Lintas Oheo.com

Lintasoheo.com | Konut — Situasi di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), sempat memanas menyusul munculnya keluhan sejumlah kepala desa terkait dugaan praktik pungutan dalam proses penerbitan rekomendasi pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).

Kepala desa menilai, pengurusan rekomendasi tersebut sering disertai permintaan biaya tambahan di luar ketentuan resmi. Padahal, dana ADD merupakan anggaran vital yang digunakan untuk membayar gaji aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pelaksanaan kegiatan pemerintahan rutin di desa.

“Kami bukan tidak mau patuh aturan, tapi setiap mau cair ADD, selalu saja ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Padahal dana itu untuk gaji aparat dan BPD,” ujar salah satu kepala desa yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (7/10/2025).

Menurut beberapa sumber lain, besaran pungutan yang disebutkan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per desa. “Kalau tidak setor, rekomendasi pencairan tidak keluar. Kalau mau cepat, harus ada uang pelicin,” kata sumber lainnya.

Menanggapi isu tersebut, Camat Asera Muh. Aswar Amiruddin, S.H., M.M. membantah keras tudingan adanya pungutan dana dalam proses rekomendasi ADD. Menurutnya, tudingan itu adalah fitnah yang menyesatkan.

“Rekomendasi kami tidak pernah diberikan kepada kepala desa yang tidak memiliki laporan pertanggungjawaban sesuai persentase pembangunan dan pemberdayaan di desa. Kalau ada yang menuduh saya mematok biaya, mana buktinya? Laporkan saja secara hukum,” tegas Aswar, Rabu (9/10/2025).

Dalam pesan yang diterima redaksi, Aswar kembali menegaskan:

“Selama ini kita urus rekomendasi pencairan, adakah saya pernah patok harga, apalagi sampai Rp1,5 juta,ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa penerbitan rekomendasi dilakukan murni berdasarkan hasil verifikasi laporan kegiatan desa. Jika laporan dan persyaratan belum lengkap, maka rekomendasi belum bisa diterbitkan.

“Tidak pernah ada media yang konfirmasi langsung ke saya. Saya mudah ditemui di Asera, jadi kalau ada berita sepihak seperti ini, saya anggap itu tidak profesional,” ujarnya kesal.

Sejumlah Kepala Desa Benarkan Tak Ada Pungutan

Beberapa kepala desa turut memperkuat bantahan Camat Asera.
Kepala Desa Amorome Utama, Jiman, S.Si., menegaskan tidak pernah ada permintaan dana dari pihak kecamatan.

“Kalau saya pribadi selama ini tidak pernah ada permintaan dana dari pak camat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tapuwatu (Ahmad Badwin), Kepala Desa Oheo Trans (Syarifudin), Kepala Desa Longeo (Supardin), dan Kepala Desa Kota Mulia (Hasbullah Tayyeb).

“Selama pak Aswar menjabat lebih dari tiga tahun, tidak pernah ada permintaan uang Rp1 juta sampai Rp3 juta dari camat,” ujar mereka serempak.

Hasil investigasi media juga menemukan bahwa pungutan Rp500 ribu yang disebutkan bukan dari camat, melainkan kesepakatan para kepala desa sendiri untuk biaya operasional kecamatan.

“Justru kepala desa yang membuat kesepakatan bersama Rp500 ribu untuk membantu biaya administrasi di kecamatan. Bukan untuk camat,” tegas Aswar.
Klarifikasi Dana Porseni: Hasil Kesepakatan Bersama

Isu lain yang muncul terkait dana pembinaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Asera.
Aswar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama 17 desa dan 2 kelurahan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Sebelum lomba, kami bersama para kepala desa sepakat iuran Rp3 juta per desa/kelurahan. Tapi ada tiga desa yang belum menyetor, jadi dana pembinaan belum bisa disalurkan sepenuhnya,” terang Aswar.

Ketiga desa tersebut yaitu Puuwanggudu (Rp2 juta), Tangguluri (Rp2 juta), dan Andedao (Rp3 juta).
Selain itu, bantuan dari KONI Konut sebesar Rp25 juta juga belum cair akibat perubahan anggaran tahun 2025.

“Kalau dibayarkan sebagian, bisa timbul kecemburuan sosial. Karena itu, kami menunggu semua iuran masuk dulu,” tambahnya.

Berdasarkan dokumen rapat pemantapan pelaksanaan Porseni 2025, yang ditandatangani Ketua Panitia Harian Hasbullah Tayyeb dan Camat Asera Muh. Aswar Amiruddin, disepakati:

Pembersihan dan pemasangan umbul-umbul paling lambat 6 Agustus 2025.

Kegiatan dimulai 8 Agustus 2025 pukul 14.00 WITA di Lapangan Asera.

Dana partisipasi berasal dari kontribusi Kepala Desa/Lurah, Kepala Puskesmas, dan Kepala Sekolah dengan besaran:

Desa/Lurah: Rp3.000.000

Puskesmas: Rp3.000.000 (realisasi Rp1.000.000)

Sekolah: Rp300.000

Dengan klarifikasi ini, Camat Asera berharap isu yang beredar tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Tudingan pungutan dalam proses rekomendasi ADD itu tidak berdasar. Kami tetap bekerja transparan dan sesuai regulasi,” tegas Aswar.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak menjaga komunikasi dan tanggung jawab bersama demi menciptakan situasi kondusif di Kecamatan Asera.

Lintasoheo.com | Konut — Kepala Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara, Juliadin, S.Ip, menjadi korban peretasan nomor ponsel dan WhatsApp oleh pihak tidak bertanggung jawab. Akibat insiden tersebut, para rekan dan kenalannya mengalami kerugian total mencapai Rp18.600.000.

Peretasan diduga terjadi sesaat setelah Juliadin membuka sebuah undangan pernikahan dalam bentuk aplikasi (APK) yang diterimanya melalui pesan WhatsApp. Tak lama kemudian, nomor miliknya langsung tidak dapat diakses dan sepenuhnya dikuasai oleh pelaku peretasan (hacker).

Dengan memanfaatkan identitas Juliadin, pelaku kemudian menghubungi sejumlah kontak dalam daftar WhatsApp dan meminta bantuan berupa transfer uang dengan berbagai alasan mendesak. Tanpa curiga, beberapa rekan Juliadin melakukan transfer ke rekening yang diberikan oleh pelaku.

Adapun nama-nama korban yang telah mentransfer uang kepada pelaku beserta nominalnya, yakni:

1. Sole Sanjaya – Rp4.000.000

2. Eni – Rp2.000.000

3. Rifki HRD GPE – Rp3.000.000

4. Ririn AKP – Rp2.000.000

5. Karmin – Rp3.000.000

6. Pegi – Rp2.600.000

7. Aditia Martiawan Abidin – Rp2.000.000

Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp18.600.000.

Berdasarkan penelusuran awal, email yang digunakan oleh pelaku peretasan diketahui berasal dari wilayah Palembang. Saat ini, pihak Kepala Desa dan para korban tengah berupaya melacak identitas pelaku serta berkoordinasi untuk melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap file berbentuk APK atau tautan yang tidak dikenal, serta segera mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah (two-step verification) pada aplikasi WhatsApp untuk menghindari kejadian serupa.

Lintasoheo.com | Konut – Setelah dilakukan pencarian intensif sejak kemarin, warga Kelurahan Wanggudu yang diterkam buaya akhirnya ditemukan pada Selasa (7/10/2025) pagi dalam keadaan tak bernyawa.

Korban ditemukan di wilayah Desa Puusuli, Kecamatan Asera, oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Konawe Utara, aparat TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Proses pencarian dimulai sejak Senin (6/10/2025) siang setelah korban dilaporkan hilang usai diterkam buaya saat mandi di sungai. Tim gabungan terus melakukan penyisiran menggunakan perahu hingga larut malam, namun hasil baru diperoleh pagi ini.

“Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA dalam kondisi sudah meninggal dunia di sekitar aliran sungai Desa Puusuli,” ujar salah satu anggota tim pencari.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga dan warga sekitar tampak terpukul atas peristiwa tragis tersebut.

 

Lintasoheo.com | Konut — Upaya pencarian terhadap warga Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, yang diterkam buaya saat mandi di sungai, hingga pukul 23.50 WITA, belum membuahkan hasil.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Konawe Utara, aparat kepolisian, TNI,Damkar serta masyarakat setempat telah bekerja keras melakukan pencarian sejak pukul 14.00 WITA. Dengan menggunakan sekitar 30 perahu, tim terus menyisir aliran sungai hingga larut malam, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.

Pihak keluarga dan warga sekitar terus berharap agar korban segera ditemukan. Sementara itu jika malam ini tidak ditemukan, maka pencarian akan kembali dilanjutkan esok hari dengan memperluas area penyisiran dan melibatkan lebih banyak unsur gabungan.

Tim sudah berusaha semaksimal mungkin sampai malam ini, namun hasilnya masih nihil. Sampai berita ini rlis pencarian masih berlanjut.

Lintasoheo.com | Konut – Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, setelah seorang warga dilaporkan diterkam buaya saat berada di pinggir sungai, Minggu (6/10/2025).

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada siang hari, ketika korban diketahui sedang beraktivitas di tepi sungai. Menurut keterangan sementara dari warga sekitar, kejadian tersebut disaksikan langsung oleh suaminya yang berada tidak jauh dari lokasi. Suami korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun buaya sudah menyeret korban ke arah tengah sungai dan menghilang dari pandangan.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara bersama aparat setempat dan warga masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu, jaring, serta peralatan seadanya.

Kepala BPBD Konawe Utara, melalui petugas lapangan yang berada di lokasi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim reaksi cepat untuk membantu proses pencarian. “Kami bersama masyarakat setempat terus berupaya melakukan pencarian sejak laporan pertama diterima. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin,” ujarnya.

Warga sekitar juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan sungai hingga situasi benar-benar aman. Pasalnya, di wilayah tersebut sebelumnya juga sempat dilaporkan adanya kemunculan buaya di beberapa titik aliran sungai yang sama.

Pihak berwenang masih terus mengumpulkan informasi terkait kronologi lengkap serta identitas korban. Hingga kini, pencarian masih berlangsung dan situasi di lokasi dipadati oleh warga yang ikut membantu maupun menunggu perkembangan terbaru.

 

Lintasoheo.com | Konut — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 1430/Konawe Utara menggelar upacara di halaman Makodim 1430/Konut, Desa Banggarema, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Minggu (5/10/2025).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapten Inf Sulhan, Pasi Intel Kodim 1430/Konut, mewakili Dandim 1430/Konut Letkol Arh Pramono, S.Sos., M.Han. Dalam kesempatan tersebut, Kapten Inf Sulhan membacakan amanat Panglima TNI.

Kegiatan ini diikuti sekitar 75 personel Kodim 1430/Konut, perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana, serta tamu undangan dari unsur Forkopimda Kabupaten Konawe Utara. Turut hadir antara lain Wakapolres Konut Kompol Sumarsono, Kapolsek Asera AKP Sumantri, dan sejumlah perwira Kodim seperti Kapten Inf Subardin (Wadanramil 02/Asera), Kapten Inf Muh. Jufri (Pasiops), Kapten Inf Syamsuddin (Pasi Pers/Perwira Upacara), serta Kapten Inf Andi Ismar (Danramil 1430-01/Lasolo/Komandan Upacara).

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Kapten Inf Sulhan, disampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 TNI tahun ini mengusung tema “TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU.” Tema tersebut menggambarkan semangat TNI yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat. Karena itu, TNI harus senantiasa menjaga kedekatan, kebersamaan, dan sinergitas dengan seluruh komponen bangsa demi terwujudnya Indonesia Maju yang berdaulat, adil, dan makmur,” kutip Kapten Inf Sulhan membacakan amanat Panglima TNI.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa di tengah dinamika global dan nasional yang semakin kompleks, setiap prajurit dituntut untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan kewaspadaan terhadap segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Beberapa penekanan penting turut disampaikan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk dipedomani, yakni memperkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga soliditas dan kemanunggalan dengan rakyat, bersikap bijak dalam bermedia sosial, serta melaksanakan tugas dengan keikhlasan dan tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan negara.

“TNI harus terus menjadi kekuatan pemersatu bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, serta benteng terakhir dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Dandim 1430/Konawe Utara Letkol Arh Pramono, S.Sos., M.Han. menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI di manapun bertugas.

“Selamat Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia. Jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa TNI harus terus hadir untuk rakyat, menjaga keutuhan NKRI, serta menjadi pelindung dan pengayom bangsa. Mari kita perkuat sinergitas, soliditas, dan kemanunggalan dengan rakyat demi Indonesia yang semakin maju dan berdaulat,” ujarnya.

Dengan semangat “TNI PRIMA – TNI RAKYAT – INDONESIA MAJU,” Kodim 1430/Konawe Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan pengabdian, profesionalisme, dan loyalitas dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat hubungan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

 

Lintasoheo.com | Jakarta – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., menandatangani Komitmen Bersama Pembangunan Meritokrasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, di Aula Gedung I Lantai 5 BKN, Jakarta Timur, Kamis (2/10/2025).

Penandatanganan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, serta berbasis pada prinsip meritokrasi. Dengan adanya komitmen ini, diharapkan sistem manajemen aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Konawe Utara semakin kuat, objektif, dan berkeadilan.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, menyampaikan bahwa pembangunan meritokrasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan akuntabel.

“Komitmen ini adalah wujud keseriusan kami dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Dengan meritokrasi, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas,” ujar Bupati Ikbar.

Sementara itu, Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyambut baik komitmen yang ditunjukkan Pemkab Konawe Utara. Menurutnya, penerapan sistem merit di daerah akan memberikan dampak positif dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan pelayanan publik yang semakin prima.

Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Meritokrasi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi BKN, jajaran pemerintah daerah, serta tamu undangan terkait.

Dengan terlaksananya penandatanganan ini, Pemkab Konawe Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sistem merit, sekaligus memastikan bahwa proses manajemen ASN dilakukan secara objektif, adil, dan berorientasi pada kinerja.

Lintasoheo.com | Konut — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Konawe Utara (Konut) berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di dua lokasi berbeda, yakni Desa Amorome, Kecamatan Asera, dan Desa Morombo, Kecamatan Langgikima.

Dari operasi tersebut, aparat mengamankan barang bukti berupa 45 sachet berisi kristal bening diduga sabu dengan berat bruto 12,57 gram.

Kasat Resnarkoba Polres Konawe Utara, IPTU Hasdinar, menjelaskan bahwa pengungkapan ini dilakukan pada Selasa (30/9/2025) malam setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait maraknya transaksi narkoba dengan sistem tempel di wilayah tersebut.

“Tim Opsnal lebih dulu melakukan pengejaran terhadap seorang pria berinisial M di Desa Amorome. Dari hasil penggeledahan badan, tempat, dan kendaraan, ditemukan 5 pipet berwarna pink bergaris merah berisi plastik sachet putih diduga narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam tas selempang hitam miliknya,” terang IPTU Hasdinar.

Setelah penangkapan tersebut, polisi melakukan pengembangan ke Desa Morombo, Kecamatan Langgikima. Di lokasi kedua, ditemukan 40 pipet berisi plastik bening diduga sabu yang terdiri dari 30 pipet pink bergaris putih dan 10 pipet hitam. Paket-paket tersebut sudah ditempel di sejumlah titik untuk diedarkan.

“Total keseluruhan barang bukti yang diamankan sebanyak 45 sachet dengan berat bruto 12,57 gram,” tambah IPTU Hasdinar.

Adapun terduga pelaku M diketahui merupakan warga Kelurahan Bende, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Saat ini, pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Konut untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam kasus ini, pelaku disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana berat.

Lintasoheo.com | Konut – Kehadiran kembali PT Aneka Tambang (Antam) UBPN Konawe Utara di Blok Mandiodo serta Blok Tapunopaka–Tapuemea mendapat sambutan positif dari masyarakat. Aktivitas tambang yang akan kembali berjalan diyakini mampu menghidupkan kembali roda perekonomian, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Karang Taruna Citra Bahari Desa Tapuemea, Kecamatan Molawe, Sardiyansah. mengungkapkan bahwa berhentinya aktivitas tambang selama ini memberikan dampak signifikan terhadap melemahnya ekonomi masyarakat. Banyak warung, pedagang lokal, hingga penyedia jasa transportasi kehilangan penghasilan karena berhentinya perputaran ekonomi yang selama ini ditopang oleh keberadaan tambang.

Ketua karang Taruna Desa Tapuemea,Sardiyansah.

“Selama tambang berhenti, UMKM di desa kami sangat terdampak. Dengan hadirnya kembali PT Antam, kami yakin UMKM akan hidup kembali dan perekonomian masyarakat bisa berjalan lancar,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Lebih lanjut, Sardiyansah menekankan pentingnya komitmen PT Antam untuk tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga memperhatikan keterlibatan masyarakat lokal. Hal ini mencakup pemberdayaan pengusaha lokal, penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, serta dukungan nyata bagi UMKM agar dapat masuk ke dalam rantai usaha perusahaan.

“Harapan kami dan semua anggota karang taruna Desa Tapuemea, PT Antam benar-benar menjadi mitra masyarakat. Jika UMKM diberdayakan, tenaga kerja lokal diserap, dan pengusaha lokal dilibatkan, maka manfaat kehadiran Antam akan dirasakan secara merata,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pemuda Desa Tapuemea siap memberikan dukungan penuh terhadap operasional PT Antam UBPN Konut, sepanjang perusahaan tetap mengedepankan prinsip legalitas, keberlanjutan, serta kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya dukungan masyarakat dan Karang Taruna, kami berharap PT Antam UBPN Konut dapat menghidupkan kembali roda perekonomian, memperkuat UMKM, serta menjadi motor penggerak pembangunan di Konawe Utara,” tutup Sardiyansah.

Lintasoheo.com | Konut – Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., memimpin langsung Tim Pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam kegiatan sosialisasi kewajiban pajak daerah kepada perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Rabu (1/10/2025).

Tim yang terdiri dari jajaran Forkopimda, Asisten/Staf Ahli, serta OPD terkait ini menyambangi dua perusahaan besar, yakni PT Sultra Sarana Bumi (SSB) dan PT Antam yang berlokasi di Desa Tapunopaka, Kecamatan Lasolo Kepulauan.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Daerah memaparkan sejumlah objek pajak yang menjadi potensi PAD sekaligus kewajiban perusahaan, di antaranya pajak makan minum, pajak air tanah, pajak tenaga listrik non-PLN, pajak mineral bumi non logam, pajak Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta pajak tenaga kerja asing.

Selain menyampaikan kewajiban pajak, Tim Pengelola PAD juga memberikan arahan terkait aturan perekrutan tenaga kerja. Setiap calon pekerja diwajibkan memiliki kartu putih dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta ber-KTP Konawe Utara. Pemda juga mendorong perusahaan agar menempatkan dana jaminan reklamasi di bank daerah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Wakil Bupati H. Abuhaera menegaskan bahwa seluruh kewajiban tersebut telah diatur dalam undang-undang maupun peraturan daerah.

“Semua yang hari ini kita sosialisasikan bukanlah pungutan liar. Semuanya sudah sesuai aturan dan menjadi kewajiban perusahaan agar dapat bersama-sama pemerintah daerah membawa kemaslahatan bagi masyarakat Konawe Utara,” tegasnya.

Pihak perusahaan menyambut baik sosialisasi ini. PT SSB bahkan memaparkan sejumlah kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat, mulai dari bantuan BBM genset, mesin potong rumput, seragam sekolah, modal usaha, alat tangkap nelayan, pembangunan infrastruktur desa, bantuan sembako, hingga pengadaan kapal viber sebagai sarana transportasi angkut.

Lebih lanjut, perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar program CSR tidak tumpang tindih dengan program Pemda.

Pemerintah daerah menilai kehadiran perusahaan tambang di Konawe Utara telah memberikan dampak positif, terutama dalam mengurangi angka pengangguran dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.