Lintasoheo.com | Kendari — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kini resmi menangani perkara terkait Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagai langkah peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam penegakan hukum.

Kasus ini sebelumnya ditangani oleh Polres Wakatobi. Namun, berdasarkan hasil audit internal, ditemukan dua rekomendasi penting.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, S.I.K., menjelaskan audit tersebut menghasilkan rekomendasi pertama, yakni penanganan perkara dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Sultra. Kedua, memberikan sanksi kepada petugas Yanmin Reskrim Polres Wakatobi yang lalai saat menerbitkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diajukan oleh DPO untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD.

“Terhadap kedua rekomendasi tersebut telah ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi berupa penempatan khusus (patsus), demosi jabatan selama tiga tahun, serta pembatalan keikutsertaan dalam pendidikan perwira,” ungkap Kabid Humas, Kamis (11/9/2025).

Sementara itu, perkembangan penanganan DPO saat ini telah memasuki tahap pemanggilan pertama oleh penyidik Ditreskrimum. Namun, yang bersangkutan belum memenuhi panggilan dengan alasan kendala transportasi laut.

Penyidik kemudian melayangkan surat panggilan kedua sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan. Pemeriksaan dijadwalkan pada pekan depan.

Lintasoheo.com | Kendari – PT Kembar Emas Sultra (PT KES) menegaskan tidak pernah melakukan kegiatan penambangan ilegal seperti yang diberitakan sejumlah pihak. Perusahaan memastikan aktivitas di lapangan saat ini hanya sebatas pekerjaan persiapan infrastruktur, bukan produksi maupun penjualan nikel.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT KES SK 321, Yuris Wirawan, dalam pertemuan bersama awak media di Kendari, menyampaikan bahwa kegiatan yang terekam di lokasi konsesi adalah bagian dari tahapan pembangunan fasilitas dasar. “Penting dipahami bahwa aktivitas kami saat ini murni pembangunan infrastruktur. Tuduhan produksi ilegal tidak berdasar,” tegasnya.

Adapun pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembangunan sediment pond, pembuatan tanggul penahan, perintisan akses jalan, penataan kembali disposal penambangan terdahulu, serta penyelesaian infrastruktur mess kontraktor. Seluruh kegiatan tersebut, kata Yuris, merupakan standar baku untuk mendukung operasional pertambangan yang berkelanjutan.

Yuris juga menjelaskan, langkah ini merupakan persiapan menghadapi revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) mendatang. “Meski RKAB saat ini masih nol, persiapan infrastruktur wajib dilakukan agar operasional nantinya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

PT KES menegaskan komitmen menjalankan operasional sesuai regulasi pemerintah, prinsip Good Mining Practice, dan keberlanjutan lingkungan.

Lintasoheo.com | Kendari – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan jalan sehat dan senam bersama yang berlangsung meriah di pelataran Ex MTQ Kota Kendari, Sabtu pagi (28/6/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H., dan turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H., para pejabat utama Polda Sultra, serta jajaran Forkopimda Sultra.

Kemeriahan acara tampak dari antusiasme ratusan peserta yang terdiri dari personel Polri dan keluarganya, personel TNI, serta masyarakat umum yang turut ambil bagian dalam jalan sehat dan senam bersama.

Selain olahraga bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan publik, seperti pembuatan SKCK, pelayanan kesehatan gratis, dan pemeriksaan kesehatan umum yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat secara cuma-cuma.

Menambah semangat peserta, panitia menyediakan berbagai doorprize menarik, mulai dari kulkas, mesin cuci, televisi, sepeda, hingga motor listrik sebagai hadiah utama.

Dalam sambutannya, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyemarakkan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Momentum Hari Bhayangkara ini menjadi momen kebersamaan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat,” ujar Kapolda.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kegembiraan. Masyarakat berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai wadah kebersamaan dan silaturahmi.

KENDARI. LintasOheo.Com- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sultra menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan generasi muda dengan mendukung penuh proses audisi film “Sahabat Anak.”

Kegiatan casting yang digelar di The Park Mall Kendari, Rabu (7/5/2025), merupakan bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dan bertujuan untuk menggali potensi anak-anak Sultra di dunia perfilman.

Wakil Ketua Umum KADIN Sultra, Yudianto Mahardika Anton Timbang, menekankan nilai positif kegiatan ini bagi anak-anak Sultra, menganggapnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan bakat dan mengharumkan nama daerah.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan KADIN Sultra, Trinop Tijasari (Ibu Lily), menyatakan harapannya agar film “Sahabat Anak” dapat meneladani kesuksesan film-film lokal Sultra sebelumnya, seperti “Melulo,” dan membawa aktor-aktor muda Sultra ke kancah nasional.

Film “Sahabat Anak” sendiri terinspirasi dari kisah hidup Kak Seto Mulyadi, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), yang turut hadir dalam proses casting dan berbagi kisah inspiratifnya.

Sutradara Aco Muchtar akan mengadaptasi perjalanan hidup Kak Seto, mulai dari masa kecilnya hingga menjadi profesor dan “Sahabat Anak” Indonesia yang dikenal luas.

Kisah perjuangan Kak Seto, termasuk masa sulitnya saat merantau di Jakarta, akan menjadi inti dari film ini.

Sebelum casting, Kak Seto juga mengunjungi SD Ibnuzina La Zuardi dan SDN 84 Kendari, memberikan motivasi dan interaksi positif kepada para siswa, serta menyerahkan program makan bergizi gratis secara simbolis di SDN 84.

Kehadiran Kak Seto menambah semarak acara casting dan menjadi inspirasi bagi para peserta muda yang bercita-cita di dunia perfilman.

KENDARI. Lintasoheo. Com- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, memimpin kegiatan buka puasa bersama dan berbagi kepada 600 anak yatim piatu di Claro Kendari, Sabtu (22/03/2025).

Kegiatan bertema “Kadin Berbagi” ini menyentuh 12 panti asuhan di Kota Kendari. Para anak yatim piatu tersebut disantuni bersama para pembimbing mereka.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yatim piatu kita di Kota Kendari. Sebanyak 600 anak dari 12 panti asuhan kita santuni,” ujar Anton Timbang.

Anton menambahkan, kegiatan serupa juga telah dilakukan tahun lalu. Saat itu, rombongan Kadin Sultra mengunjungi panti asuhan di berbagai daerah, meliputi Kendari, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe, sebelum akhirnya berkumpul kembali di Kota Kendari untuk kegiatan penutupan.

Kegiatan “Kadin Berbagi” ini diharapkan dapat memberikan semangat dan keceriaan bagi anak-anak yatim piatu di bulan Ramadan.

Kadin Sultra berkomitmen untuk terus berupaya membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

Lintasoheo.com | Kendari -;Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengecek ketersediaan beras di Gudang Bulog yang berlokasi di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Selasa (4/3/2025) pagi.

Kegiatan pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto dan Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana.

Pengecekan tersebut dilakukan bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok beras aman selama Bulan Ramadhan 2025.

“Berdasarkan penyampaian Kepala Bulog Sultra tadi bahwa stok beras masih aman hingga enam bulan kedepan. Jumlahnya yang tersedia saat ini ada sekitar 19.000 ton beras dan juga termasuk minyak goreng cukup untuk didistribusikan di Sultra,” kata Irjen Pol Dwi Irianto kepada awak media.

Jenderal Polisi bintang dua itu menambahkan, pihaknya memastikan stok pangan kebutuhan masyarakat aman dan akan selalu dalam pengawasan Polri agar tidak ada kecurangan.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan jangan panik, kami akan selalu rutin memantau dan mengawasi ketersediaan stok pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” tutupnya.

Lintasoheo. Com |Kendari- Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sultra dalam komando Anton Timbang konsisten di garis pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Anton Timbang tak hanya melibatkan UMKM Sultra dalam misi dagang dengan Kadin serta Pemprov Jawa Timur (Jatim), namun mendorong daya saing UMKM menembus pasar internasional.

Dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM itu, Kadin Sultra menggelar coffee morning bertajuk UMKM Go Ekspor di Plaza Inn Kendari, baru-baru ini. Kadin Sultra berkolaborasi dengan Bea Cukai Kendari, Bank Mandiri Cabang Kendari, dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPE).

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang melalui Wakil Ketua Koordinator Bidang Ekonomi Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, menegaskan kegiatan ini adalah langkah nyata untuk mendorong UMKM naik kelas.

“Tujuan kegiatan ini yang pertama adalah mengedukasi teman-teman UMKM untuk bisa mendapatkan pengetahuan tentang ekspor ke luar negeri. Jadi kegiatan ini melibatkan stakeholder seperti Bea Cukai, Bank Mandiri, Kadin, serta GPE,” ujar Sastra Alamsyah.

Ketua GPE Sultra itu mengatakan selama ini banyak UMKM di Sultra yang hanya mengirimkan produknya ke kota-kota besar di dalam negeri seperti Surabaya, Jakarta, dan Makassar. Padahal, bahan baku dan produk mereka berpotensi besar untuk langsung diekspor ke luar negeri.

“Hampir semua pengiriman ini ke Surabaya. Padahal bahan bakunya berasal dari Sulawesi Tenggara. Dengan adanya program UMKM Go Ekspor ini, kita ingin membantu UMKM agar bisa mengekspor langsung dari Sultra ke luar negeri,” jelas Sastra Alamsyah.

Ia juga menyebutkan sektor yang berpotensi besar untuk ekspor dari Sultra adalah pertanian, perikanan, dan perkebunan. Produk-produk seperti kelapa dari Bombana serta hasil perikanan dari Konawe Kepulauan (Konkep) dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar global. Namun, selama ini produk-produk tersebut hanya beredar di pasar domestik tanpa diproses lebih lanjut untuk ekspor.

Dalam kesempatan yang sama, Area Head Bank Mandiri Sultra, Nasepta A. Satya, menegaskan lembaganya siap mendukung secara maksimal bagi pelaku UMKM, baik dari sisi transaksi maupun pembiayaan.

“Kalau dukungan dari bank, tentu kita akan maksimal, baik dalam hal transaksi maupun pembayarannya. Saat ini, Bank Mandiri memiliki 21 cabang di Sultra yang siap melayani kebutuhan pelaku UMKM,” ujar Nasepta.

Bank Mandiri juga menyediakan fasilitas kredit bagi UMKM yang sudah memiliki usaha berjalan dengan izin usaha yang lengkap. Pihaknya akan membantu dalam proses pengajuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku.

Nasepta meyakini dengan semakin banyaknya UMKM yang berorientasi ekspor, roda perekonomian daerah dapat bergerak lebih dinamis. “UMKM yang berkembang akan menggerakkan ekonomi daerah. Kami mendukung program pemerintah agar UMKM bisa maju dan semakin kompetitif di pasar global. Dengan kegiatan ini, kami harap para pelaku UMKM bisa lebih berani melangkah ke level berikutnya,” pungkasnya.

Lintasoheo.com | Kendari – Sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar unjuk rasa di depan kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kendari, Selasa, 2 Juli 2024.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap keputusan DPP dan DPW PPP Sultra yang mengusung Aksan Jaya Putra (AJP) dari Partai Golkar dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari.

Massa dari tiga sayap partai tersebut, yakni Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI), Angkatan Muda Kabah (AMK), dan Gerakan Pemuda Kabah (GPK) merasa kecewa terhadap PPP, yang tidak memberikan dukungan kepada Abdul Razak, seorang kader internal PPP yang dinilai memiliki kapabilitas dan loyalitas tinggi.

Ketua II AMK Sultra, Roslina Afi mengatakan bahwa keputusan DPC PPP tidak sejalan dengan aspirasi akar rumput. Dirinya mengingatkan bahwa PPP kedepan hanya akan menjadi penonton dalam 5 tahun kedepan saat dari kader dari partai lain yang menjadi pemimpin

“Kami merasa dikhianati dengan keputusan ini, Abdul Razak sudah banyak berkontribusi untuk partai dan masyarakat Kota Kendari, namun mengapa PPP lebih memilih Aksan Jaya Putra dari partai lain,” katanya.

Para demonstran menuntut agar DPC PPP segera mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dan mengusung Abdul Razak sebagai calon Walikota Kendari. Bahkan mereka juga meminta transparansi dalam proses pengambilan keputusan partai.

Menanggapi aksi ini, Ketua DPC PPP Kendari, Hasbudi menyatakan sesuai aturan organisasi, DPC telah merekomendasikan empat nama, adapun nama-nama yang direkomendasikan adalah Abdul Razak, Afdhal, AJP dan dr. Sukirman.

“Kita harapkan tetap kader, kalau bisa kader. Artinya ada kader kita mau bertarung, kita lepas tapi partai lain yang usungkan tidak etis. Saya tidak menolak apa yang dikeluarkan oleh DPP tapi kita sangat mengharapakan yang direkomendasikan itu kader,” harapnya.

Terlebih, dalam pengambilan keputusan, Hasbudi mengaku tidak terlibat dengan keputusan DPW yang di pimpin Andi Sumangerukka.

“Terkait pengambilan keputusan, kami DPC tidak terlalu banyak dilibatkan, yang terlibat itu DPW. Seharusnya dikonsultasikan dengan DPC tapi ini tidak ada,” jelasnya.

Hasbudi mengatakan Abdul Razak merupakan kader PPP yang memliki peluang besar untuk memimpin Kota Kendari, namun kenyataan, akibat berbagai persoalan yang timbul di DPW PPP Sultra, sehingga kader-kader yang potensial harus dikorbankan.

Hasbudi menyampaikan dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi bersama para pimpinan DPC untuk menyikapi permasalahan yang terjadi di DPW PPP Sultra.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Muhammad Kasim menjelaskan keluarnya putusan mengenai pengusungan AJP sebagai Bacalon Walikota Kendari tidak melalui rapat bersama pengurus harian DPW.

Kasim menuturkan bahwa dalam peraturan organisasi, ketika DPC telah mengeluarkan rekomendasi, maka DPW akan melakukan rapat bersama pengurus harian dan memanggil DPC untuk dimintai klarifikasi terkait rekomendasinya, dari hasil rapat DPW itulah yang akan menjadi bahan rekomendasi ke DPP

“Ini sebaliknya dia tidak melakukan rapat, dan dia utus langsung ke DPP, keluar nama yang kita tidak sangka, bukan kader. Saya tidak tau apakah dia tidak tau aturan, atau yang kedua dia punya misi tertentu yang tidak bisa diterjemahkan,“ jelasnya.

Kasim menegaskan bahwa kedepan dirinya akan mendesak DPW PPP Sultra untuk melakukan rapat harian guna mengklarifikasi penyebab dan alasan dikeluarkan rekomendasi bagi kader dari anggota partai lain.

“Kita akan mendesak DPW untuk melakukan rapat harian guna mengklarifikasi penyebab dan alasan dikeluarkan rekomendasi,” pungkasnya.

Tim nasional (timnas) Indonesia U-19 hanya melakukan sesi latihan ringan di Hotel Olympic, Yangon, Jumat (8/9) petang. Untuk para pemain yang tidak bermain pada laga melawan Filipina, Kamis (7/9) malam, diberikan latihan tambahan bersama pelatih fisik Nursaelan.

Sementara bagi pemain yang bermain, hanya mengikuti hingga sesi stretching dan skipping. Rachmat Irianto dan kawan-kawan pun terlihat rileks dalam menjalani sesi latihan tersebut.

Tak jarang, canda tawa mengiringi latihan tim Garuda Nusantara itu. Latihan pun ditutup dengan membuat video ucapan terima kasih kepada ketua umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi.

Namaste Festival 2017, gelaran pesta yoga internasional digelar di Hotel Sultan, Jakarta, 10-12 November 2017.

Acara yang digelar untuk kali keempat ini, menargetkan 5 ribu pengunjung dari berbagai negara. Sponsornya adalah CIMB Niaga.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan, Kamis (7/9/2017), mengatakan yoga merupakan media olahraga yang bisa menularkan banyak energi positif bagi masyarakat.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.