Lintas Oheo.com

Lintasoheo.com | Kendari– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Anton Timbang kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar global.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Kadin Sultra dalam ajang bergengsi Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 yang digelar di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda, pada 30 Oktober hingga 2 November 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Kadin Sultra bertindak sebagai agregator utama, memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus mempromosikan perdagangan, pariwisata, investasi, dan kebudayaan nasional di panggung Eropa.

Salah satu produk unggulan yang mencuri perhatian internasional adalah Lily Tenun Kendari, karya Trinop Tijasari, yang juga merupakan anggota aktif Kadin Sultra.
Kain tenun khas Sultra ini tampil memukau setelah dipadupadankan menjadi model coat ala Eropa hasil rancangan desainer Julie Kaimuddin dari Juka Studio.

Owner Lily Tenun Kendari, Trinop Tijasari, menyambut baik kesempatan tersebut dan menilai keikutsertaan di DMI Expo 2025 sebagai momentum penting untuk ekspansi ke pasar global.

“Ini bukti bahwa Kadin Sulawesi Tenggara hadir memberikan kesempatan ekspansi bagi para anggotanya yang memiliki produk siap menjajaki pasar Eropa. Terutama produk yang memiliki identitas budaya dan kekhasan Indonesia,” ujar Trinop.

Anton Timbang: Kadin Sultra Hadir Dorong UMKM Go Global

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Kadin dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM daerah agar mampu bersaing di pasar dunia.

“Kadin Sulawesi Tenggara tidak hanya fokus pada pemberdayaan di tingkat lokal, tapi juga membuka jalan agar produk-produk unggulan daerah dapat menembus pasar internasional. Kami ingin memastikan UMKM Sultra punya akses, pengetahuan, dan jaringan untuk go global,” tegas Anton Timbang.

Ia juga menambahkan bahwa keikutsertaan dalam ajang DMI Expo 2025 adalah bentuk nyata dari sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan pelaku kreatif.

“Melalui platform seperti DMI Expo, kita tidak hanya menjual produk, tapi juga memperkenalkan identitas budaya Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara, ke panggung internasional. Ini adalah bagian dari diplomasi ekonomi daerah,” lanjutnya.

Peran Krusial Kadin Sultra sebagai Agregator UMKM

Ketua Penyelenggara DMI Expo 2025, DT Yunanto (Dicki), menegaskan bahwa peran Kadin Sultra sebagai agregator sangat krusial dalam mempersiapkan dan mengkurasi produk UMKM agar siap bersaing di kancah internasional.

“Banyak UMKM Indonesia yang menghadapi kendala dalam promosi dan akses pasar global. Melalui Kadin Sultra, produk seperti Lily Tenun Kendari dibantu dari sisi kurasi, suplai, hingga kesiapan administrasi ekspor sesuai regulasi di Belanda,” jelasnya.

Selain tampil di ajang DMI Expo, Kadin Sultra juga memperkuat jejaring bisnisnya di Eropa dengan menandatangani kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA).
Kerja sama ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas serta memfasilitasi kemitraan bisnis bagi pelaku UMKM Sultra di kawasan Eropa.

Tidak berhenti di Belanda, perwakilan pelaku usaha Sultra juga melanjutkan misi dagang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis, untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, khususnya Kain Tenun Tolaki karya Lily Tenun Kendari, kepada para stakeholder di jantung Eropa.

DMI Expo: Panggung Strategis Diplomasi Ekonomi Indonesia

DMI Expo 2025 merupakan kegiatan tahunan yang didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, dan dirancang sebagai platform strategis yang mencakup Promosi Perdagangan & Ekspor, Showcase Pariwisata & Budaya, Forum Investasi, serta Program Diplomasi Kuliner & Budaya.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Kadin Sultra berharap partisipasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat citra positif, meningkatkan daya saing produk daerah, serta membawa UMKM Sulawesi Tenggara ke tingkat global.

 

Lintasoheo.com | Konut – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Konawe Utara, AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pelaksanaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Sikat 2025 dalam rangka cipta kondisi (cipkon) keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kegiatan ini digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Konawe Utara, Rabu (29/10/2025).

Latpraops dihadiri oleh Wakapolres Kompol Sumarso, S.Sos., para Pejabat Utama (PJU) Polres Konut, perwira, serta 32 personel yang terlibat langsung dalam operasi berdasarkan Surat Perintah Nomor: SPRIN/746/X/OPS.1.3./2025.

Kegiatan diawali dengan laporan oleh Kasiwas Iptu Wayan Suparta selaku perwira yang ditunjuk, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Rico Fernanda menekankan pentingnya keseriusan seluruh peserta latihan dalam memahami setiap petunjuk dan arahan yang diberikan oleh pemateri.

“Saya tekankan agar seluruh peserta benar-benar memperhatikan dan mempedomani materi yang disampaikan. Tujuan utama operasi ini adalah menjaga kondusifitas wilayah hukum Polres Konawe Utara, bukan justru sebaliknya,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, Operasi Sikat 2025 merupakan langkah preventif Polri untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap aman dan terkendali selama momentum akhir tahun yang biasanya disertai peningkatan aktivitas masyarakat, arus mudik, serta potensi gangguan keamanan.

“Latihan praoperasi ini bertujuan mempersiapkan personel, strategi, serta sarana pendukung dalam menghadapi berbagai potensi peningkatan aktivitas masyarakat dan tindak kriminalitas di akhir tahun,” jelas AKBP Rico.

Adapun tujuan utama Operasi Sikat 2025 adalah menekan dan memberantas berbagai bentuk tindak kriminalitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, dengan sasaran meliputi:

3C: Pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kejahatan jalanan seperti premanisme, pemerasan, dan pungutan liar.

Penyalahgunaan senjata tajam, senjata api, serta bahan peledak.

Penyelundupan di wilayah perairan.

Penyakit masyarakat (pekat) seperti peredaran miras ilegal dan premanisme.

Target Operasi (TO), di antaranya residivis dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dengan ditandai pembukaan resmi oleh Kapolres pada pukul 09.20 WITA, kegiatan Latihan Pra Operasi Sikat 2025 resmi dimulai dan menjadi awal dari upaya Polres Konawe Utara dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Lintasoheo.com | Kendari – Kasus Dugaan transaksi jual beli Pelabuhan (Jetty) yang melibatkan sejumlah nama kini menjadi perhatian publik. Setelah mencuat informasi bahwa Jalil diduga pernah menerima uang dari Bupati Muna Barat, Laode Darwin, kini H. Sudiro selaku pemilik sah Pelabuhan/Jetty tersebut dipanggil kali kedua oleh Polda Sulawesi Tenggara untuk memberikan klarifikasi.

Pemanggilan H. Sudiro dilakukan melalui Surat Panggilan Nomor: B/1/813/X/RES.1.11/2025/Ditreskrimum, Selasa 28,Oktober 2025.waktu,13,30,Wita.guna dimintai keterangan terkait perkara yang tengah bergulir di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini berawal dari pemberian kuasa oleh H. Sudiro kepada Jalil untuk menjual aset miliknya berupa Pelabuhan/ Jetty . Namun, hingga menjelang pelaksanaan Pilkada, proses penjualan itu tidak juga terealisasi. Karena tidak ada kesepakatan dengan calon pembeli, Jalil kemudian mengembalikan sertipikat Jetty kepada H. Sudiro.

Belakangan, setelah Pilkada usai, muncul kabar bahwa Jalil diduga telah menerima sejumlah uang dari Laode Darwin, dengan dalih bahwa Jetty tersebut dijanjikan akan dijual kepadanya. Dugaan ini kemudian menjadi dasar penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Dalam keterangannya, H. Sudiro menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam transaksi apa pun terkait penjualan Jetty tersebut.

“Saya memang pernah memberi kuasa kepada Jalil untuk mencari pembeli, tapi karena tidak ada hasil, dia sudah mengembalikan sertipikatnya kepada saya. Saya tidak pernah menjual, apalagi menerima uang dari siapa pun terkait Jetty itu,” ujar H. Sudiro.

Ia juga menyambut baik langkah Polda Sultra yang memanggil dirinya untuk memberikan klarifikasi.

“Saya sudah hadir dan memberikan keterangan sebenar-benarnya. Ini kesempatan bagi saya untuk meluruskan persoalan agar tidak ada fitnah atau kesalahpahaman,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Ditreskrimum Polda Sultra disebut masih melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap para pihak yang disebut dalam kasus tersebut, termasuk Jalil dan pihak yang diduga memberikan uang.

Kasus ini masih terus bergulir, dan publik menanti kejelasan hukum atas dugaan transaksi jual beli aset pelabuhan yang kini menyeret sejumlah nama tersebut.

Lintasoheo.com | Konut – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, di halaman Kantor Bupati Konawe Utara, Selasa (28/10/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Bersatu Bangun Bangsa”.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., bertindak sebagai Inspektur Upacara, yang diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., pejabat dari instansi vertikal, Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan se-Kabupaten Konawe Utara.

Dalam amanatnya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum bersejarah yang harus dimaknai secara mendalam oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa.

“Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, sudah sejauh mana kita berkontribusi untuk bangsa,” ujar Bupati Ikbar di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa di era yang serba cepat dan penuh tantangan seperti sekarang, pemuda harus mampu menjadi motor penggerak perubahan dengan mengedepankan nilai adaptif, kreatif, dan berintegritas.

“Pemuda hari ini harus mampu membaca zaman. Jangan takut berinovasi, teruslah belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Namun di atas segalanya, jagalah integritas dan semangat persatuan sebagai jati diri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Bupati Ikbar juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya bangga dengan sejarah, tetapi menjadikannya inspirasi untuk melangkah ke depan dengan karya nyata.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk melanjutkan cita-cita luhur para pendahulu bangsa dengan langkah nyata. Bangunlah Indonesia dari hal-hal kecil di sekitar kita tinggal, sesuai dengan bidang keahlian yang kita kuasai,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ikbar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemuda Konawe Utara yang telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, wirausaha, pertanian, hingga sosial kemasyarakatan. Menurutnya, semangat kolaborasi dan kepedulian sosial yang tumbuh di kalangan pemuda menjadi modal penting dalam memperkuat pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi kreativitas pemuda Konawe Utara. Kita ingin pemuda menjadi bagian penting dari proses pembangunan, bukan hanya penonton, tetapi pelaku utama dalam memajukan daerah,” ucapnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar generasi. Upacara ditutup dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan pelajar serta penampilan seni dan lagu-lagu perjuangan dari siswa sekolah.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, Bupati Ikbar berharap seluruh masyarakat Konawe Utara, khususnya kaum muda, dapat terus menjaga persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan dengan optimisme dan tanggung jawab.

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., mengajak seluruh generasi muda untuk menjadi sosok yang adaptif, kreatif, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tingkat Kabupaten Konawe Utara, Selasa, 28 Oktober 2025.

Dalam amanatnya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, sejauh mana kontribusi generasi muda terhadap kemajuan bangsa dan daerah.

“Momentum hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, sudah sejauh mana kita berkontribusi untuk bangsa,” ujar Bupati Ikbar.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda, untuk melanjutkan cita-cita luhur para pendahulu bangsa melalui langkah nyata di lingkungan masing-masing.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk melanjutkan cita-cita luhur para pendahulu bangsa dengan langkah nyata. Bangunlah Indonesia dari hal-hal kecil di sekitar kita tinggal sesuai dengan bidang keahlian yang kita kuasai,” tambahnya.

Upacara peringatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi vertikal, Asisten, Staf Ahli, serta Kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara.

Lintasoheo.com | Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Kamis (23/10/2025), Bupati Konawe Utara H. Ikbar bersama Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, turun langsung ke lapangan melakukan panen raya padi sawah musim tanam II tahun 2025 di Desa Matanggonawe, Kecamatan Sawa.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota DPRD Konawe Utara, perwakilan Bulog Sulawesi Tenggara, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Konawe Utara. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga legislatif, dan mitra strategis dalam mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Ikbar, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan petani Desa Matanggonawe yang mampu menggarap dan memanen padi di lahan seluas 135 hektar pada musim tanam kedua tahun ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras masyarakat tani serta dukungan pemerintah melalui berbagai program pertanian berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hasil panen hari ini menjadi bukti bahwa petani Konawe Utara tangguh dan terus bersemangat meningkatkan produksi. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan mulai dari penyediaan sarana pertanian, bantuan benih, hingga pembukaan akses pasar agar kesejahteraan petani kita semakin meningkat,” ujar Ikbar.

Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian akan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah karena berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Abuhaera menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani dan peningkatan kemampuan manajerial petani. Pemerintah daerah, katanya, tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga memperhatikan rantai pasok dan nilai tambah produk pertanian.

“Kami berkomitmen membantu petani dari hulu ke hilir. Mulai dari pengolahan lahan, ketersediaan pupuk, hingga pascapanen dan pemasaran. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, sangat penting agar harga gabah tetap stabil dan petani tidak dirugikan,” ungkap Abuhaera.

Di sisi lain, perwakilan Bulog Sultra yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan kesiapan pihaknya dalam menampung hasil panen petani Konawe Utara.

“Kami dari Bulog siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik. Konawe Utara memiliki potensi pertanian yang luar biasa, dan kami akan terus mendukung agar hasilnya berkontribusi terhadap ketersediaan stok beras Sulawesi Tenggara,” ujar perwakilan Bulog, Andi Rahmat, saat ditemui di lokasi panen.

Tak hanya para pejabat, kebahagiaan juga terpancar dari wajah para petani. Salah seorang petani asal Desa Matanggonawe, La Ode Mahmud, mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang meningkat tahun ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran Pemda yang terus membantu kami. Tahun ini hasil panen cukup bagus. Bantuan pupuk dan benih sangat membantu kami mengurangi beban biaya tanam,” tuturnya.

Menurut laporan Kepala Dinas Pertanian Konawe Utara, hasil panen musim tanam II tahun ini mengalami peningkatan sekitar 8 persen dibanding musim sebelumnya. Faktor pendukung utamanya antara lain peningkatan sistem irigasi, pendampingan teknis dari penyuluh lapangan, serta penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Panen raya ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pangan, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

“Dengan semangat Konasara, Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing, kita ingin membangun daerah ini melalui sektor yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni pertanian. Jika petani kita sejahtera, maka ekonomi daerah pun akan tumbuh kuat,” pungkas Bupati Ikbar.

 

Lintasoheo.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan komitmennya untuk menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah. Hingga kini, Sultra tercatat sebagai provinsi dengan jumlah dapur MBG terbanyak di Indonesia.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, mengungkapkan bahwa dari 65 usulan dapur MBG yang diajukan ke Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 27 dapur telah disetujui dan sebagian sudah beroperasi.

“Kami di Sultra kurang lebih 27 dapur MBG. Yang kami usulkan 65, dan yang sudah dinyatakan siap bahkan ada yang sudah beroperasi kurang lebih 27,” kata Anton Timbang di hadapan awak media, Kamis (23/10/2025).

Anton menjelaskan, capaian tersebut menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai provinsi dengan dapur MBG terbanyak secara nasional. Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari kesiapan Kadin Sultra dalam memenuhi seluruh persyaratan administratif yang ditetapkan oleh BGN.

“Kami benar-benar mempersiapkan seluruh persyaratan dari BGN. Jadi semua yang kami usulkan karena sudah memenuhi ketentuan, rata-rata langsung disetujui,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa Kadin Sultra akan terus berupaya memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG mendapat dukungan penuh, baik dari sisi kelembagaan maupun pelaksanaan di lapangan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi pelajar dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Kehadiran Kadin Sultra dalam program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

 

Lintasoheo com | Kendari – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi mengukuhkan pengurus Kadin Kota Kendari periode 2024–2029, Kamis (23/10/2025).
Pengukuhan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ini digelar di Hotel Claro Kendari dengan mengangkat tema “Menata Dunia Usaha Menuju Ekonomi Daerah yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing.

Ketua Kadin Kota Kendari, Fadli Tanawali, menyampaikan bahwa komposisi pengurus yang baru didominasi oleh para pengusaha lokal. Ia menegaskan, Kadin Kendari akan berfokus pada upaya peningkatan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pariwisata dan UMKM.

“Salah satu program yang akan kami dorong adalah pemanfaatan revitalisasi Anjungan Teluk Kendari untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ujar Fadli.

Selain itu, Kadin juga berkomitmen mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Saat ini, Kadin Kendari telah membina sekitar 700 pelaku UMKM di bidang olahan dan kuliner, termasuk memberikan bantuan modal serta fasilitasi legalitas badan usaha.

Sementara itu, Ketua Kadin Sultra Anton Timbang menilai persoalan utama yang dihadapi pengusaha lokal terletak pada permodalan dan pemasaran. Ia mendorong agar produk lokal tidak hanya dipasarkan di Kota Kendari, tetapi juga bisa menembus pasar nasional.

“Saya berharap Ketua Kadin yang baru segera berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari agar perekonomian daerah semakin maju,” kata Anton.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyatakan bahwa Pemerintah Kota siap berkolaborasi dengan Kadin.
Ia menyebutkan, pihaknya akan menjadwalkan pertemuan khusus untuk mendengarkan program kerja Kadin

Lintasoheo.com | Konut – Seorang warga di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ke Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor B/300/X/2025/Sat.Reskrim/Polres Konut/Polda Sultra pada 10 Oktober 2025.

Dalam laporan itu, Endang Meusu mengaku telah menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum Anggota DPRD Konut berinisial JL. Kasus ini berawal pada 26 November 2024, saat Endang dan JL sama-sama menjadi bagian dari tim koordinator pemenangan salah satu pasangan calon kepala daerah di Konawe Utara.

Endang dalam keterangannya menjelaskan JL meminta bantuan untuk meminjamkan dana guna kepentingan kegiatan Pilkada dengan janji uang tersebut akan dikembalikan dalam waktu dua hari. Karena percaya, Endang kemudian menyerahkan uang sebesar Rp190 juta yang ditarik dari ATM BRI Link di Desa Lahimbua, Kecamatan Andowia.

Kemudian, JL menjanjikan pengembalian dana dalam waktu singkat dan bahkan meyakinkan Endang melalui pesan WhatsApp bahwa dana dalam jumlah besar akan segera cair. Namun hingga waktu yang dijanjikan berlalu, uang tersebut tidak juga dikembalikan.

“Dari jumlah 190 juta yang saya serahkan, hanya dikembalikan Rp100 juta, sedangkan sisanya sebesar Rp90 juta tidak pernah dikembalikan,” ungkap Endang dalam surat laporannya.

Atas kejadian tersebut, Endang merasa sangat dirugikan karena JL terus-menerus memberikan janji palsu dan iming-iming pencairan dana yang tidak pernah terbukti. Akibatnya, Endang memutuskan untuk melaporkan dugaan penipuan itu ke Polres Konawe Utara agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe Utara, dan laporan diterima langsung oleh AIPTU Josra, S.H selaku petugas piket. Total kerugian yang dialami pelapor mencapai Rp90 juta.

Lintasoheo.com |Kendari – Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, mewakili Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan Penilaian Pemetaan Kompetensi dan Potensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Konawe Utara.

Kegiatan yang menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) ini digelar di Kantor UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (22/10/2025).

Penilaian kompetensi ini diikuti oleh 716 peserta dan akan berlangsung selama delapan hari, mulai tanggal 22 hingga 29 Oktober 2025, dengan pembagian 14 sesi pelaksanaan.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Kantor Regional IV BKN, Sekretaris Daerah Konawe Utara Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd., serta Kepala BKPSDM Konawe Utara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abuhaera menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya menggali potensi sekaligus meningkatkan kompetensi manajerial dan sosial kultural aparatur sipil negara di daerah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi, kompetensi manajerial, dan sosial kultural para aparatur, sehingga mampu mewujudkan ASN yang berintegritas, profesional, mandiri, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam membangun sistem manajemen talenta ASN, sebagaimana diamanatkan dalam:

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara

Permenpan RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN

Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta ASN di Instansi Pemerintah.

“Kegiatan ini bukan sekadar ujian kemampuan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun aparatur yang memiliki kompetensi di kepala, integritas di hati, dan semangat pelayanan di tangan,” ungkapnya penuh semangat.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab.

“Jadikan kegiatan ini sebagai sarana introspeksi, pengembangan diri, dan bukti kesiapan kita untuk menjadi ASN yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pesannya.

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.