Lintas Oheo.com

Lintasoheo com | Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melaksanakan pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkup Pemerintah Daerah Konawe Utara, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Utara ke-19, Kamis (2/1/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Konawe Utara sekaligus momentum penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengangkatan ASN P3K Paruh Waktu merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas aparatur, khususnya pada sektor pelayanan publik.
“Pelantikan ASN P3K Paruh Waktu ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi amanah dan tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Konawe Utara.

Saya berharap seluruh ASN yang dilantik dapat bekerja secara profesional, disiplin, dan berintegritas,” ujar Bupati Ikbar.
Ia juga menambahkan bahwa momentum HUT ke-19 Konawe Utara harus dijadikan sebagai ajang refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan pembangunan daerah sejak terbentuk pada 2 Januari 2007.

“Di usia ke-19 ini, Konawe Utara terus berbenah dan melangkah maju. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, kita optimistis mampu mewujudkan Konawe Utara yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.
Dengan pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap seluruh ASN, termasuk P3K Paruh Waktu yang baru dilantik, dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Lintasoheo.com | Alenggo — Di jantung Desa Alenggo, sebuah inisiatif luar biasa tumbuh dan menghadirkan harapan baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat. Bertepatan dengan Hari Inovasi Indonesia, 1 November 2025, Binaan UMKM Teras Pangan Alenggo resmi terbentuk atas inisiasi PT Makmur Lestari Primatama (MLP).

Inilah awal perjalanan ketika singkong dan pisang—yang sebelumnya dipandang sebagai hasil kebun biasa—bertransformasi menjadi pilar penopang ekonomi desa.

Teras Pangan Alenggo bukan sekadar kelompok usaha, melainkan rumah inovasi kuliner berbahan baku hasil bumi desa. Dapur kreasi ini berfokus mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Saat ini, mereka telah menghasilkan tujuh varian produk unggulan yang menjadi duta rasa Desa Alenggo.

Produk Olahan Singkong:

1. Keripik Singkong Original

2. Keripik Singkong Pedas

3. Keripik Singkong Balado

Produk Olahan Pisang:

1. Keripik Pisang Original

2. Keripik Pisang Manis

3. Keripik Pisang Cokelat

4. Keripik Pisang Balado

Keunggulan produk ini tak hanya diakui di tingkat lokal. Salah satu momen membanggakan adalah ketika produk Teras Pangan Alenggo dipamerkan pada Pertemuan TP PKK di Wanggudu, Konawe Utara, sebagai bagian dari produk unggulan TP PKK Kecamatan Langgikima.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha, Teras Pangan Alenggo menjalin kerja sama strategis dengan Kopa Mart PPA serta berbagai tempat usaha lokal di Desa Alenggo. Langkah ini membuka akses pasar sekaligus memperkuat perputaran ekonomi desa.

Superintendent External PT MLP, Arifin Lahay, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya pada bidang pendapatan riil dan kemandirian ekonomi.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Alenggo,” ujarnya.

Dukungan penuh datang dari berbagai pihak. Ketua TP PKK Desa Alenggo, Nurul Hidayah, menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat mendukung dan bangga. Semoga ke depan pemerintah desa dan perusahaan dapat terus mendukung kegiatan UMKM ini agar semakin berkembang,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Alenggo (BPD), Irvan Hamzah, menilai Teras Pangan Alenggo sebagai langkah strategis dalam membangun ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT MLP atas dukungan terhadap terbentuknya UMKM binaan tersebut.

Irvan berharap Teras Pangan Alenggo dapat terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi lokal.

Kisah Teras Pangan Alenggo menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat lokal mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi, mengubah hasil bumi sederhana menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Program ini sangat membanggakan dan menjadi langkah nyata membangun perekonomian Desa Alenggo. Bahan bakunya berasal dari desa sendiri, sehingga tercipta simbiosis mutualisme antara pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya.

Irvan berharap Teras Pangan Alenggo dapat terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Semoga ke depan UMKM ini mampu memutar roda ekonomi Desa Alenggo dengan memberdayakan masyarakat setempat. Kami juga berharap PT MLP semakin maju dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Lintasoheo.com | Konut – Dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia Tahun 2025, PT Makmur Lestari Primatama (MLP) dan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) melalui Program Kolaborasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Bidang Pendidikan sukses melaksanakan sosialisasi edukatif HIV/AIDS bertema “Berani Tahu, Berani Peduli” di SMAN 1 Langgikima, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 66 siswa-siswi yang dipilih sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman komprehensif mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS sejak dini, sekaligus memutus rantai penyebaran HIV serta menghapus stigma negatif di masyarakat.

Perwakilan PT MLP, Arifin Lahay, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Ini adalah langkah konkret PT MLP untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan yang benar. Kami ingin memastikan siswa-siswi memiliki pemahaman kuat mengenai pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Perwakilan PT PPA, Ishak Mursidin, menekankan pentingnya pembinaan karakter dan pergaulan yang sehat bagi masa depan remaja.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu siswa-siswi menjauhi pergaulan bebas. Di tahun 2025 ini, mari kita berkomitmen bersama: Stop Stigma, Stop AIDS,” tegasnya.

Paparan Medis dan Edukasi Humanis

Hadir sebagai pemateri utama, dr. Arlis menyampaikan materi secara interaktif mengenai bahaya HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Ia menekankan pentingnya metode pencegahan ABCDE sebagai panduan utama:

1. Abstinence – Tidak melakukan seks bebas.

2. Be Faithful – Setia kepada pasangan yang sah.

3. Condom – Menggunakan kondom bagi pasangan sah.

4. Drug No – Menjauhi narkoba, terutama penggunaan jarum suntik.

5. Education – Mengakses informasi dan edukasi yang benar.

Selain aspek medis, dr. Arlis menegaskan pentingnya empati dan dukungan moral kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Penderita HIV adalah teman kita. Mari kita berikan dukungan moral dan hentikan segala bentuk diskriminasi,” tambahnya.
Kegiatan Interaktif dan Penghargaan Bagi Peserta

Sosialisasi dikemas dalam beberapa pos kegiatan, mulai dari Pos Penyuluhan dengan konten visual kreatif seperti poster dan video, hingga Pos Konsultasi Dokter untuk sesi tanya jawab langsung. Untuk menambah motivasi, PT MLP dan PT PPA juga memberikan penghargaan (reward) bagi siswa paling aktif, antusias, dan kelompok paling kreatif.

Kepala Sekolah SMAN 1 Langgikima, Amrin, S.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi kedua perusahaan dalam mendukung pengembangan sekolah.

“Kami berterima kasih kepada PT MLP dan PT PPA atas seluruh dukungan yang selalu diberikan kepada sekolah kami. Sosialisasi ini sangat krusial bagi siswa. Kami berharap program pendidikan seperti ini dapat terus berkelanjutan ke depannya,” ujar Amrin.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, cerdas, dan bebas HIV/AIDS.

Lintasoheo.com | Konut — Sebanyak 30 pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Utara masa bakti 2025–2029 resmi dilantik oleh Ketua KONI Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar, pada Rabu (10/12/2025) di Hotel Oheo.

Pengukuhan ini menjadi awal baru bagi pembangunan olahraga di Bumi Oheo, sebutan Kabupaten Konawe Utara. Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan penuh optimisme.

Ketua KONI Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, turut dikukuhkan bersama jajaran kepengurusan barunya. Momentum ini disebut sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola olahraga yang profesional, solid, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat “Bangkit Berprestasi, Konasara Berkibar Menuju Sultra Maju.”

Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Konawe Utara, Bupati H. Ikbar, SH., MH. menegaskan bahwa olahraga kini bukan hanya aktivitas fisik, tetapi telah menjadi identitas prestasi daerah dan instrumen pembangunan sumber daya manusia.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran KONI sebelumnya atas kontribusi mereka dalam memajukan olahraga di Konawe Utara.

Bupati Ikbar menyampaikan lima poin strategis yang harus menjadi perhatian KONI Konawe Utara:

1. Memperkuat konsolidasi internal dan menyatukan visi seluruh cabang olahraga.

2. Menyusun program kerja realistis dengan target jangka pendek, menengah, dan panjang.

3. Mengembangkan budaya kompetisi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

4. Mendorong lahirnya atlet berprestasi menuju ajang nasional dan internasional.

5. Menjaga integritas organisasi sebagai pondasi lahirnya prestasi besar.

Ia juga mengenang keberhasilan Konawe Utara meraih Juara Umum II Porprov Sultra 2020, sebagai bukti potensi besar daerah ini dalam persaingan olahraga.

“Pemerintah daerah siap berjalan berdampingan dengan KONI Konawe Utara demi masa depan olahraga yang lebih maju,” tegasnya.

Ketua KONI Sultra, Andi Ady Aksar, menekankan pentingnya pembinaan bibit atlet unggul di Konawe Utara. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha seperti PT Antam, untuk bersinergi dalam pengembangan olahraga prestasi.

“Saya melihat wajah-wajah optimis di kepengurusan baru ini. Mari bersama membangun olahraga prestasi dengan semangat dan kerja nyata,” ujarnya.

Pelantikan ini turut dihadiri anggota DPRD Konut Saf Ali, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat, serta tokoh olahraga. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol komitmen bersama memajukan olahraga daerah.

Ketua KONI Konawe Utara, H. Abuhaera, menyampaikan bahwa tantangan dunia olahraga kini semakin kompetitif, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Namun, dengan sinergi pemerintah daerah, KONI Provinsi, para pengurus, dan dukungan masyarakat, ia optimistis Konawe Utara mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Ia menegaskan bahwa olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga kedisiplinan, kerja sama, dan pembentukan karakter.

“Semoga pelantikan ini menjadi momentum tumbuhnya semangat olahraga yang lebih kuat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai pengukuhan, KONI Konawe Utara langsung menggelar rapat kerja untuk pembenahan organisasi serta penyusunan program kerja periode 2025–2029.

Lintasoheo.com | Konut – warga Kecamatan Asera, Masrin resmi melaporkan seorang pria bernama Supratman ke Polres Konawe Utara (Konut) atas dugaan tindak pidana pemerasan, Selasa (9/12/2025). Laporan tersebut diajukan melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum R.P.G & Rekan, yakni Adv. Ramis Pomalingo, S.H., dan Adv. Jumrin, S.H.

Kuasa hukum Masrin, Ramis Pomalingo, S.H., menjelaskan bahwa perkara ini berawal dari kesalahpahaman antara kliennya dan Supratman pada 28 November 2025. Saat itu, Supratman menuduh Masrin memiliki hubungan terlarang dengan istrinya.

Masrin membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya hanya berteman baik dengan istri Supratman sejak sebelum pasangan itu menikah.

Awal Kejadian di Penginapan

Masalah bermula ketika istri Supratman, yang disamarkan dengan nama Bunga, menghubungi Masrin dan meminta bantuan untuk dibawakan makanan ke sebuah penginapan di Konut karena sedang bertengkar dengan suaminya. Di lokasi, Bunga ditemani sahabatnya berinisial NB.

Tak lama berselang, Supratman datang dalam keadaan emosi dan mengamuk di dalam kamar. Ia bahkan disebut sempat mengayunkan kepalan tangan ke wajah Masrin. Meski istrinya telah menjelaskan bahwa tidak terjadi apa-apa, Supratman langsung menjatuhkan talak cerai pada saat itu juga.

Diduga Memaksa Denda Adat dan Meminta Rp60 Juta

Pasca kejadian, Supratman disebut memaksa Masrin untuk menjalani sanksi adat (Peohala). Dalam kondisi tertekan, Masrin menyanggupi. Namun, saat proses denda adat hendak dilaksanakan, Supratman justru meminta uang sebesar Rp60 juta.

“Karena klien kami tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, Supratman mengancam akan melaporkannya kepada atasannya, yakni Kasat Pol PP. Selain itu, Terlapor juga menyebarkan opini di media sosial seolah-olah terjadi perzinahan antara Masrin dan istrinya,” ujar Ramis.

Dipolisikan Atas Dugaan Pemerasan

Advokat Jumrin, S.H., menambahkan bahwa laporan ini diajukan dengan dasar Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan.

“Pasal tersebut menjelaskan bahwa barang siapa memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang, membuat utang, atau menghapus piutang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dapat dipidana hingga 9 tahun penjara,” jelas Jumrin.

Pihak kuasa hukum berharap penyidik Polres Konut menindaklanjuti laporan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Lintasoheo.com | Kendari – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong percepatan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR). Regulasi ini dianggap mendesak untuk memastikan pengelolaan CSR, khususnya di sektor pertambangan, berjalan lebih transparan, terarah, dan bebas dari manipulasi.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kadin Sultra, Supriadi, saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Raperda TJSLP yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Selasa (18/11/2025).

“Kadin dan secara pribadi mendukung penuh langkah pemerintah dan DPRD Sultra dalam membentuk produk hukum terkait Raperda CSR,” ujarnya.

Pengawasan CSR Masih Lemah

Supriadi menilai, selama ini pengaturan mengenai pelaksanaan CSR belum efektif karena pengelolaannya berada sepenuhnya di tangan perusahaan, hanya berpedoman pada UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tanpa mekanisme pengawasan eksternal yang jelas.

Ketiadaan kontrol tersebut membuka peluang manipulasi laporan CSR, padahal laporan tersebut merupakan salah satu syarat penting dalam proses penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“CSR ini kan dikelola perusahaan sendiri. Lalu siapa yang mengawasi? Tidak ada. Nah, Perda inilah yang akan menjadi instrumen pengawasan sekaligus memastikan transparansi pengelolaan CSR benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Tidak Ada Standar Nominal CSR

Ia juga menyoroti belum adanya ketentuan baku mengenai besaran biaya CSR yang wajib dialokasikan perusahaan. Padahal setiap investasi yang masuk ke daerah harus memperhatikan aspek sosial-lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Hal itu, kata Supriadi, sejalan dengan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun realitasnya, di banyak wilayah tambang, keberadaan perusahaan belum sepenuhnya memberi dampak kesejahteraan.

“Ke depan, ketika Perda ini lahir, tata kelola CSR harus benar-benar terarah. Penyalurannya bukan tunai, tapi berbentuk program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Usulan Kadin untuk Raperda TJSLP

Supriadi mengusulkan sejumlah poin penting yang perlu dicantumkan dalam Raperda, di antaranya:

Penetapan nominal atau persentase standar CSR yang wajib dialokasikan perusahaan.

Kewajiban mengunggah laporan pertanggungjawaban CSR ke sistem OSS, sebagai bukti transparansi.

Penerapan sanksi tegas bagi perusahaan yang tidak patuh, mulai dari teguran, sanksi administrasi, hingga pencabutan izin.

Ia menegaskan, apabila perusahaan mengajukan RKAB tanpa melampirkan laporan CSR, pemerintah daerah harus menolak permohonan rekomendasinya.

“Kalau sudah berulang kali tidak patuh, harus ada opsi pencabutan izin. Untuk apa datang berinvestasi di daerah kita kalau mengelola CSR saja tidak bisa dan pembangunan masyarakat tidak berjalan?” pungkasnya.

Lintasoheo com | Konut – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir, kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove dilaksanakan di Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, pada 15 November 2025.

Kegiatan ini melibatkan jajaran perusahaan, pemerintah setempat, serta masyarakat pesisir sebagai langkah konkret mengatasi dampak abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem mangrove.

Penanaman Mangrove sebagai Simbol Kepedulian Lingkungan

Rijal, selaku Kepala Teknik Tambang (KTT), menyampaikan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan pesisir yang semakin rentan terhadap degradasi.

“Program ini diharapkan menjadi simbol kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga ekosistem mangrove sebagai upaya menghadapi tantangan degradasi lingkungan pesisir akibat abrasi,” ujarnya.

Dukung Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, Rifki Dilema, Kepala Divisi Health Safety Environment (HSE), menjelaskan bahwa manfaat penanaman mangrove sangat luas, baik secara ekologis maupun sosial ekonomi.

“Program penanaman 1.000 pohon mangrove bertujuan melindungi pantai dari abrasi, meningkatkan keanekaragaman hayati, menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim, serta menopang ekonomi masyarakat pesisir. Mangrove merupakan habitat penting bagi berbagai spesies ikan, udang, kepiting, hingga burung,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan pesisir sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

–

Lintasoheo.com | Konut — Komitmen kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali membuahkan hasil nyata di Sulawesi Tenggara.

Panen raya jagung Kuartal ke-IV di atas lahan seluas 126 hektare di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), menjadi tonggak keberhasilan sinergi tiga pihak: Polda Sultra, Pemerintah Daerah Konut, dan PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP).

Kegiatan panen yang berlangsung pada Jumat, 14 November 2025 pukul 10.02 Wita ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Gideon Arif Setyawan, S.I.K., M.H.

Lanjutan Program Ketahanan Pangan Polda Sultra

Panen Kuartal IV ini merupakan kelanjutan dari program penanaman jagung yang dicanangkan Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., pada 9 Agustus 2025. Program ini menjadi bagian dari langkah Polda Sultra dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait stabilitas pangan melalui pertanian terpadu dan kolaboratif.

Dalam sambutannya, Brigjen Gideon menegaskan bahwa panen ini merupakan bukti nyata efektivitas kerja sama lintas lembaga.

“Polda Sultra berkomitmen penuh menyukseskan program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan. Panen ini adalah hasil dari kolaborasi perdana yang langsung menunjukkan dampak positif,” ujarnya.

Wakapolda turut mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk Pemda Konut, PT AKP, dan kelompok tani yang telah bekerja keras mengawal proses penanaman hingga panen.

Semangat Gotong Royong untuk Kedaulatan Pangan

Sebelumnya, saat memimpin penanaman jagung Kuartal III di lokasi yang sama, Kapolda Sultra menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Kolaborasi kita antara Pemda dan TNI–Polri merupakan bukti bahwa keberhasilan lahir dari kerja sama dan semangat gotong royong untuk ketahanan pangan. Ketahanan pangan mantap, situasi kamtibmas hebat,” tegas Kapolda.

Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari skema pemberdayaan masyarakat oleh PT AKP bagi warga lingkar tambang melalui pemanfaatan lahan produktif seluas total 126 hektare.

Selaras dengan Program Nasional Presiden

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, sebelumnya juga menyatakan bahwa sinergi lintas pihak ini sejalan dengan upaya mendukung program Asta Cita Presiden H. Prabowo Subianto, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Polda Sultra, Pemda Konut, dan PT AKP juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan sarana pertanian kepada kelompok tani, antara lain:

1 unit mesin pengering jagung

1 unit mesin pencacah

8 unit alat tanam

Benih jagung dan Pupuk

Bantuan tersebut diberikan pada kegiatan penanaman Kuartal III dan dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas petani Desa Tambakua.

Hadir dalam Kegiatan Panen Raya

Panen raya ini turut dihadiri oleh:

Wakil Bupati Konut, H. Abu Haera

Kapolres Konut, AKBP Rico Fernanda

GM PT AKP, Mr. Lee Soung Yen

Ketua DPRD Konut, Herman Sewani

Jajaran Forkopimda Konut

Tokoh masyarakat dan kelompok tani setempat.

Lintasoheo.comKonut – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melalui Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) melaksanakan Audit Kinerja Tahap II Tahun 2025 dengan fokus pada aspek pelaksanaan dan pengendalian di lingkungan Polres Konawe Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sanika Satyawada Polres Konawe Utara, Senin (10/11/2025).

Audit kinerja tersebut diawali dengan sambutan Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., dan Pengendali Teknis Tim 2 Itwasda Polda Sultra Kombes Pol. Santiaji Kartasasmita, S.I.K.. Hadir pula Wakapolres Kompol Sumarso, S.Sos., para pejabat utama, serta para Kapolsek jajaran.

Kegiatan audit ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 10 hingga 12 November 2025, dengan tujuan memastikan efektivitas pelaksanaan tugas dan pengendalian kegiatan di lingkungan Polres Konawe Utara sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku di tubuh Polri.

Adapun susunan Tim Audit Kinerja Tahap II Itwasda Polda Sultra yang bertugas di Polres Konawe Utara, yakni:

1. Kompol Urva Lomansyah, S.Si., S.I.K., M.H. – Ketua Tim 2 Bidang Opsnal.

2. AKP Zaruna, S.H. – Bidang SDM.

3. AKP Muh. Ali Akbar, S.H. – Bidang Logistik.

4. AKP Sainal Alimin, S.E., M.M. – Bidang Garkeu.

5. Ipda Eko Bambang Susilo, S.H. – Bidang Garkeu.

6. Bripol Furqaan – Anggota Pemeriksa.

Dalam sambutannya, Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda mengucapkan selamat datang kepada tim Itwasda Polda Sultra yang dipimpin oleh Kombes Pol. Santiaji Kartasasmita, serta menegaskan kesiapan jajarannya dalam menghadapi audit kinerja tahap II tersebut.

“Meskipun jumlah personel Polres Konawe Utara yang membawahi empat Polsek dari tiga belas kecamatan masih terbatas, namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Konawe Utara,” ujar AKBP Rico Fernanda.

Sementara itu, Kombes Pol. Santiaji Kartasasmita dalam arahannya menjelaskan bahwa audit kinerja tahap II ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan audit tahap I yang menitikberatkan pada aspek perencanaan dan pengorganisasian.

“Kami dari tim audit tidak hanya berperan sebagai pemeriksa, tetapi juga sebagai konsultan. Dari hasil evaluasi tahap pertama, masih ditemukan sejumlah temuan klasik yang perlu segera diperbaiki, terutama terkait belum adanya rencana kegiatan yang terstruktur,” jelas Kombes Santiaji.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil audit dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kinerja bagi seluruh satuan kerja di jajaran Polres Konawe Utara, sehingga pelaksanaan tugas Polri semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Lintasoheo com | Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Konawe Utara, Senin (10/11/2025).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, mewakili Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Konawe Utara, Herman Sewani, Staf Ahli TP-PKK Hj. Sarlina Abuhaera, unsur Forkopimda Konut, para Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Konawe Utara.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Abuhaera membacakan sambutan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak datang begitu saja, melainkan merupakan hasil dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pahlawan.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang yang dilandasi semangat pengorbanan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan tiga teladan utama yang dapat diwarisi dari para pahlawan bangsa, yaitu:

1. Kesabaran para pahlawan.

2. Semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

3. Pandangan jauh ke depan demi kemajuan generasi penerus.

Wakil Bupati menegaskan bahwa perjuangan di era modern tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi melalui ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian.

“Semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tutur Abuhaera.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaitkan semangat perjuangan pahlawan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup penguatan ketahanan nasional, kemajuan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Menutup amanatnya, Wakil Bupati Abuhaera mengajak seluruh masyarakat Konawe Utara untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai pengingat agar api perjuangan tidak pernah padam.

“Kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tetap menyala. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak nyata bagi bangsa,” pungkasnya.

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.