, tema sentral HUT ke-80 RI yakni Bersatu Berdaulat Rakyat sejahtera Indonesia Maju harus terimplementasi hingga ke daerah. Semangatnya mesti ada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat mendukung berbagai program pembangunan Pemda Konut untuk mewujudkan visi besar Pemda, KONASARA BERKIBAR—Konawe Utara sebagai Rumah Bersama yang semakin Maju dan Sejahtera.

Diakhir acara, Pemda Konut memberikan bantuan alat olahraga berupa seragam olahraga, bola kaki, bola voli, dan net kepada masing-masing desa se-Kecamatan Wiwirano. Bupati juga menyerahkan bantuan uang tunai pada pemerintah Kecamatan Wiwirano untuk mendukung pelaksanaan Porseni. Selain itu, bupati pun secara pribadi memberikan bantuan seragam kepada tim marching band SMPN 1 Wiwirano yang telah tampil memukau pada pembukaan Porseni. (*)

Lintasoheo.com |KONAWE UTARA – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., bersama Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Sidang Tahunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Utara yang dirangkaikan dengan agenda nasional Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (15/8/2025) di Aula Kantor DPRD Konawe Utara tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui siaran langsung dari Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Suasana sidang di tingkat daerah berlangsung khidmat, mencerminkan semangat nasionalisme yang tinggi di kalangan peserta yang hadir.

Dalam pidato perdananya sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, serta percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berani mengakui dan memperbaiki kesalahan demi kemajuan bersama.

“Bangsa Indonesia harus berani melihat kesalahan-kesalahan kita sendiri, agar kita bisa terus memperbaiki kekurangan tersebut,” ujar Presiden Prabowo.

Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penguatan kemandirian pangan nasional. Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memutus ketergantungan pada impor pangan melalui pembukaan jutaan hektare lahan sawah baru di berbagai wilayah, sehingga cadangan beras nasional kini mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Tidak ada negara yang kuat tanpa kemampuan memproduksi makanan sendiri. Siapa pun yang memanipulasi pasar dan menipu rakyat akan diproses sesuai hukum. Kami tidak takut pada kekuasaan atau kekayaan, karena kekayaan itu berasal dari rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi pidato tersebut, Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 RI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, visi pembangunan daerah harus selaras dengan visi nasional agar terwujud kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.

“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju bukan sekadar tema, tetapi sebuah ajakan untuk bersama-sama menjaga kedaulatan dan membangun kemajuan bangsa,” tutur Ikbar.

Sidang virtual tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Konawe Utara, Herman Sewani, SH., didampingi Wakil Ketua I dan II, serta para anggota dewan. Turut hadir Kapolres Konawe Utara, jajaran pejabat tinggi daerah, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, memperkuat rasa persatuan, serta menjaga semangat kemerdekaan demi Indonesia yang lebih maju.

LintasOheo.com | Konut — Dalam semarak peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, saya berdiri di barisan Defile Koalisi Rakyat Konawe Utara Untuk Keadilan Tambang, bukan sebagai oposisi keras seperti yang dulu dikenal, tetapi sebagai rakyat biasa yang membawa semangat persatuan. Banyak yang kaget melihat saya termasuk jajaran pemerintah karena selama ini saya dikenal sebagai aktivis kritis, bahkan pernah merasakan dinginnya jeruji besi selama dua tahun akibat vokal menyuarakan suara rakyat. Tapi di tengah barisan itu, saya menangkap satu hal yang luar biasa, senyuman hangat dari Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara.

Senyuman itu bukan sekadar gestur sopan. Di mata saya, itu adalah sinyal tulus, bahwa di balik perbedaan yang pernah ada, tersisa ruang persaudaraan. Momen itu menyentuh hati saya. Karena hanya pemimpin bijak yang mampu memberikan senyum kepada orang yang dulu bersuara lantang terhadapnya. Saya hormat.

Saya datang hari ini bukan dengan kemarahan, tapi dengan niat membangun. Sejarah panjang saya, termasuk masa dua tahun di balik jeruji besi, telah mengajarkan bahwa perjuangan sejati bukan hanya tentang menentang, tapi tentang menawarkan jalan keluar. Itulah sebabnya saya berdiri hari ini bersama Koalisi Rakyat Konawe Utara Untuk Keadilan Tambang, bukan untuk menyerang, tapi untuk menyambung.

Konawe Utara adalah tanah kaya, tapi kekayaannya belum sepenuhnya menjadi berkah. Laut yang dulu penuh ikan kini keruh oleh limbah. Hutan yang dulu hijau, gundul tak bertuan. UMKM, kontraktor lokal, dan pekerja lokal hanya bisa berdiri di pinggir, menyaksikan orang luar menuai keuntungan. Apakah kita akan terus diam?.

Koalisi hadir bukan untuk menggugat pemerintah, tetapi untuk menawarkan kemitraan berkeadilan. Kami mengajak Bupati dan Wakil Bupati untuk bersama kami menegakkan amanat Pasal 124 UU No. 3 Tahun 2020 dan Pasal 151 UU No. 2 Tahun 2025. Hukum sudah jelas: perusahaan tambang wajib bermitra dengan pengusaha dan tenaga kerja lokal. Koalisi siap menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah dalam memastikan hal itu.

Saya tetap Hendrik yang dulu, yang bersuara untuk rakyat. Tapi hari ini saya ingin suara itu masuk ke ruang rapat, bukan sekadar bergema di jalanan. Karena saya percaya, pemimpin yang kuat bukan yang takut dikritik, tapi yang mau mendengarkan dan memperbaiki. Dan saya percaya, Bupati dan Wakil Bupati kita memiliki jiwa besar untuk itu.

Saya ucapkan terima kasih dan penghormatan kepada Bupati dan Wakil Bupati atas ruang terbuka yang diberikan hari ini. Momen tadi bukan hal kecil, ketika dua mata saling pandang dan tersenyum, itu bisa lebih berarti daripada seribu kata pidato. Mari kita jadikan senyuman itu sebagai awal dari dialog baru, dari kemitraan baru untuk rakyat Konawe Utara.

Kepada masyarakat, saya ingin sampaikan, perjuangan belum selesai. Tapi kita tidak boleh letih, apalagi mundur. Yang hadir hari ini dalam defile mungkin baru sebagian, tapi merekalah bara pertama. Dan saya yakin, jika pemerintah dan rakyat bisa duduk setara, maka perubahan besar akan dimulai.

Koalisi bukan ancaman. Kami adalah suara rakyat yang ingin didengar, bukan diteriakkan. Kami percaya pada kekuatan dialog. Kami percaya, Bupati dan Wakil Bupati adalah pemimpin yang mengerti bahwa keadilan bukan sekadar cita-cita, tapi kewajiban. Dan kami siap berjalan bersama.

Hidup Rakyat! Hidup Konawe Utara! Hidup Koalisi! Merdeka! 🇮🇩

 

LintasOheo.com | Konut –
Pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia terkait upaya mencegah korupsi di sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) melalui pengawasan ketat dan revisi sistem RKAB mendapat sambutan positif dari masyarakat di daerah penghasil tambang. Salah satunya datang dari Koalisi Rakyat Konawe Utara untuk Keadilan Tambang, yang menegaskan pentingnya melibatkan suara rakyat dalam proses reformasi sektor ini.

Menurut Hendrik, aktivis masyarakat dan inisiator Koalisi yang pernah dipenjara karena memperjuangkan hak-hak rakyat, pembenahan sektor pertambangan tak cukup hanya menyentuh pengusaha dan birokrasi. Ketidakadilan struktural yang dirasakan masyarakat harus menjadi bagian dari agenda reformasi.

“Kami menyambut baik langkah Pak Bahlil. Tapi kami juga ingin katakan: korupsi dalam tambang bukan hanya soal suap perizinan. Ketika kontraktor lokal disingkirkan, UMKM tidak diberdayakan, dan rakyat hanya jadi penonton di tanahnya sendiri itu juga bentuk ketidakadilan yang perlu dihentikan,” tegas Hendrik, Minggu (3/8/2025).

Hendrik menambahkan bahwa masyarakat Konawe Utara sudah lama hidup dalam tekanan akibat dampak aktivitas pertambangan. Mulai dari kehilangan lahan, pencemaran lingkungan, rusaknya infrastruktur hingga kriminalisasi terhadap warga yang menyuarakan protes.

“Rakyat kami hidup dalam penderitaan di atas tanah yang kaya. Tapi ketika kami bicara, kami dibungkam. Saya sendiri pernah merasakannya. Tapi kini kami bangkit. Koalisi ini bukan untuk melawan hukum, melainkan untuk memastikan hukum benar-benar dijalankan,” katanya.

Koalisi Rakyat Konawe Utara untuk Keadilan Tambang dibentuk sebagai respons atas ketimpangan dalam tata kelola pertambangan di daerah. Gerakan ini bertujuan:

Mendorong implementasi UU Nomor 2 Tahun 2025, terutama Pasal 124 ayat (1) dan Pasal 151 tentang kewajiban kemitraan dengan usaha lokal.

Mengawal pelaksanaan Permen Investasi/BKPM No. 1 Tahun 2022 mengenai kemitraan usaha besar dan kecil.

Membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pemanfaatan hasil tambang secara adil.

“Ini bukan gerakan milik satu dua orang. Ini milik seluruh rakyat yang ingin melihat tanah ini diperlakukan adil. Kami akan bersuara ke kementerian, ke media, dan mengawal proses di daerah dengan cara damai dan legal,” ujar Hendrik.

Dalam pernyataannya, Koalisi menyampaikan seruan terbuka kepada:

1. Pemerintah Pusat
Agar membuka ruang partisipasi rakyat lokal dalam proses reformasi pertambangan, tidak hanya melalui asosiasi pengusaha.

2. Pemerintah Daerah
Agar menjalankan fungsi pengawasan secara aktif terhadap perusahaan tambang dan menindak tegas yang tidak mematuhi kewajiban bermitra secara lokal.

3. Perusahaan Tambang
Agar segera bermitra dengan perusahaan lokal, memberdayakan UMKM, dan menghormati hak-hak masyarakat yang terdampak.

Rilis ini ditutup dengan pesan kuat dari Koalisi, yang menyebut gerakan mereka lahir bukan dari kebencian, tapi dari tuntutan keadilan yang selama ini diabaikan.

“Kami tidak datang membawa kemarahan, kami datang membawa kepastian hukum. Kami tidak menuntut belas kasihan, kami menuntut keadilan. Dan kami tidak akan mundur,” ujar Hendrik.

“Jika mereka tak mendengar suara kami dengan telinga, maka biarlah mereka mendengar dengan getaran bumi tempat kami berdiri.”

Koalisi memastikan bahwa perjuangan akan terus berjalan di berbagai lini: hukum, media, dan masyarakat. Bagi mereka, suara dari tanah luka ini adalah panggilan

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.