Lintas Oheo.com

Lintasoheo.com | Konut – PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 kembali menunjukkan komitmen nyatanya terhadap kemajuan pendidikan di wilayah operasionalnya. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan tersebut telah merampungkan pembangunan pagar di SDN 06 Landawe.

Penyelesaian pembangunan pagar ini ditandai dengan pemasangan plank bantuan sarana pendidikan dari PT KES, sebagai simbol dukungan perusahaan terhadap peningkatan kualitas dan keamanan lingkungan belajar di sekolah tersebut.

Kepala Teknik Tambang KES SK 321, Yuris Wirawan, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan ini.

“Alhamdulillah, pagar sekolah yang sebelumnya kita bantu kini telah selesai dibangun. Semoga membawa manfaat bagi sekolah dan mendukung kenyamanan proses belajar mengajar,” ujarnya penuh harap.

Pagar yang kini berdiri kokoh itu bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan bentuk nyata kepedulian PT KES terhadap tumbuhnya lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Kepala Sekolah SDN 06 Landawe, Made Medana, S.Pd, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kepada PT KES yang telah membantu sekolah kami. Kini kami memiliki pagar yang melindungi area sekolah, sehingga hewan ternak tidak lagi masuk ke lingkungan belajar,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan pagar tersebut akan diikuti dengan kegiatan penghijauan dan penanaman pohon di lingkungan sekolah.

“Kami berencana melanjutkan program penanaman pohon lindung, bunga, serta kegiatan berkebun bersama siswa,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Desa Tambakua. Kepala Desa, Juliadin, S.Ip, menilai langkah PT KES sebagai bentuk dedikasi perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia.

“Kami dari Pemerintah Desa Tambakua sangat mengapresiasi dedikasi PT KES dalam bidang pendidikan. Meski belum beroperasi penuh di desa kami, PT KES sudah aktif berkontribusi membangun, khususnya dalam peningkatan sarana pendidikan,” ungkapnya.

Pembangunan pagar SDN 06 Landawe ini menegaskan sinergi positif antara dunia usaha dan lembaga pendidikan. Program seperti ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berdaya guna.

Lintasoheo.com | Papua – Dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan membelot dan bergabung dengan kelompok bersenjata di Papua. Keduanya diketahui telah meninggalkan satuannya sejak tahun 2021.

Prajurit pertama, Prada Yotam Bugiangge, merupakan anggota Yonif 756/WMS Kompi C Senggi. Ia dilaporkan bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tahun 2021.

Sementara itu, prajurit kedua, Pratu Lukius Y. Matuan, sebelumnya tergabung dalam Yonif 400 Raider. Ia diketahui membelot dan bergabung dengan kelompok bersenjata pimpinan Sabinus Waker, yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua pada tahun yang sama.

Kedua prajurit tersebut kemudian dinyatakan desersi dan masuk dalam daftar pencarian TNI. Tindakan mereka dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap disiplin dan sumpah prajurit, sekaligus menjadi pengingat penting akan tantangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar, membenarkan bahwa kedua prajurit tersebut telah dinyatakan desersi dan tidak lagi berstatus sebagai anggota aktif TNI.

“Mereka telah meninggalkan kesatuan tanpa izin dan bergabung dengan kelompok bersenjata. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap disiplin militer dan sumpah prajurit,” tegas Mayjen Nugraha.

Ia menegaskan, TNI tetap berkomitmen menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah Papua.

“Kami akan terus melakukan pendekatan teritorial dan penegakan hukum bersama aparat terkait untuk memastikan situasi di Papua tetap kondusif,” ujarnya.

Langkah pembelotan kedua prajurit ini menjadi perhatian serius, mengingat keduanya sebelumnya merupakan bagian dari pasukan elit yang memiliki disiplin tinggi. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat penting akan kompleksitas tantangan keamanan di wilayah Papua.

Lintasoheo.com | Konut – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, secara resmi membuka Festival Camping 2025 yang digelar di kawasan wisata Wonua Oheo Pantai Taipa, Kabupaten Konawe Utara, Jumat (17/10/2025).

Dengan mengusung tema “Camping Bersama, Harmoni Alam, Seni dan Budaya,” kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Oktober 2025, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas pecinta alam, pelajar, hingga masyarakat umum.

Festival ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya Konawe Utara kepada masyarakat luas. Sejumlah agenda menarik seperti pertunjukan seni, pentas musik, lomba camping kreatif, hingga penanaman pohon akan turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap dapat menumbuhkan semangat cinta alam, memperkuat nilai-nilai budaya lokal, serta menjadikan Pantai Taipa sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Bupati Ikbar mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang rekreasi, melainkan juga sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Festival Camping ini bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi juga wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan cinta lingkungan, dan melestarikan budaya lokal kita,” ujar Bupati Konawe Utara, H. Ikbar.

Lebih lanjut, Ikbar menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan di Konawe Utara dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam setiap program pembangunan.

“Festival Camping 2025 ini kita harapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan keindahan alam dan potensi wisata Konawe Utara kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan pariwisata dan pelestarian lingkungan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa alam harus dijaga, budaya harus dilestarikan, dan kebersamaan harus terus dirawat. Inilah harmoni yang ingin kita bangun di Konawe Utara,” tutupnya.

Lintasoheo.com | Tambakua – Ucapan terima kasih disampaikan oleh Kepala Desa Tambakua, Juliadin, S.Ip., yang menilai bantuan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, bahkan sebelum aktivitas pertambangan dimulai.

“Kami dari Pemerintah Desa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT KES. Walaupun belum beroperasi di desa kami, PT KES telah menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan rumah ibadah yang lebih layak,” ujar Juliadin.

Bantuan ini menjadi bukti keseriusan PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya. Selain mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat lingkar tambang, langkah ini juga memperluas manfaat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), tidak hanya di sektor pendidikan,seperti pembangunan pagar SDN 06 Landawe sebelumnya,tetapi juga di bidang keagamaan.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Pura Pucak Sari, Putu Widiarta, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut.

“Kami mewakili umat Hindu di Desa Tambakua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT KES yang telah membantu pembangunan Pura di desa kami. Dengan adanya bantuan ini, kami dapat melanjutkan pembangunan yang sebelumnya sempat tertunda,” ungkap Putu.

 

  1. Lintasoheo,com | Tambakua – PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sarana keagamaan di wilayah operasionalnya. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang Infrastruktur/Prasarana Keagamaan, perusahaan menyalurkan bantuan dana untuk pembangunan Pura Pucak Sari yang berlokasi di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara.

Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kehidupan beragama dan pelestarian nilai-nilai spiritual masyarakat di wilayah Ring 1 perusahaan.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT KES SK 321, Yuris Wirawan, mengatakan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah lingkar tambang.

“Bantuan dana yang kami kucurkan untuk pembangunan prasarana rumah ibadah di Pura Pucak Sari ini merupakan wujud komitmen PT KES dalam mendukung pelestarian dan penguatan kehidupan beragama di masyarakat,” ujar Yuris.

Ia menambahkan, Desa Tambakua yang masuk dalam wilayah Ring 1 operasional perusahaan akan terus menjadi fokus perhatian PT KES dalam upaya peningkatan fasilitas publik, termasuk sarana peribadatan.

“Ke depan, kami akan terus berupaya agar pembangunan rumah ibadah di wilayah lingkar tambang dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Pura Pucak Sari, Putu Widiarta, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan.

“Kami mewakili umat Hindu di Desa Tambakua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT KES yang telah membantu pembangunan Pura di desa kami. Dengan adanya bantuan ini, kami dapat melanjutkan pembangunan yang sebelumnya sempat tertunda,” ungkap Putu.

Ucapan terima kasih juga datang dari Kepala Desa Tambakua, Juliadin, S.Ip. Ia menilai bantuan tersebut merupakan bukti kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, bahkan sebelum kegiatan tambang dimulai.

“Kami dari Pemerintah Desa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT KES. Walaupun belum beroperasi di desa kami, PT KES telah menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan rumah ibadah yang lebih layak,” kata Juliadin.

Bantuan ini menjadi bukti nyata keseriusan PT KES SK 321 dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya, mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat lingkar tambang, serta memperluas manfaat PPM tidak hanya di sektor pendidikan,seperti pembangunan pagar SDN 06 Landawe sebelumnya,tetapi juga pada sektor keagamaan.

Lintasoheo.com | Alenggo – PT Kembar Emas Sultra (KES) SK 321 menunjukkan komitmen nyata terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor di Desa Alenggo, sebuah langkah antisipasi menjelang musim kemarau. Bantuan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang Infrastruktur dan Lingkungan.

Meskipun saat ini PT KES SK 321 belum memulai kegiatan operasional pertambangan, perusahaan ini telah aktif berkontribusi. Bantuan pengadaan sumur bor ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan sarana air bersih yang memadai dan sehat bagi warga, terutama ketika musim kemarau tiba.
Kepala Teknik Tambang (KTT) KES SK 321, Yuris Wirawan, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk tetap melaksanakan PPM.

“PT KES SK 321 menunjukan komitmen untuk berkontribusi nyata dengan telah melaksanakan PPM meskipun sampai saat ini kami belum melaksanakan operasional pertambangan,” ujar Yuris.
“Kami harap dengan bantuan pengadaan air bersih untuk masyarakat Alenggo ini dapat memberikan ketersediaan air yang cukup, bersih dan sehat.”tambahnya

Untuk tahap awal, bantuan pengadaan air bersih ini direalisasikan secara bertahap di empat titik strategis di Desa Alenggo.

Bantuan ini disambut baik oleh tokoh masyarakat dan pemerintah desa setempat.
Solihin, salah satu Tokoh Masyarakat Alenggo, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi.
“Kami dari masyarakat Alenggo merasa sangat terbantu atas bantuan pengadaan air bersih dari PT KES. Dengan adanya musim kemarau ini kami biasa terkendala dengan ketersediaan air. PT KES hadir memberikan solusi terkait ketersediaan air bersih di desa kami,” kata Solihin.

Senada dengan Solihin, Kepala Desa Alenggo, Intan, juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi signifikan dari perusahaan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada perusahaan. Meskipun belum melakukan penambangan di desa kami, PT KES sudah memberikan kontribusi nyata dengan menyediakan air bersih untuk warga kami,” ucap Intan. “Semoga PT KES segera dapat melaksanakan operasional di desa kami dan diberikan kelancaran.”pungkasnya

Pemberian bantuan pengadaan air bersih menjadi bukti nyata keseriusan PT KES SK 321 dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya dan menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar, jauh sebelum kegiatan operasional pertambangan dimulai.

Lintasoheo.com | Kendari – Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Utara, Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd., mewakili Bupati Konawe Utara H. Ikbar, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Malam Ta’aruf Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-XXVII Tahun 2025 yang digelar di Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan akbar tingkat nasional ini menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh kafilah dari 38 provinsi di Indonesia yang akan berlaga dalam STQH Nasional XXVII di Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Sultra dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala daerah, tokoh agama, serta tamu undangan dari berbagai provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Safruddin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Konawe Utara terhadap penyelenggaraan STQH Nasional yang berlangsung di Bumi Anoa. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta memperdalam pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits di tengah masyarakat.

“Kami bangga karena Sulawesi Tenggara dipercaya menjadi tuan rumah STQH Nasional tahun ini. Ini momentum besar untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman, kebudayaan, serta kearifan lokal kepada seluruh tamu dari berbagai daerah,” ujar Sekda Safruddin.

Acara malam ta’aruf berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai penampilan seni religi, sambutan para pejabat daerah, serta pengenalan kafilah dari masing-masing provinsi. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai malam pembukaan tersebut.

STQH Nasional XXVII dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai cabang lomba seperti Tilawah, Hafalan Hadits, Tafsir, dan Tahfidzul Qur’an. Kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi muda Qur’ani yang berprestasi dan berakhlakul karimah.

Lintasoheo.com | Konut – PT Makmur Lestari Primatama (MLP) kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang kesehatan, perusahaan menggelar kegiatan penyuluhan stunting serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil (bumil) di Balai Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, pada Kamis (9/10/2025).

Kegiatan yang diikuti puluhan balita dan sejumlah ibu hamil ini merupakan bagian dari dukungan PT MLP terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, dengan fokus pada pencegahan sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.

Superintendent External PT MLP, Arifin Lahay, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah agenda rutin perusahaan dalam rangkaian PPM bidang kesehatan.

“Program ini kami laksanakan setiap tahun di lima desa lingkar tambang — Lameruru, Ngapania, Molore, Molore Pantai, dan Alenggo — sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Arifin.

Ia juga menambahkan bahwa PT MLP bekerja sama dengan Puskesmas Langgikima dan Puskesmas Langgikima Pesisir guna memastikan pelaksanaan kegiatan tepat sasaran serta sejalan dengan prioritas pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Konawe Utara.

Apresiasi dari Tenaga Kesehatan dan Masyarakat

Inisiatif sosial PT MLP ini mendapat sambutan positif dari tenaga kesehatan dan warga setempat. Merciana Mbena, A.Md, AK, bidan Desa Lameruru sekaligus perwakilan Puskesmas Langgikima Pesisir, menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan.

“Kami berterima kasih atas partisipasi PT MLP yang telah membantu upaya pencegahan stunting. Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk mewujudkan Desa Lameruru yang sehat. Maju dan jaya terus PT MLP,” ujarnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh warga. Andriani, S., salah satu ibu yang hadir dalam kegiatan Posyandu, mengaku terbantu dengan bantuan makanan tambahan yang diberikan.

“Bantuan dari PT MLP ini sangat membantu untuk tumbuh kembang anak kami,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diterima meliputi bubur, telur, susu bayi dan bumil, vitamin, serta buah-buahan.
“Semoga ke depan program seperti ini terus dilaksanakan dan lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Lameruru, Asni Rudin A. MA, juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian PT MLP terhadap masyarakat lingkar tambang.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT MLP yang telah berpartisipasi demi kesehatan dan kesejahteraan warga Desa Lameruru. Semoga PT MLP semakin sukses ke depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PT Makmur Lestari Primatama menegaskan peran aktifnya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan bebas stunting di wilayah lingkar tambang.

Lintasoheo.com | Konut — Polemik seputar dana pembinaan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di Kecamatan Asera akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Camat Asera, Aswar, S.Sos. Ia menegaskan, dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut bukanlah pungutan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama antara seluruh unsur pemerintah dan lembaga pendidikan di wilayah itu.

Menurut Aswar, sebelum pelaksanaan kegiatan, seluruh pihak terkait telah duduk bersama dalam Rapat Pemantapan Porseni yang digelar di Balai Desa Walasolo pada 24 Juli 2025. Dalam rapat itu hadir 17 kepala desa, dua kepala puskesmas, serta 17 kepala sekolah tingkat SMP dan SD se-Kecamatan Asera.

“Dalam rapat tersebut, seluruh peserta sepakat untuk memberikan dana partisipasi kegiatan guna mendukung pelaksanaan Porseni dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelas Aswar, Kamis (9/10/2025).

Namun, lanjutnya, tidak semua pihak yang telah menyepakati kontribusi tersebut memenuhi komitmen. Beberapa kepala desa, kepala puskesmas, dan kepala sekolah tercatat belum menyetorkan dana yang telah disepakati bersama.

“Adapun yang belum menyetor dana partisipasi antara lain: Kepala Desa Tangguluri sebesar Rp 2 juta, Kepala Desa Puuwanggudu Rp 2 juta, Kepala Desa Andedao Rp 3 juta, Kepala Puskesmas Wanggudu Raya Rp 2 juta, Kepala Puskesmas Asera Rp 2 juta, serta Kepala Sekolah SMPN 1 Asera, SMPN 2 Asera, dan SDN 11 Asera masing-masing sebesar Rp 300 ribu,” terangnya.

Akibat belum terpenuhinya seluruh dana partisipasi, lanjut Aswar, penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang lomba hanya dapat dilakukan secara simbolis. Hal ini dilakukan untuk menghindari munculnya kecemburuan sosial di antara peserta.

“Kalau saya bayarkan sebagian, pasti akan memicu persoalan baru di lapangan. Karena itu, penyaluran dana pembinaan akan dilakukan setelah seluruh kontribusi diserahkan,” tegasnya.

Camat Asera,Aswar juga berharap semua pihak dapat memahami bahwa kegiatan Porseni ini adalah bentuk kebersamaan dan gotong royong antarinstansi di Kecamatan Asera. Ia mengimbau agar seluruh pihak yang belum memenuhi kesepakatan segera menyalurkan kontribusinya, sehingga hak peserta lomba dapat diselesaikan dengan baik.

“Kegiatan ini bukan untuk kepentingan pribadi siapa pun, tapi untuk mempererat kebersamaan dan semangat kemerdekaan di wilayah kita,” tutupnya.

Kegiatan penandatanganan dokumen resmi dilakukan oleh Bupati Ikbar bersama Sekretaris Daerah, Dr. Safruddin

Lintasoheo.com | Konut — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara secara resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat paripurna yang digelar di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Konawe Utara, Kamis (9/10/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar.Wanggudu, 9 Oktober 2025

Kegiatan penandatanganan dokumen resmi dilakukan oleh Bupati Ikbar bersama Sekretaris Daerah, Dr. Safruddin, disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Made Tarabuana, unsur Forkopimda, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Konawe Utara.

Dalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menyampaikan bahwa penetapan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menyesuaikan arah kebijakan fiskal dengan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi ekonomi terkini.

“Perubahan APBD ini disusun berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran sebelumnya. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Ikbar.

Bupati Ikbar menegaskan bahwa total nilai Perubahan APBD 2025 ditetapkan sebesar Rp 1,45 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sektor ekonomi produktif, termasuk pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah.

Lebih lanjut, Bupati Ikbar mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk bekerja profesional dan bersinergi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Konawe Utara yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“APBD ini adalah amanah rakyat. Kita harus mengelolanya dengan penuh tanggung jawab, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Sinergi antara semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan,” tutupnya.

Dengan ditetapkannya Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis dapat menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mempercepat pelaksanaan program-program strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Made Tarabuana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah atas kinerja dan koordinasi yang baik dalam penyusunan serta penetapan Perubahan APBD.

“DPRD memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menyusun APBD yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kami berharap pelaksanaan anggaran tahun ini berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Konawe Utara,” ujar Made Tarabuana.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan antara pihak eksekutif dan legislatif untuk memastikan seluruh program pembangunan terlaksana sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.