Lintasoheo.com | Konsel – Kebijakan Presiden penegakan hukum terhadap korupsi semakin ditingkatkan, hal tersebut akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kemakmuran bangsa.

Fokus pada pemberantasan korupsi dari tingkat atas hingga bawah, termasuk kementerian, gubernur, bupati, camat, dan kepala desa, menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Berikut beberapa dampak positif yang dapat terjadi:

1. Peningkatan Kepercayaan Publik
Dengan adanya langkah tegas terhadap korupsi, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan meningkat. Hal ini penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat.

2. Efisiensi Anggaran Negara
Pengelolaan anggaran menjadi lebih efektif karena tidak ada kebocoran dana akibat korupsi. Anggaran yang bersih dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.

3. Iklim Investasi yang Kondusif
Penegakan hukum yang baik menciptakan stabilitas dan kepastian hukum, yang merupakan faktor penting bagi para investor. Dengan begitu, Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi asing maupun lokal.

4. Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat Desa
Dengan pemberantasan korupsi hingga tingkat kepala desa, program-program pembangunan desa dapat berjalan optimal, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di akar rumput.

Namun, upaya ini memerlukan dukungan semua pihak, termasuk lembaga penegak hukum seperti KPK, Polri, dan Kejaksaan. Selain itu, perlu ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan ini agar hasilnya maksimal. Jika dikelola dengan baik, penegakan hukum yang adil akan menjadi fondasi utama untuk mencapai kemakmuran bangsa.

Seperti yang dilansir Media Kendariimpo.Oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana desa. Akibat korupsi tersebut, kerugian negara yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp386 juta.

Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP Nyoman Gede Arya, mengatakan oknum kades tersebut berinisial EM (32). Ia terbukti menyalahgunakan dana desa tahun anggaran 2021 – 2022.

“Benar, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya, Jumat (20/12/2024).

Nyoman menyebut EM membuat sejumlah kegiatan menggunakan dana desa 2021 – 2022. Namun EM tidak melibatkan perangkat desa dalam menyusun program yang dibangun. Akibatnya laporannya fiktif. Bahkan banyak ketidaksesuaian antara jumlah anggaran yang digunakan dan volume program.

“Total kerugian mencapai Rp386 juta. Itu semua terbagi ke dalam beberapa item kegiatan,” tambahnya.

Saat ini, EM beserta seluruh berkas penyidikan telah masuk tahap II dan dilimpahkan ke Kejari Konsel untuk ditindaklanjuti serta dilakukan proses peradilan.

“Untuk perkara kasus korupsi EM ini sudah kita limpahkan atau tahap II ke Kejari Konsel. Selanjutnya akan dilakukan proses peradilan terhadap tersangka,” tambahnya.

Nyoman menegaskan, sesuai Asta Cipta Presiden RI, Polres Konsel berkomitmen akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan, terutama berkaitan dengan penyalahgunaan anggaran dana desa.

 

LintasOheo.com | Konut – Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abu Haera, secara resmi membuka orientasi bagi 440 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sektor tenaga kesehatan untuk formasi tahun 2023. Acara ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan layanan kesehatan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Orientasi ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman tugas dan tanggung jawab mereka sebagai tenaga kesehatan PPPK.

Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan formasi tahun 2023 yang diresmikan oleh Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abu Haera, dilaksanakan pada Kamis, 5 Desember 2024 di Hotel Oheo. Acara ini diikuti oleh 440 peserta, yang terbagi menjadi empat angkatan, masing-masing berjumlah 110 orang.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para tenaga kesehatan dengan wawasan, keterampilan, dan pemahaman terkait peran serta tanggung jawab mereka dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abu Haera, menyampaikan ucapan selamat kepada 440 peserta yang berhasil lolos menjadi ASN PPPK di Kabupaten Konawe Utara. Ia mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan, sekaligus menekankan tanggung jawab besar yang menyertai amanah tersebut.

“Saya berharap saudara-saudara menerima amanah ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Jangan disia-siakan, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujar Abu Haera.

Pernyataan ini mencerminkan harapan besar pemerintah daerah agar para tenaga kesehatan PPPK dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Konawe Utara.

Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abu Haera, juga menekankan pentingnya komitmen para peserta untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Konawe Utara. Ia menjelaskan bahwa orientasi ini menjadi momen penting karena para peserta berasal dari beragam profesi dengan pengalaman kerja yang berbeda.

“Melalui pengenalan dan pemahaman nilai serta fungsi ASN, diharapkan dapat terbangun kesamaan cara pandang dan keharmonisan antar sesama ASN PPPK. Hal ini penting untuk mendukung kolaborasi yang baik di Konawe Utara,” jelas Abu Haera.

Ia juga meminta para peserta untuk mengikuti setiap sesi orientasi dengan serius dan menaati aturan yang telah ditetapkan agar tujuan dari kegiatan ini tercapai secara maksimal. Harapan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abu Haera, menutup sambutannya dengan mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan orientasi ini sebagai ajang pengabdian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang pengabdian dan upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Saya juga berharap para ASN PPPK dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah Konawe Utara serta terus berinovasi sesuai bidang dan jabatan masing-masing,” tutupnya.

Orientasi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, di mana peserta akan menerima berbagai materi relevan yang dirancang untuk mendukung tugas dan tanggung jawab mereka sebagai tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat profesionalisme serta kemampuan kolaborasi para ASN PPPK di lingkungan Konawe Utara.

 

 

Lintasoheo.com | Konut – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara(Konut). Member ma Batuan Ambulance Laut dari PT.Bumi Sentosa Jaya(BSJ) dan Menggelar Sunatan Massal,diikuti 50 anak warga Desa Boedingi, Boenaga, Waturambaha, dan Labengki.senin 4/11/2024.

Pada acara tersebut juga dilakukan serah terima simbolis ambulance laut berupa kapal fiber dengan mesin tempel berkapasitas 80 PK, yang diberikan oleh PT BSJ. Ambulance laut ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Konut,Puskesmas Lasolo Kepulauan, dengan disaksikan oleh Kepala Desa Boedingi, Kepala Desa Boenaga, Kepala Desa Waturambaha, Sekretaris Kecamatan Lasolo Kepulauan.

Hadir dalam acara tersebut,Kadis Kesehatan Konawe Utara, Nurjanah Efendi,Sekcam lasolo kepulauan
Kapus Laskep
Kapospol laskep
Kades Boedingi, Boenaga dan Waturambaha.

Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk pelayanan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan atau daerah yang sulit dijangkau.

Penyerahan ambulance laut oleh PT.BSJ merupakan bentuk bantuan transportasi medis yang diperuntukkan bagi daerah kepulauan atau wilayah yang sulit dijangkau.

Dengan adanya ambulance laut, layanan darurat medis dapat diakses lebih cepat bagi masyarakat yang tinggal di pulau atau wilayah terpencil.

Selain menyerahkan Abulance laut. untuk mendukung kesehatan, PT BSJ bekerjasama Dinkes Konut juga melakukan kegiatan sunatan massal.kwgiatan itu juga sering kali menjadi bagian dari budaya masyarakat dan memiliki aspek sosial.

Kegiatan sunatan massal bertujuan untuk membantu keluarga yang kurang mampu agar anak-anak mereka dapat menjalani prosedur khitan secara gratis.

Acara seperti ini sangat membantu dalam meningkatkan akses kesehatan dan memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang membutuhkan, serta menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara, Nurjannah Efendi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan oleh PT Bumi Sentosa Jaya. Ia mengapresiasi program ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang luar biasa dan bukti dari sinergitas yang baik antara perusahaan dan pemerintah, yang berdampak positif bagi masyarakat.

Nurjannah berharap agar ambulance laut yang diserahkan dapat dimaksimalkan untuk pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung kegiatan posyandu antar desa dan pelayanan kesehatan lainnya oleh puskesmas. Terkait dengan sinergi perusahaan dan pemerintah kabupaten, ia juga menambahkan bahwa ke depan, pihak kabupaten akan mendukung maintenance kapal, penyediaan motoris, dan pembelian bahan bakar melalui anggaran puskesmas, agar operasional ambulance laut ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Rijal dari PT BSJ (KTT BSJ) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di sekitar wilayah tambang, yang diselenggarakan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk bekerjasama dengan puskesmas dalam penanganan stunting, terutama di wilayah Lasolo Kepulauan.

Ambulance laut ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan transportasi darurat medis bagi masyarakat kepulauan, sehingga pelayanan kesehatan semakin mudah diakses dan lebih merata.

Sekretaris Camat Lasolo Kepulauan, Bapak Kusman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT BSJ atas pelaksanaan program PPM di bidang kesehatan, yakni sunatan massal dan penyediaan ambulance laut. Ia menyebutkan bahwa program ini merupakan langkah nyata yang langsung memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam hal akses layanan kesehatan. Kusman juga berharap agar program PPM/CSR seperti ini dapat terus ditingkatkan dan berkelanjutan di masa depan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan dampaknya.

Lintasoheo com | Konut – Kepala Dinas Kesehatan Konawe Utara (Konut) menanggapi tudingan terkait dugaan penerimaan suap dari CV. Britania Jaya Construction atas pengerjaan proyek Puskesmas di wilayah tersebut.

Kadinkes Konut menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan informasi yang keliru.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pengerjaan proyek Puskesmas dilakukan sesuai prosedur yang transparan, dan Proyek tersebut, dilakukan lelang di ULP/LPSE.

diawasi dengan ketat, dan sesuai aturan yang berlaku. Dalam hal ini, pihaknya memastikan bahwa semua proses administratif serta teknis yang melibatkan anggaran telah melalui proses evaluasi dan pengawasan ketat oleh instansi terkait.

Lebih lanjut, Kadinkes juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jika terdapat bukti atau laporan mengenai penyimpangan, ia mempersilakan masyarakat atau pihak terkait untuk melaporkannya melalui jalur resmi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Isu terkait dugaan penerimaan suap oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara, Nurjanah Efendi, dari CV. Britania Jaya Construktion atas proyek penambahan ruang Gedung Puskesmas Sawa perlu ditanggapi secara hati-hati. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi atau bukti konkret dari pihak yang berwenang, seperti pihak kepolisian atau kejaksaan, mengenai validitas tuduhan ini.

Penting untuk menunggu hasil investigasi resmi agar tidak terjadi kesimpulan yang prematur. Tuduhan seperti ini, bila tidak didukung bukti yang jelas, bisa berdampak pada reputasi dan karier seseorang serta menyebabkan keresahan publik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara, Nurjanah Efendi, membantah keras tudingan dari Jaringan Masyarakat Berantas Korupsi (Jasbaru) Sulawesi Tenggara terkait dugaan suap dalam proyek penambahan ruang Gedung Puskesmas Sawa.

Nurjanah menegaskan bahwa ia tidak mengetahui ataupun terlibat dalam dugaan tersebut, dan menyatakan bahwa tuduhan itu tidak benar.

Bantahan ini menunjukkan bahwa pihak Dinas Kesehatan Konawe Utara berkomitmen menjaga transparansi dan profesionalisme dalam menjalankan proyek-proyek pemerintah.

Dalam pernyataannya kepada media, Rabu (16/09/2024), Kepala Dinas Kesehatan Konawe Utara, Nurjanah Efendi, menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan transaksi maupun menandatangani kuitansi apa pun terkait dugaan suap dari CV. Britania Jaya Construktion dalam proyek penambahan ruang Gedung Puskesmas Sawa.

Nurjanah mempertanyakan bukti yang disebutkan dalam tuduhan tersebut, dan dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apapun tentang tudingan tersebut.

“Sesuai isi berita itu yang disampaikan bahwa Saya menerimah suap. Apa yang saya mau jawab, karna saya tidak tau. Kalau mereka bilang ada bukti, ya bukti Apa? ” Kata Nurjanah Efendi kepada awak media saat dikonfirmasi.

Lintasoheo.com | Konut – Turnament Volly Ball Piala Kadis Kesehatan Konawe Utara cup ll kembali di gelar.

Pertandingan tersebut, digelar antara bidang lingkup kerja Dinas Kesehatan Konut, bertempat di lapangan volley ball Kantor Dinkes Konut, 16/10/2024.

Kepala Dinas Kesehatan Konut, Nurjannah Efendi mengatakan, dalam upaya memperkuat kekompakan dan kebersamaan pihaknya menggelar ivent olahraga piala Kadis Kesehatan Cup.

Nurjannah Efendi mengatakan, turnamen yang digelar itu tidak hanya sebagai ajang olahraga biasa. Tapi juga sebagai ajang memperkuat silahturahmi, dan wadah melatih para anggota nya untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba yang digelar antar instansi di lingkup Kabupaten Konut.

“Yang Cup l sudah selesai. Sekarang kita lanjut lagi Cup ll. Selain untuk perkuat kekompakan kerja, kita juga mempersiapkan pemain Dinas kesehatan. Bila ada ivent tingkat kabupaten,”ucapnya.

Turnamen ini, diikuti antar pegawai Dinkes dan beberapa puskesmas di wilayah Konawe Utara. Setiap tim berjuang dengan semangat tinggi, tidak hanya untuk memenangkan hadiah tetapi juga untuk mempererat silaturahmi antar pegawai.

“Kegiatan ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk saling mengenal di luar tugas sehari-hari,” kata Nurjannah Efendi.

Walaupun yang digelar sederhana, suasana kompetisi terasa hangat dan meriah. Sorakan dan teriakan antar pemain menambah semarak pertandingan, menciptakan atmosfer yang penuh keceriaan.

Pertandingan berlangsung dengan sangat kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Setiap tim menunjukkan kemampuan terbaiknya, menjadikan turnamen ini menarik untuk disaksikan. Permainan yang seru, penuh aksi, dan strategi dari masing-masing tim.

Kegiatan ini menambah keakraban dan kebersamaan antar pegawai. Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin di Dinkes Konut.

Dengan suksesnya Turnamen Voli Ball Piala Kadis Kesehatan Konut, Dinkes Konut berkomitmen untuk menggelar lebih banyak kegiatan serupa di masa depan.

Keterlibatan aktif masyarakat dan instansi lain diharapkan dapat semakin memperkuat jaringan kerja dan kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

Lintasoheo.com | Jakarta – Bupati Konawe Utara, Ruksamin menerima penghargaan dari Kompas TV sebagai Daerah yang Peduli Layak Anak pada malam puncak peringatan HUT ke-13 Kompas TV

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga, di The Tribrata, Hotel & Convention Center Darmawangsa Jakarta, Rabu (11/09/2024).

Selain Konawe Utara, penghargaan serupa juga diberikan kepada lima daerah lainnya yaitu Kabupaten Bandung, Kota Batu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kota Baru, dan Lamongan.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada daerah-daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di wilayahnya masing-masing.

Penghargaan ini tidak lepas dari berbagai keberhasilan yang telah diraih oleh Pemda Konawe Utara di bawah kepemimpinan Bupati Ruksamin dan Wakil Bupati Abuhaera, khususnya dalam upaya menciptakan lingkungan yang ramah dan layak bagi anak.

Salah satu pencapaian besar Pemda Konut adalah penurunan angka prevalensi stunting yang signifikan, dari 11,2 persen pada tahun 2020 menjadi hanya 6 persen pada tahun 2023.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di angka 10,5 persen dan rata-rata nasional yang mencapai 21,6 persen.

Pemda Konut juga membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang bertugas mengawal program-program intervensi kesehatan dan gizi bagi anak-anak di Konawe Utara.

Pada tahun 2023, Kabupaten Konawe Utara juga berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.

Usai menerima penghargaan, Bupati Ruksamin yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Konut serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Konut, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kompas TV atas penghargaan yang diberikan.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh pemangku kepentingan, dinas terkait, dan partisipasi aktif seluruh masyarakat Konawe Utara.

Ruksamin berharap, pencapaian ini dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup anak-anak di Konawe Utara.

Acara malam puncak HUT ke-13 Kompas TV ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, Ketua DPR RI Puan Maharani, para menteri dari Kabinet Indonesia Maju, serta Panglima TNI dan Kapolri.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.