Lintas Oheo.com

Lintasoheo.Com, Konawe Utara – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyalurkan 500 paket bantuan dan 20 tenda pengungsi kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Santunan itu disalurkan langsung oleh Ketua F-PRB Sultra, Yudianto Mahardika, SH bersama pengurus F-PRB Sultra yang hadir dalam kegiatan itu. Terdapat 3 desa terdampak yang menerima santunan itu, antara lain, Desa Sambandete, Padalere Utama, dan Puuhialu.

Kedatangan tim F-PRB Sultra disambut langsung dari Pemerintah Daerah (Pemda) Konut oleh Bupati Konut, Ikbar,SH.,MH diwakili oleh Wakil Bupati Konut, Abu Haera, S.Sos.,M.Si, bersama Ketua F-PRB Konut, Jefri Ipnu,S.Pd dan Wakil Ketua F-PRB Konut, Sulaiman Tepamba, serta jaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Forkopimda Konut.

“Bantuan ini dari F-PRB Sultra kami berikan kepada saudara-saudara kita di Konawe Utara yang terdampak banjir. Semoga bermanfaat dan berkah,”ungkap Ketua F-PRB Sultra, Yudianto Mahardika dalam sambutannya di Sambandete, Kecamatan Oheo sebelum menyerahkan bantuan, Selasa 15 April 2025.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Sultra ini menyampaikan, sebanyak 500 paket sembako di berikan kepada masyarakat terdampak banjir serta tendang pengungsi bagi masyarakat yang kediamannya terkena banjir.

“Kami doakan semoga hujan cepat redah, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Tetap semangat, kami dari F-PRB Sultra akan selalu bersama masyarakat di Konawe Utara dan siap selalu membantu,”ujar Yudhi.

Menerima kedatangan tim F-PRB, Wabup Konut, Abu Haera mengucapkan rasa terimakasihnya atas perhatian dan kepedulian Ketua serta pengurus F-PRB Sultra yang telah menyalurkan bantuan bahan makan bagi masyarakat korban banjir.

Mantan Sekda Konut ini juga memberikan apresiasi besar kepemimpinan Yudianto Mahardika yang sukses membawa F-PRB aktif bergerak di kegiatan sosial kemanusiaan.

Menurutnya, Yudianto Mahardika merupakan sosok pemuda yang tepat untuk memimpin organisasi kemasyarakatan. Sebab selain energic juga memiliki sifat sosialisasi yang sangat tinggi.

“Terimakasih banyak kepada pak Yudianto Mahardika bersama anggota F-PRB Sultra yang telah hadir langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir. Ini merupakan semangat untuk masyarakat Konawe Utara khususnya. kehadiran F-PRB memberikan motivasi untuk terus bangkit menghadapi tantangan alam saat ini terjadi. Terimakasih banyak,”ucap Wakil Bupati Konut, Abu Haera saat menerima rombongan F-PRB Sultra.

Lintasoheo com | Konut – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, meninjau langsung lokasi banjir yang merendam ruas jalan Trans Sulawesi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Rabu (9/4/2025).

Dalam kunjungannya, Gubernur didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Konut, Danrem 143/Halu Oleo, unsur Forkopimda, Kapolres Konut, anggota DPRD Konut, serta perwakilan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan penanganan cepat terhadap dampak banjir, khususnya pada akses jalan nasional yang terdampak.

Gubernur menyampaikan bahwa penanganan jalan yang terputus akibat banjir merupakan prioritas utama mengingat fungsinya yang vital sebagai jalur logistik dan penghubung antarwilayah di Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah Provinsi akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat maupun jangka panjang. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, jadi tidak boleh dibiarkan terlalu lama terganggu,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 700 meter jalan yang terendam banjir. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana membangun jembatan bailey sebagai solusi sementara agar arus lalu lintas bisa kembali normal dalam waktu dekat.

“Pihak BPJN sudah siap membangun. Tinggal menunggu penyelesaian teknis administrasinya agar tidak melanggar aturan. Saya berharap proses pengerjaan bisa dimulai segera,” tegas Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berdialog langsung dengan warga terdampak banjir untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak mereka. Ia meminta BPJN dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses perbaikan serta memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa penanganan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Gubernur menyatakan bahwa bantuan logistik dan personel teknis akan segera dikirim ke lokasi untuk mendukung percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Lintasoheo.com | Konut – Banjir yang terjadi di wilayah hilir Sungai Lalindu, khususnya di Desa Padalere Utama dan Jalan Trans Sulawesi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masyarakat mendesak agar pemerintah segera meninjau ulang dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang beroperasi di wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

Desakan ini muncul akibat dugaan bahwa aktivitas pertambangan PT SCM telah berkontribusi terhadap perubahan tata air dan ekosistem yang memicu luapan sungai dan banjir bandang ke wilayah hilir Konut.

Warga mengkhawatirkan bahwa jika tidak ada penanganan dan pengawasan serius, dampak lingkungan akan semakin parah dan mengancam keselamatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menurut sejumlah masyarakat, keberadaan Amdal dan dokumen UKL/UPL bukan hanya formalitas, melainkan landasan utama yang mengatur tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk segera melakukan audit lingkungan secara menyeluruh dan terbuka, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

“Banjir ini bukan hanya karena curah hujan. Kita harus melihat aktivitas di hulu, apakah alih fungsi lahan, pembendungan air, dan penambangan sudah sesuai dengan kaidah lingkungan. Pemerintah harus turun tangan dan mengevaluasi Amdal PT SCM secara serius,” ujar Sulaiman Alpamba salah satu warga Konut. Minggu (06/04/2025).

Masyarakat juga meminta agar hasil evaluasi Amdal dan UKL/UPL tersebut disampaikan secara transparan kepada publik, guna menjamin akuntabilitas serta mencegah dampak lanjutan di masa depan.

Pemerintah Provinsi dan pusat diharapkan tidak tinggal diam dan segera bertindak untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan di Konawe Utara.

“Apabali kerusakan hutan kawasan dan lingkungan di kecamatan routa sebagai wilayah hulu, maka akan berdampak besar dan signifikan di wilayah hilir sungai Lalindu di Konawe Utara,” Pungkasnya.

Lintasoheo.com| Konut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara. menunjukkan kepedulian terhadap pengguna jalan Trans Sulawesi dengan membuat rakit penyeberangan secara gratis. Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat yang selama ini harus membayar mahal saat menyeberang menggunakan rakit milik swasta.

Selama ini, tarif penyeberangan dinilai sangat memberatkan. Untuk kendaraan roda dua, warga dikenakan biaya hingga Rp100.000, sementara kendaraan roda empat dibanderol mulai dari Rp500.000 hingga Rp700.000 sekali menyeberang.

Kepala BPBD Konut menyampaikan bahwa pembuatan rakit ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang terganggu aktivitasnya akibat kondisi infrastruktur jalan terdampak banjir.

“Kami ingin memastikan akses warga tetap lancar tanpa harus terbebani biaya tinggi,” ujarnya.

Diharapkan inisiatif ini dapat membantu memperlancar arus lalu lintas serta meringankan beban ekonomi masyarakat pengguna jalan antar provinsi yang berada diwilayah terdampak banjir jalan trans Sulawesi Desa Sambandete,Kecamatan Oheo,Kabupaten Konawe Utara.

Namun, niat baik tersebut tidak berjalan semulus yang diharapkan. Kehadiran rakit gratis buatan pemerintah mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat yang sebelumnya mengoperasikan rakit secara swadaya. Mereka merasa dirugikan dan menilai bahwa rakit milik pemerintah adalah “Rakit Ilegal”

Sekretaris BPBD Konut,Galib STP.,M,Ap

Sekretaris BPBD,Galib,STP.,M,Ap mengatakan,Penolakan ini sempat memicu ketegangan di lokasi penyeberangan. BPBD bersama aparat keamanan setempat pun telah turun tangan untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas.

Ia berharap semua pihak dapat mengedepankan kepentingan bersama, terutama demi kelancaran aktivitas masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada akses jalan Trans Sulawesi.

“Untuk meredam situasi dan memastikan rakit bantuan Pemda bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, aparat gabungan TNI dan Polri diharapkan mengawal operasional rakit agar berjalan tanpa hambatan,”ungkapnya

Dengan hadirnya dukungan dari unsur keamanan, pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan mengedepankan kepentingan bersama. Rakit ini dibangun sebagai solusi kemanusiaan, bukan untuk merugikan pihak manapun.

“Kita ingin semua pengguna jalan bisa menyeberang dengan aman dan tanpa biaya tinggi. Ini murni demi kepentingan rakyat,” tutup Galib,STP.,M,Ap

 

KENDARI. Lintasoheo. Com- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, memimpin kegiatan buka puasa bersama dan berbagi kepada 600 anak yatim piatu di Claro Kendari, Sabtu (22/03/2025).

Kegiatan bertema “Kadin Berbagi” ini menyentuh 12 panti asuhan di Kota Kendari. Para anak yatim piatu tersebut disantuni bersama para pembimbing mereka.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yatim piatu kita di Kota Kendari. Sebanyak 600 anak dari 12 panti asuhan kita santuni,” ujar Anton Timbang.

Anton menambahkan, kegiatan serupa juga telah dilakukan tahun lalu. Saat itu, rombongan Kadin Sultra mengunjungi panti asuhan di berbagai daerah, meliputi Kendari, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe, sebelum akhirnya berkumpul kembali di Kota Kendari untuk kegiatan penutupan.

Kegiatan “Kadin Berbagi” ini diharapkan dapat memberikan semangat dan keceriaan bagi anak-anak yatim piatu di bulan Ramadan.

Kadin Sultra berkomitmen untuk terus berupaya membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara bersama Forkopimda meninjau kondisi banjir yang melanda Jalan Trans Sulawesi yang berada di Desa Sambadete, Kecamatan Oheo. Dalam kunjungannya, Bupati Konut menyampaikan bahwa status darurat siaga bencana disiagakan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat terhadap dampak banjir.

“Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, serta untuk memastikan keselamatan warga dan infrastruktur daerah tetap terjaga,”ucapnya.

Lanjut kata dia,Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang terdampak.

Dalam kunjungannya ,Bupati Konawe Utara (Konut),H.Ikbar.resmi menetapkan status darurat siaga bencana. Keputusan ini diambil setelah meninjau langsung kondisi banjir di Jalan Trans Sulawesi Desa Sambadete, Kecamatan Oheo.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyalurkan bantuan darurat serta mengerahkan tim gabungan untuk membantu warga terdampak. Bupati Konut juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari resiko yang lebih besar.

“Bersama Forkopimda segera meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyerahkan tim gabungan,membantu warga yang terdampak, saya menghimbau kepada Masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari resiko yang besar,” tutup Bupati,H.Ikbar.

Lintasoheo.com | Konut – Kuliah gratis yang digagas oleh mantan Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin. Keberhasilan Ulfaira sebagai Duta Student Exchange Tingkat Global di Malaysia menjadi bukti nyata bahwa program ini mampu mencetak mahasiswa berprestasi hingga ke tingkat internasional.

Meskipun Dr. Ruksamin telah menyerahkan kepemimpinan kepada Bupati terpilih H. Ikbar pada 4 Maret 2025, warisan program pendidikannya tetap memberikan manfaat bagi generasi muda Konawe Utara. Prestasi Ulfaira juga menjadi kebanggaan bagi Universitas Haluoleo Kendari dan Provinsi Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.dan hususnya Kelurahan Wanggudu.

Prestasi Ulfaira sebagai Duta Student Exchange di Malaysia adalah bukti nyata dari dampak positif program kuliah gratis yang dicanangkan oleh mantan Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan daerahnya, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa asal Konawe Utara mampu bersaing di tingkat global.

Ulfaira, Alumni SMAN.1 Asera Tahun 2022  anak ke lima (anak bungsu)dari hasil perkawinan pak Yoruddin dan Ibu Nara, dan melanjutkan pendidikan  ke Perguruan Tinggi Universitas Haluoleo jurusan manajemen FEB.

Dukungan pendidikan semacam ini sangat penting dalam menciptakan generasi muda yang kompetitif dan berwawasan internasional. Semoga program serupa terus berlanjut di bawah kepemimpinan yang baru, sehingga lebih banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk meraih pengalaman internasional.

Prestasi Ulfaira sebagai Emcee dalam Seminar Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Hotel Clarion semakin menegaskan bahwa mahasiswa asal Konawe Utara mampu bersaing di tingkat global. Kemampuannya menggunakan Bahasa Inggris, meskipun masih dalam tahap pasif, adalah langkah besar menuju peningkatan daya saing, yang sejalan dengan slogan “Konasara”—Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing.

6 Mahasiswa Universitas Haluoleo yang mengikuti kegiatan pertukaran Pelajar kunjungan Industri Internasional dan kelas Internasional

Keberanian dan kemampuannya ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Konawe Utara untuk terus mengembangkan diri dan tidak ragu mengambil kesempatan dalam skala internasional.

Konsistensi Pemda Konawe Utara dalam memberikan beasiswa sejak kepemimpinan Dr. Ir. H. Ruksamin menunjukkan komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kerja sama dengan berbagai universitas juga menjadi langkah strategis agar anak-anak Konawe Utara mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.

Program ini jelas telah membuahkan hasil, seperti yang dibuktikan oleh Ulfaira dan mahasiswa lainnya yang berhasil mengikuti program pertukaran pelajar serta berbagai kegiatan internasional. Semoga kepemimpinan yang baru tetap melanjutkan dan bahkan memperluas program ini agar semakin banyak mahasiswa yang bisa meraih kesempatan serupa.

Bupati terpilih, H. Ikbar,dan Wakil Bupati,H.Abuhaera berkomitmen untuk melanjutkan program beasiswa ini. Artinya, keberlanjutan investasi dalam pendidikan tetap terjaga, dan semakin banyak anak muda Konawe Utara yang bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

Jika program ini terus berkembang, mungkin bisa diperluas dengan tambahan fasilitas seperti pelatihan bahasa asing, program magang internasional, atau beasiswa khusus untuk bidang studi tertentu yang dibutuhkan daerah. Ini bisa semakin meningkatkan daya saing generasi muda Konawe Utara di tingkat nasional maupun global.

Adanya Mahasiswa dokter di China yang saat  sekarang masih menempuh kuliah, adalah bukti nyata bahwa program beasiswa ini akan menghasilkan dan mencetak tenaga profesional yang langsung bisa mengabdi untuk daerah. Ini tentu menjadi motivasi bagi generasi muda Konawe Utara lainnya untuk berani bermimpi besar dan menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Jika sudah ada tenaga propesional dari berbagai bidang strategis lainnya, seperti insinyur, ekonom, atau ahli teknologi, tentunya akan  kembali dan membangun daerahnya.

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, SH., MH, memimpin Safari Ramadhan perdana tingkat kecamatan yang digelar di Masjid Al Irsyad, Desa Basule, Kecamatan Lasolo, pada Rabu (5/3/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Konut, H. Abuhera, S.Sos., M.Si, Ketua TP PKK Konut, Hj. Wisra Wastawati, S.Tr. Keb, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Konut. Selain itu, Kepala OPD lingkup Pemda Konut, Camat Lasolo, serta para kepala desa se-Kecamatan Lasolo juga turut hadir dalam acara tersebut.

Safari Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Bupati Konut secara simbolis menyerahkan bantuan sebanyak 170 paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, ia juga memberikan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk pembangunan Masjid Nurul Fatima di Desa Muara Tinobu.

Dalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menegaskan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. “Melalui Safari Ramadhan ini, kita ingin semakin mendekatkan diri kepada masyarakat, serta berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan Safari Ramadhan ini ditutup dengan rangkaian acara buka puasa bersama, ceramah agama, serta sholat Isya dan Tarawih berjamaah yang berlangsung di Masjid Al Amin, Kelurahan Tinobu.

Dengan adanya Safari Ramadhan ini, diharapkan masyarakat dapat semakin merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan mereka, serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah bulan suci Ramadhan.

 

 

Lintasoheo.com |Malang,- Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), IMI (Institut Molekul Indonesia) dan RAHO Club (Reverse Aging dan Homeostasis) berkolaborasi melakukan penelitian inovatif uji pre klinis kombinasi Gelembung nano NO (Nitric Oxide), Mg (Magnesium), dan Gelembung Nano Hidrogen (GNH) sebagai potensi terapi baru dalam dunia medis. Langkah awal eksplorasi manfaat kombinasi NO, Mg, dan GNH terhadap kesehatan sel dan regenerasi jaringan sebagai terobosan Terapi Komplementer Teknologi Nano. Kombinasi NO, Mg, dan GNH. RAHO Club yang mensponsori seluruh biaya penelitian.

GNH hasil penelitian IMI, antioksidan mengurangi stres oksidatif yang menjadi penyebab berbagai penyakit kronis. Selain itu GNH memperbaiki fungsi endotel, meningkatkan metabolisme energi mitokondria serta untuk kesehatan kardiovaskular.

Mg, mineral esensial yang berperan dalam lebih dari 300 reaksi enzimatik dalam tubuh, termasuk menjaga kesehatan otot dan saraf, jantung, serta tekanan darah. Selain itu, Mg berperan dalam produksi energi (ATP), pembentukan tulang dan gigi, serta regulasi kadar gula darah untuk mencegah diabetes.

Sedangkan NO, masyarakat awam mengenal sebagai zat berbahaya dalam bentuk polusi udara. Salah satu gas beracun (radikal bebas) dalam asap rokok yang dihasilkan selama proses pembakaran tembakau dan dari asap kendaraan bermotor yang terbentuk selama proses pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan pada suhu tinggi. Namun tubuh manusia mampu menghasilkan NO yang justru banyak manfaat.

Dalam tubuh, molekul gas NO diproduksi secara alami oleh sel endotel (lapisan pembuluh darah) dalam tubuh dan berperan penting dalam berbagai fungsi fisiologis seperti peran pentingnya dalam vasodilatasi dan peningkatan aliran darah, sehingga dapat membantu pengobatan penyakit kardiovaskular. Namun banyak faktor dapat menghambat produksinya seperti penuaan, penyakit, stres oksidatif dan gaya hidup yang salah.

Uji pre klinis ini, NO diberikan dalam bentuk gelembung berukuran nano. Fungsinya mempermudah masuknya NO ke dalam sistem tubuh karena ukurannya yang super kecil. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran perlunya dilakukan penelitian gelembung nano NO dan manfaatnya dalam tubuh.

Penelitian uji pre-klinis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan keamanan kombinasi NO, Mg, dan GNH dalam mendukung terapi berbagai penyakit, dimulai dengan melakukan uji toksisitas akut terhadap sediaan uji kombinasi NO, Mg, dan GNH dalam larutan infus. Uji toksisitas akut ini diperlukan untuk menilai efek langsung dan rentang dosis yang aman,

Penelitian di LPPT UGM (Universitas Gajah Mada) dan Laboratorium Riset FK UNSOED dimulai 29 Mei 2024 sampai dengan 21 Agustus 2024. Tim peneliti menggunakan model hewan tikus jenis Sprague dawley untuk mengamati efek kombinasi tersebut terhadap berbagai parameter biologis.

Ketua tim penelitian, Dr. dr. Dody Novrial, M.Si.Med, Sp.PA., mengungkapkan “Hasil uji pre klinis khususnya uji toksisitas akut yang sudah dilakukan sebagai tahapan awal pengembangan bahan obat berdasarkan peraturan BPOM RI ini, mengindikasikan sediaan larutan gelembung nano NO, Mg dan GNH yang aman dengan parameter utama keamanan di LD50 dan dapat dilanjutkan pada penelitian selanjutnya dengan penyesuaian dosis”. LD50 atau Lethal Dose 50% merupakan jumlah zat yang bisa membunuh setengah dari kelompok hewan uji dalam sebuah percobaan.

Setelah dilakukan uji toksisitas akut dengan hasil yang aman, penelitian yang beranggotakan Dr. dr. Nur Signa Aini Gumilas, M.Biotech, Dhadhang Wahyu Kurniawan, S.Si, M.Sc, Apt, Ph.D, dan Nor Sri Inayati, S.Si, M.Biotech ini, akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya yaitu uji toksisitas subkronik dengan penyesuain dosis.
Tujuan uji toksisitas subkronik untuk mengetahui kemungkinan adanya efek toksik setelah pemberian sediaan uji berulang dalam jangka waktu tertentu. Uji toksisitas subkronik ini dimulai 9 Desember tahun lalu dan direncanakan akan selesai pada Juli 2025.

Menjawab pertanyaan langkah lanjut penelitian, Dr Dody menjelaskan,
“Jika hasil uji pre-klinis menunjukkan keberhasilan, langkah berikutnya adalah uji klinis pada manusia untuk mengonfirmasi efektivitasnya lebih lanjut”, penjelasannya.

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi akademisi dan lembaga penelitian dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.
IMI berharap penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan terapi medis berbasis kombinasi NO, Mg, dan GNH yang lebih aman dan efektif dalam menangani berbagai penyakit di masa depan.

Lintasoheo.com | Kendari -;Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengecek ketersediaan beras di Gudang Bulog yang berlokasi di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Selasa (4/3/2025) pagi.

Kegiatan pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto dan Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana.

Pengecekan tersebut dilakukan bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok beras aman selama Bulan Ramadhan 2025.

“Berdasarkan penyampaian Kepala Bulog Sultra tadi bahwa stok beras masih aman hingga enam bulan kedepan. Jumlahnya yang tersedia saat ini ada sekitar 19.000 ton beras dan juga termasuk minyak goreng cukup untuk didistribusikan di Sultra,” kata Irjen Pol Dwi Irianto kepada awak media.

Jenderal Polisi bintang dua itu menambahkan, pihaknya memastikan stok pangan kebutuhan masyarakat aman dan akan selalu dalam pengawasan Polri agar tidak ada kecurangan.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan jangan panik, kami akan selalu rutin memantau dan mengawasi ketersediaan stok pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” tutupnya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.